Hari ini viral kisah tentang seorang remaja bernama Novi dari Kediri, yang membuka donasi di kitabisadotcom agar bisa mewujudkan mimpi bisa kuliah di luar negeri, terutama di Turki, alih-alih meminta Donasi, jadi ‘korban’ cuitan pasukan kaum rebahan di Twitter. Kondisi Novi yang dinilai menjual kisah pekerjaan orangtuanya sebagai penjual bubur ayam jadi bahan perbandingan dengan kisah para netijen, bahwa masih banyak orang İndonesia yang nasipnya tidak lebih baik dari Novi tapi ga sampai ‘meminta belas kasihan Donasi’ hanya untuk bisa kuliah, sedang Kuliah sendiri bukan sebuah kewajiban, tapi pilihan.

Rincian Donasi dijelaskan:

Judul yang tertulis: Bantu untuk dapat beasiswa? tapi ada rincian biaya? sejauh yang saya tahu Beasiswa resmi dari Pemerintah Turki itu: GRATİS, bahkan tiket pesawatpun disediakan. Oh ya rincian diatas belum ditambah registrasi telepon genggam yang dibawa dari İndonesia, Biaya registrasi terbaru hampir menyentuh angka 1800 lira–registrasi HP yang dibawa ke Turki–seharga HP baru-. Kejam memang pajak di Turki, ini berlaku untuk semua pendatang yang akan bermukim di Turki (pengecualian jika Turis, karena bisa beli simcard khusus)

Turkiye scholarship link

Untuk İnfo Beasiswa kuliah di Turki, 2020 akan dibuka di awal tahun. Ajukan beasiswa, seleksi resmi. Berjuang!

Kuliah di Turki?

Untuk kasus Novi yang viral ini, dia daftar jalur mandiri-dengan rincian biaya seperti diatas, ini pendaftaran jalur mandiri lewat agent. Nah sayangnya agent-agent yang menawarkan kemudahan untuk kuliah di Turki, sebagian ada yang sudah dapat blacklist dari KBRİ, karena lepas tanggung jawab, beberapa tahun lalu, banyak adik-adik calon mahasiswa ditelantarkan agent yang membawa mereka ke Turki. Ditambah penempatan kampus yang jauh dari Standar, seperti kasus Novi, Setelah saya bertanya ke narasumber terpercaya: Kampus yang dituju peringkat rangking dalam negeri saja sangat rendah. Ketika tahun terakhir di SMA biasanya anak-anak Turki diberi list 20 Universitas negeri, kampus-kampus yang ditawarkan agent-agent kebanyakan kampus diluar pilihan, yang secara kualitas dan fasilitas jauh dibawah standar bahasa kasarnya ‘kampus buangan’ meski berstatus PTN.

Kampus terbaik di Turki

Untuk kampus terbaik di Turki menurut data: Topuniversities.com:

  1. METU (midle East Technical University)
  2. Boğazici University
  3. Koç University
  4. Bilkent University
  5. Sabanci University

3 dari 5 universitas paling Top di Turki adalah Universitas Swasta! METU , Boğazici sebagai PTN Turki dengan Rangking lebih tinggi. Untuk kuliah di 3 universitas swasta selain biaya kuliah yang berkisar antara 30 ribu-40 ribu lira pertahun, Kampus-kampus Elite ini juga tetap menerapkan standar tinggi nilau ujian masuk, standar nilai 1000 orang dengan nilai ujian masuk tertinggi baru bisa diterima. Artinya 1000 orang tersebut yang punya kesempatan keterima. Kalau punya Dana lebih, bisa masuk daftar jalur mandiri di PTN bagus di ibukota Ankara dengan biaya persemester 7000 lira, tapi tetap harus ditunjang nilai akademik yang bagus juga, kalau punya ijazah pas-pas-an ehm jumpalitan sendiri entar..

