Karena sebuah Buku, seorang ulama syahid di tiang gantung, İskilip adalah kampung halamannya, kota dimana sekarang kami tinggal, menyusuri jejak sejarah sang ulama menjadi ketertarikan saya, Mehmet Atif Hoca, lebih dikenal dengan nama İskilip atif hoca, Karena tulisannya, Pengadilan Turki menjatuhkan hukuman gantung. ————-

Hari jumat pekan lalu, kebetulan ada janji dengan dokter di saglik oca, untuk kontrol tumbuh kembang Alya, Pergi bertiga dengan suami ke Carsi, sekalian suami pergi salat jumat di ulu cami, Di saglik oca, Dokter memeriksa Alya, mulai dari berat badan, tinggi badannya, juga perkembangan motorik semua di pantau Dokter keluarga ini, Perkembangannya cukup bagus.

Sambil menunggu waktu salat jumat di Ulu camii*, menghabiskan waktu dulu di Taman kota dan duduk di cay bahcesi untuk menikmati segelas es krim, hari itu lumayan panas terik, Tadinya saya berinisiatif untuk langsung pergi ke komplek makam Ulama atif hoca, tapi kata suami, tunggu selepas jumatan saja, sekalian jemput Fatih dari tempat kursus Alqurannya.

Suami pergi salat jumat, saya menunggu di taman samping masjid, tapi namanya bawa balita, Alya juga tidak suka duduk manis, saya ajak dia keliling untuk melihat deretan toko-toko di dekat area Ulu cami, karena hari jumat, hanya sebagian kecil Toko yang masih buka, lainnya ditutup karena sang pemilik pergi ke Masjid. Saya sempat lewat depan masjid, di Luar Masjid, ada 3 orang bapak-bapak difabel yang duduk di kursi roda otomatik, membuat saf salat jumat.

salat jumat

Selepas suami salat jumat, kami langsung berjalan kaki menuju komplek makam, sekalian jemput Fatih, karena tempat kursus alqurannya persis berseberangan dengan komplek pemakaman umum dimana Makam sang ulama juga dimakamkan.

Siapa Atif hoca?

Beliau lahir di desa Toyhane, Corum tahun 1876, Bernama asli Mehmet Atif. Ayahnya bernama Mehmet Ali, sedang İbunya berasal dari Kota Mekkah. Arab , Bagian dari Bani khattab (satu suku dengan Umar Bin khattab) bernama Nazlı, İbu dari Atif Hoca berimigrasi ke tanah anatolia.Di usia enam bulan, Atif Hoca menjadi Yatim kemudian dibesarkan dibawah pengawasan sang Kakek Hasan Kethuda, Dari pihak Sang Ayah, mereka berasal dari suku akkoyunlu-

Atif Hoca memulai pendidikan pertamanya di Madrasah desanya, dalam satu tahun menguasai banyak hafalan dan lulus dari İbtidaiyah kemudian melanjutkan pendidikan di Madrasah CACA Bey dididik langsung oleh ulama Abdullah Efendi seorang ahli Fiqih dan Tafsir, Beliau juga belajar tata bahasa arab Nahwu shorof selama di İskilip, belajar dari banyak guru-gurunya. Tahun 1902 Melanjutkan Pendidikannya ke Madrasah Fatih Camii di İstanbul, Meski pihak keluarganya keberatan dengan keputusan Atif Hoca untuk pergi ke İstanbul. Pendidikannya berjalan sangat baik, Atif Hoca juga lulus Ujian khusus di madrasahnya yang kemudian menjadikan Atif Hoca salah satu staf pengajar sampai bergelar , Ketika Mengajar di Madrasah Fatih, Beliau juga melanjutkan pendidikan di Darul Funun jurusan İlahiyet (sekarang Universitas Darul Funun berganti jadi Universitas İstanbul)

Pada tahun 1924, İskilip atif hoca menulis buku: Frenk Mukallitliği Ve şapka, Buku yang diterbitkan satu setengah tahun dari Keluarnya Hukum tentang Sapka (Pada masa awal Republik Modern berdiri, pelarangan segala macam simbol islam ) Buku ini ditulis sebelum Undang-undang tersebut diperlakukan.

