Dataran tinggi dalam bahasa turki disebut: yayla, Ada banyak dataran tinggi di turki yang cukup indah terutama di area laut hitam, pemandangan alam pegunungan dengan hamparan rumput hijau diketinggian 700 m dpl ke atas. Daerah tinggal kami sekarang termasuk bagian karadeniz (laut hitam) Turki dibagi 7 wilayah:

Aegean sea

Black sea

Central Anatolia

Eastern Anatolia

Marmara

Mediterranian

SouthEastern Anatolia

Aegean meliputi wilayah İzmir, kusadasi dan sekitarnya, daerah Aegean suhu cukup hangat, dengan garis pantai cantik, Blacksea, area laut hitam yang berseberangan dengan Rusia, terkenal dengan wisata alam pegunungan yang hijau, penghasil teh terbaik di turki dan di area laut hitam ini banyak sekali dataran tinggi yang cukup terkenal terutama di daerah Trabzon, Rize, Musim panas lalu, kami sempat liburan ke Kastamonu dan ini masuk wilayah laut hitam. Bisa baca ditulisan sebelumnya: Petualangan menuju pantai di Kastamonu dan Road-trip İnebolu Kastamonu selain di area karadeniz, jika liburan ke Pamukkale, bisa menikmati wisata alternatif dataran tinggi juga di Denizli (Pamukkale masuk wilayah Provinsi Denizli) wisata alternatif di Denizli yayla di Denizli ini belum lama dibuka dan dikelola dengan baik, untuk menuju yayla menggunakan teleferik.

Surga di Bumi

Dataran tinggi ini sering disebut surga di bumi oleh masyarakat turki —Cennetin Yeryüzündeki , karena memang secantik itu pemandangan alamnya, Di daratan eropa, negara swiss terkenal dengan pemandangan alamnya keseluruh dunia, dikawasan karadeniz juga sebenarnya,tidak kalau mempesona, saya bagikan link bagaimana dataran tinggi nan cantik di area karadeniz disini ada 20 yayla di area karadeniz. Bisa jadi wisata alternatif jika berkunjung ke Turki, kawasan Blacksea dengan alam pegunungannya wajib dikunjungi.

Karena kami belum sempat melakukan Road-trip ke area Trabzon, Rize dan sekitarnya, rencana yang belum terealisasikan menyusuri karadeniz, jadi bahas yayla terdekat saja dari komplek pluto tempat kami tinggal saat ini.

Yalak yaylasi, dataran tinggi yang cantik di İskilip

Sebenarnya kemarin tidak direncanakan sama sekali pergi ke arah yayla, kami pergi ke Çarsi, untuk memangkas rambut fatih yang mulai memanjang dan juga babanya , masuk kuafor(salon) karena khusus pria, suami awalnya keberatan istrinya ikut, dan harus menunggu, Tapi ada inisiatif berkunjung sebentar ke rumah teman baru, oh ya, sekarang di pusat kota Pluto, ada teman WNİ baru pindahan akhir tahun lalu, awalnya tinggal di ibukota Ankara, terus pindah ke Pluto, kampung halaman suaminya. Daripada menunggu di mobil, mending berkunjung sebentar ke rumah teman baru ini, untuk mengobrol. Hampir setengah jam, kemudian suami telpon, janjian di BİM market, kami belanja (lagi) untuk persiapan suami karantina seminggu kemudian kerja 10 hari, dan dilarang bepergian (—ya rutinitas semenjak pandemi–pembatasan bepergian.

Terus tiba-tiba terlintas idenya untuk mengajak saya dan anak-anak jalan-jalan, kalau dulu di İstanbul, ga jauh dari Mall dan pinggir pantai, tempat favorit kami menghabiskan waktu sekeluarga, apalagi ada restoran favorit, Restoran milik pemerintah Turki, Restoran yang dikelola pemerintah kota, biasa juga disebut sosyal tesisleri-fasilitas sosial yang dikelola Belediye (kotamadya) oh ini terbuka untuk umum pengunjungnya, turis juga boleh, kalau sedang liburan di Turki, ada restoran atau fasilitas bertuliskan sosyal tesisleri, mampir saja, ga akan matok harga tinggi.

Kemudian suami mengambil arah menuju keluar kota Pluto, tepatnya jalan raya Tosya-Kastamonu, sampai keluar dari İskilip tunel, kurang lebih 500 meter setelah tunel, kemudian mengambil arah belok kiri, dipinggir jalan tidak ditulis arah Yayla, hanya ditulis nama-nama desa sepanjang jalan menuju dataran tinggi. Satu kekurangan, area dataran tinggi yalak ini belum cukup dikenal, papan petunjuk pun hampir tidak ada, berbeda dengan dataran tinggi di area Trabzon maupun Rize, menjadi tujuan turis , apa yalak yayla ini saya kategorikan Hidden gem


upss typo ya nulisnya: yang benar: yalak yaylası—dan akunyamalasngeditlagi—

Jalanan masih kurang bagus.

kawasan yalak yaylası

Menuju area atas, jalanan kurang bagus, belum diperbaiki, kalau kata orang sunda, banyak gajlugan, berhenti disebuah pertigaan, sekalian nyari tempat untuk piknik musim panas nanti, kata suami, survey dulu, kalau ga sampai ke dataran tingginya cukup di area pertigaan jalan menuju yayla, ga kalah cantik juga. Karena medan nya masih kurang bersahabat,

kemudian kami sempat bermain dianak sungai dekat pinggir jalan, karena masih masuk musim dingin, ga berani main air, berasa berendam air es, karena sempat menyelupkan satu jari ngetes dinginnya, apalagi disekitar sungai, banyak salju yang belum sepenuhnya cair, padahal di daerah bawah, tempat kami tinggal, jejak salju sudah mencair dari 2 minggu sebelumnya. Pepohonan masih ranggas, belum tumbuh daun kembali, hanya deretan pohon cemara dari kejauhan yang terlihat menghijau sepanjang musim.

Foto pertama sebelumnya, area Yalak yaylasi ketika musim semi tiba, indah dengan padang rumput menghijau dan bunga bermekaran, alasan kemarin selain karena jalanan yang kurang bagus, musim semi belum tiba. Nanti jika cuaca sudah mulai menghangat dan pohon pohon mulai kembali rimbun dengan dedaunannya, kami kembali lagi untuk berpiknik, piknik di hutan, menghindari keramaian, anak-anak bisa bermain bebas di alam.

yalak yaylası-foto 2019

Tahun 2019, pertamakalinya kami ke yayla, pemandangan hijau, udara bersih, tenang. Sekarang semenjak pandemi menyerang, hidup berdekatan dengan alam seperti saat ini jadi bersyukur, tidak terlalu dipusingkan protokol kesehatan, kecuali berkunjung ke Çarsi saja untuk belanja kebutuhan pokok, angka pasien Corona juga rendah, dibanding di pusat kota Çorum.

Kalaupun kami masih sering keluar rumah, sekarang tidak jauh dari naik turun gunung, nyari tempat menarik untuk bersantai dan jarang kontak dengan orang asing, menghabiskan waktu berkualitas dengan suami dan anak-anak sambil belajar menikmati keadaan (heheh tahu kan saya tipe manusia yang suka hiruk pikuk perkotaan…damnn mantan anak kost grogol:V kurang macet dan ramai apa disana) Hidup banyak perubahan, ya..seperti saat ini, semoga ke arah positif terus, bukan positif corona-.-

***Pluto: Nama spesial yang saya berikan untuk wilayah iskilip-Çorum–