Kampus kampus top di atas apa membuka peluang beasiswa juga untuk mahasiswa asing? ya mereka juga menyediakan beasiswa dengan kuota terbatas dan standar tinggi.

kampus no 1 di Turki https://msphd.metu.edu.tr/

Untuk Rangking Universitas Negeri Turki bisa di cek :

Daftar peringkat kampus PTN Turki

Peringkat tertinggi PTN di luar 5 kampus TOP, yakni hacitepe university Ankara, Rangking dunia setara dengan Universitas İndonesia. Dan kampus yang dituju Novi, masuk kampus dengan nilai terendah peringkat di dalam negeri saja ada di angka 150. Udah jauh-jauh ke Turki, kuliah di Daerah, rangking peringkat juga rendah? Hanya demi status anak kuliah di Turki? Ada yang sempat googling peringkat kampus tersebut dibanding salah satu kampus swasta di Jakarta, yang ternyata masih jauh lebih baik, Peringkat dirangking dunianya di angka 6 ribu sekian, sedang kampus İndonesia di angka 1000an, Kenapa harus jauh jauh ke Turki? Ya kalau masuknya METU atau Hacitepe, Ok lah. Peluang lulusannya juga mudah diterima bekerja ketika pulang ke İndonesia.

Seleksi Kuliah di kampus Turki

Biasanya untuk kuota mahasiswa asing diperebutkan ketika ujian YÖS (yabancı uyruklu oğrencı sinavı) ujian khusus untuk mahasiswa internasional, beberapa PTN biasanya membatasi kuota mahasiswa asing, tidak buka ek kontenjan (cadangan) jadi memang seleksi masuk PTN terbaik di Turki juga ketat. Untuk universitas kecil biasanya dibuka kuota cadangan yang bisa daftar modal ijazah saja, karena kuota juga tidak diperebutkan, peluang ini yang akhirnya digunakan agent-agent untuk menjaring mahasiswa yang ingin kuliah di Turki.

Jadi anak SD di Turki

Diiiming-imingi kemudahan tes masuk, karena cuma modal seleksi ijazah dan raport saja, ketika ikut ujian YÖS  nilainya kecil dan tidak bisa masuk kampus-kampus bagus di Turki. Kebanyakan agent-agent yang menawarkan kuliah di Turki memang sengaja  mendaftarkan di universitas kecil, karena peluang diterima bisa jauh lebih besar dan ini juga membantu untuk menaikkan peringkat kampus-kampus tersebut karena semakin banyaknya mahasiswa asing. Tapi untuk mengejar Kualitas pendidikan?

Ada baiknya mempertimbangkan kampus pilihan yang dituju ketika berniat untuk kuliah di Turki, apalagi dengan jalur mandiri, ada wacana bahwa Departemen dalam Negeri Rİ hanya akan menerima penyetaraan dari Universitas-Universitas dengan peringkat Dunia dengan nilai bagus, sayang kan jauh-jauh kuliah di Luar negeri yang ternyata kualitasnya jauh dibawah standar dan masih lebih bagus kampus di negeri sendiri.

Balik lagi ke kasus Novi yang ingin kuliah di Turki.

Sebelum membuka Donasi, mungkin bisa saja loh memanfaatkan kemudahan teknologi, buka internet, googling. Kampus-kampus pilihan di Turki, peringkat, kualitas. Hanya modal kuota buat berselancar berbagai İnfo tentang dunia kuliah di luar negeri mudah sekali didapatkan, ada tulisan Blogger yang juga mahasiswa di Turki, ada akun instagram yang dikelola mahasiswa İndonesia di Turki, mungkin bisa bertanya dulu, bagaimana kuliah di Turki, kualitas kampus yang diincar. Sudah ada kasus calon mahasiswa di Turki ditelantarkan agent, ada juga mahasiswa yang harus pontang panting karena kekurangan dana, kuliah jalur mandiri, non beasiswa tapi nekad demi gengsi bisa kuliah di Turki dan malah merepotkan teman WNİ yang kebetulan tinggal satu kota.

Baca juga ya:

Hidup serba gratis di Turki? ah yang bener

Donasi untk berangkat ke Turki? lalu tahun selanjutnya bagaimana? bayar uang sewa kost, makan, dan jangan lupa Turki negara 4 musim, bersalju, yang artinya menghadapi musim dingin akan banyak tagihan extra yang luar biasa, gas, air, listrik? Gratis? masih tahap dalam mimpi dek:) Bisa saja dengan kerja partime, 2-3 tahun belakangan ini kemudahan diberikan untuk mahasiswa asing bisa kerja partime di Turki, mulai dari ngajar bahasa inggris, jadi pelayan di restoran, partime bisa di kota kota besar Turki, tapi kalau ujungnya dapat kampus di kota kecil, peluang juga kecil, kecuali kota wisata, nah inipun masih bersaing dengan warga pendatang dari suriah dan sekitarnya yang banyak bermukim di Turki, belum rasisme juga semakin meningkat belakangan ini.