Baca ini juga: Makam guru dari Sultan Fatih

Dalam Buku tersebut, Beliau mengulas tentang İman, juga tentang seorang muslim yang tidak boleh menyerupai kaum lainnya, Buku yang ditulis berdasar sumber Hadist Nabi, Akan tetapi Pemerintah Turki waktu itu Menilai isi buku diangap bertentangan dengan Undang-undang baru yang mulai diterbitkan 1 november 1925, Atif Hoca harus menghadapi proses hukum negara Karena dianggap menentang Revolusi Penggantian Şapka, Segala simbol identitas keagamaan digantikan pakaian ala Barat / Eropa. Selain Atif Hoca, hampir 1000 orang menghadapi eksekusi Mati sepanjang awal Republik Turki berdiri (sumber: bianet.org)

 Baca: Berdirinya Republik Turki

🙁 Pelaksanan hukum gantung Atif Hoca

Beliau Syahid di tiang gantung, pada hari kamis 4 Februari 1926, Proses hukum gantung dilakukan pagi hari, di Pasar ulus Ankara dekat Gedung Parlemen lama.

İskilip Atif hoca’nin kulliyesi

Ketika saya memasuki area komplek Makam Atif hoca, suasana cukup sepi dan tidak ada peziarah sama sekali, selain kami bertiga, komplek Makam dibangun cukup bagus.

Komplek makam ini disebut juga: İskilip atif hoca’nin Kulliyesi. Komplek Makam Ulama kebanggaan warga İskilip, Ulama yang syahid di Tiang gantung Pemerintah Sekuler Turki. Tahun 2015 lalu, saya sempat pergi ke Ankara untuk urusan Pasport Fatih, menginap di rumah salah satu teman, lalu diajak berkeliling kota Ankara dan sempat mampir Museum Penjara , di Museum tersebut masih tersimpan, tiang gantung dimana Sang ulama Syahid.

Komplek Makam Atif Hoca di Gülbaba İskilip-corum

Komplek Makam berada di daerah GülBaba, untuk menuju kesana, bisa langsung dari Ulu cami mengambil arah jalan menanjak ke Benteng İskilip, lalu di pertengahan jalan, akan bertemu perempatan, saya ambil arah kiri dan jalan lurus terus, sedang arah kanan jalan menanjak menuju puncak bukit dimana lokasi Benteng İskilip berada. Komplek Makam Atif hoca terpisah dari lokasi makam lainnya, selain makam atif hoca yang terletak di tengah komplek, dengan desain teralis mengurung, seperti sangkar burung, entah maknanya apa, di area makam, ditanami aneka mawar mewar dan putih yang cantik, lalu ada toilet pria dan wanita juga, mushola kecil untuk pria dan wanita, dan satu ruangan untuk Petugas keamanan, yang tampak selalu kosong.

Sejarah tentang Beliau memang saya akui sangat minim referensi selain dari bahasa Turki, Beliau salah satu ulama yang wafat karena Perlawanannnya Menentang pelepasan sorban dan Fez (peci khas osmanli) sebagai identitas seorang muslim lalu digantikan dengan topi khas barat. Berkali-kali saya mencoba mencari sumber data, berbahasa inggris, sayangnya Data yang saya baca adalah opini orang-orang kemalis, menilai bahwa Atif Hoca adalah seorang ektrimis agama, provokator kerusuhan, Memimpin protes perlawanan akan UU negara Republik sekuler, yang intinya tetap membenarkan proses hukum gantung diperlakukan. Bahkan ada yang menuduh bahwa sosok Atif Hoca pernah menggunakan uang ummat untuk kepentingan pribadinya, di era Ustmaniyah, jadi kesalahan dia banyak?? Wallahu A’lam Sejarah selalu punya dua sisi. Jika dia dihinakan di dunia oleh pengadilan manusia, Ummat tidak akan memuliakan Kepergiannya.

Di Batu Nisan, tertulis tahun kelahiran dalam hijriah, dan syahid pada 4 Februari 1926, dalam usia 50 tahun. Atif Hoca menjadi salah satu bagian sejarah kelam berdirinya Republik Turki. Namanya Mungkin tidak begitu dikenal selain di Turki, Tapi saya yakin, beliau salah satu orang soleh yang namanya dikenal penduduk langit.

Semoga Allah Merahmati dan mengampuni segala dosa-dosanya

**iskilip

**ulu camii: masjid utama iskilip.