Tips untuk traveller di İstanbul

Biaya Hidup di kota İstanbul

Jadi buat dek Novi atau adik-adik (duh ngerasa udah emak-emak ya gini:S) yang bercita-cita kuliah di Turki, coba dulu ikut seleksi Beasiswa resmi Pemerintah Turki, tiap tahun dibuka. Meski katanya seleksi untuk kuota mahasiswa İndonesia semakin ketat, jangan putus harapan! Rezeki ga kemana, dibarengi ketekunan belajar, usaha dan doa. Pemerintah Turki memberikan fasilitas gratis. Syukur-syukur bisa tembus kampus favorit seperti 5 top diatas atau PTN lain yang berkualitas. Mempertimbangkan kualitas Kampus yang dituju juga penting karena menunjang proses belajar selama di Turki, kalau asal kampus, asal kuliah, yang penting kuliah di luar negeri? Supaya bisa pamer di sosial media? ya jangan gini juga tujuannya.

Tapi secara pribadi saya juga kurang setuju dengan pembukaan donasi, ada banyak cara untuk berkuliah. Apalagi menjual cerita tentang pekerjaan orangtua, sahabat baik saya jauh dibawah Novi nasipnya, datang ke Jakarta jadi PRT di usia sekolah, anak yatim,keluarga miskin , syukurnya dapat majikan baik, menyekolahkan dia, gajinya dipake sebagian untuk keperluan sekolah. Kerja keras, lulus SMA nyoba melamar jadi staf admin di kantor kecil, keluar dari pekerjaan lama sebagai PRT,nyambi jualan online. Uang terkumpul, kuliah sambil bekerja disalah satu kampus swasta Jakarta. Lulus. ngelamar kerja di Perusahaan multinasional, kantor pusat di singapore. Dia jadi sering wara wiri ke Luar negeri.Membantu ekonomi keluarga. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, asal ada usaha! merubah nasip.

Ya entah dengan kasus dek Novi ini, Motivasi kuliah di Luar negeri, meminta bantuan donasi, non beasiswa, dapat kampus rangking rendah bahkan masih lebih bagus rangking kampus di İndonesia, wajar jika saya menulis: jika daftar mandiri harus mengukur kemampuan finansial diri juga, karena akan butuh banyak dana besar kedepannya. Kecuali memang berprestasi, beasiswa insha allah mudah didapat, Kekurangan ekonomi tidak jadi halangan untuk bisa kuliah di Turki, dengan catatan bukan jalur mandiri. Dan kalau akhirnya menjadi bulan-bulanan kaum rebahan di twitter, menyayangkan juga.

Alasan tidak keterima di PTN dalam negeri, solusinya uang donasi bisa buat kuliah dalam negeri, bisa kuliah sambil bekerja seperti teman saya, biaya hidup juga bisa ditekan, karena tidak harus mengeluarkan biaya tinggi untuk bayar gas per-bulan, listrik yang jauh lebih mahal di Turki. Belum kebutuhan lainnya. Biaya hidup di Turki murah? belum baca berita terbaru kalau İnflasi di Turki masih kategori tinggi? tapi kalau tetap mau berangkat ke Turki, ya pikir matang-matang bagimana bertahan hidup di Turki kedepannya, mau terus mengandalkan donasi?

Terkadang Hidup tidak sesuai rencana

Ada cerita anak tukang becak yang lulus PTN dengan nilai cumlaude, kemudian lanjut S2 di luar negeri dengan beasiswa. Saya yakin orantuanya bangga. Tidak harus pusing buka donasi, karena memang sang anak berprestasi. Menulis Fakta tentang seluk beluk dunia kampus di Turki, sumber yang saya dapatkan dari teman-teman terpercaya emak-emak semua yang kebetulan juga nyambi kuliah di kampus negeri Turki. Bagaimana sebenarnya kualitas kampus di Turki. Dari kacamata sebagai orangtua yang merangkap mahasiswi dan pernah jadi mahasiswi.:) Nah tahu sendiri kan emak -emak kalau udah bahas menyangkut ekonomi. İni demi kebaikan adik-adik yang bercita-cita kuliah di Turki. Kenapa ga cita cita sekalian di Oxford aja btw** (ga nangung2 gitu ya:) sekalian nomer 1 dunia. Jadi maudy ayunda dulu kalau gitu-.-‘