Belakangan saya sedang ‘break’ dulu nge-drama selain nonton Dramanya The Pillow Books– Donghua Dijun- Bai Fengjiu. Lainnya udah ga banyak ngikutin, ditambah Fatih juga kan harus belajar dari rumah, nah perkara ini dihadapi semua ibu-ibu ditengah Pandemi Corona, Alhasil ngeBlog jadi tersendat, karena PC dipakai buat dia, eh ditambah Babanya juga, apalagi selama wabah ini jam kerjanya berubah, hanya satu hari kerja, tapi 24 jam:D sisanya libur 3 hari, shif-shifan. Berhubung ga bisa menerapkan Work from Home (yaiyalah terus siapa yang ngurusin ratusan manusia di Lapas-.-‘) Hanya dibekali sarung tangan tanpa masker, karena katanya belum ada kiriman dari pusat.

Dua hari lalu, karena kita mengkarantina diri di Pluto, butuh hiburan agar betah di rumah, kami aktifin Netflix kembali, Musim panas tahun lalu sempat kami putus, karena jarang nonton, saya seperti biasa yang dicari dokumenternya dulu, bukan koleksi filmnya. Dan langsung tertarik nonton dokumenter PANDEMİC, disaat wabah corona jadi pandemi dunia, rasanya perlu upgrade pengetahuan tentang Virus (selain taunya virus komputer doang) Dan dokumenter ini, layak ditonton. Awalnya serasa horor nonton dokumenter disaat wabah terjadi, tapi hikmahnya jadi lebih menjaga diri, bagaimana mencegah Penyebaran Virus Flu ini.

Alasan kenapa harus nonton PANDEMİC

Dokumenter : Pandemic: How to Prevent an out break (2020)

Pandemic ini terdiri dari 6 episode, tiap episode menceritakan berbagai perjuangan di Garda depan tentang pencegahan pandemi Flu

Dokumenter ini lebih banyak mengangkat kisah para pejuang di garis depan dalam menghadapi Wabah Flu (flu burung, Babi, ebola) dan jenis dari Virus Corona (SARS, MERS-Cov) waktu dokumenter ini dibuat belum membahas Covid19, tapi menariknya salah satu narasumbernya mengatakan, bahwa akan ada wabah Flu baru yang mengintai, mungkin saat itu masih di cakrawala-ujarnya, seperti mengantisipasi akan ada lagi jenis Virus Corona (hingga kemunculnya di Wuhan Cina)

Topik yang diangkat memang menarik, membahas apa itu Pandemi Flu, menjelaskan bagaimana para peneliti, Ahli patogen, bekerja keras mencegah terjadinya Pandemi wabah Flu, ada salah satu narasumber yang mengatakan, jangan pernah anggap enteng wabah Flu, jenis Flu apapun. Apalagi jika sudah memiliki penyakit bawaan, seperti orang yang mengidap Diabetes, Penyakit Ginjal, kondisinya akan lebih fatal jika terkena wabah.

karantina diri di Pluto

Lalu bagaimana para Peneliti ini berjuang membuat virus universal untuk segala jenis Flu-bahkan dia terang-terangan mengatakan kesiapan vaksin ini 2025, masih 5 tahun dari sekarang:S tapi wabah corona sudah memakan banyak korban. Dan untuk proyek penelitian ini butuh dana besar, mereka mencari investor, sedang berharap persetujuan dari yayasan Bill gates.

Dalam dokumenter ini juga, Narasumber salah satunya Denis Carrol, dia juga seorang Ahli virus, bagaimana cara dia bekerja meneliti dan mencari sumber virusnya, mendatangi negara-negara dimana awal virus muncul, bahkan diawal episode, dia mendatangi pemakaman massal korban Wabah Flu tahun 1918, untuk awal meneliti. sampai saya teringat bagaimana para korban Virus corona dimakamkan:S begitu sangat hati-hati karena penyebarannnya. Bahkan yang sudah dikubur dari tahun 1918-an saja mereka cukup hati-hati meneliti.

Keterlibatan Dokter hewan.

Peran mereka juga masuk garis depan mencegah Pandemi, salah satunya Deb Carter, peneliti hewan liar, dia memburu itik liar pembawa wabah, bagaimana wabah Flu berpindah dari hewan kemanusia, meski sampel awalnya masih negatif jika unggas liar sebagai pembawa virus, Deb tetap meneliti tiap musim masa migrasi jenis unggas liar ini. Ada juga Dokter Ghazi kayali , dia melacak penyebaran Virus influenza dari hewan liar di seluruh wilayah timur tengah, banyak virus menakutkan yang dikaitkan dengan kelelawar (Ebola, SARS, MERS) Dokter Ghazi dan timnya bahkan sampai masuk sarang kelewar disebuah gua, memeriksa liur dan darahnyanya , untuk dicek jenis virus subtipe dari influenza ”makin kami tahu soal asal virus makin kami siap,kami mencoba mempelajari sebelum virus itu mutasi, untuk memprediksi rute mana yang akan diambil virus itu jadi ini soal memutuskan trasmisi dari hewan ke manusia” ujar Dokter Ghazi.

Alasan semakin banyak virus bermutasi, karena manusianya?

”Seiring bertambahnya populasi manusia, kita melihat semakin meningkatnya animo terhadap protein hewani, kita menaikkan jumlah ternak ketingkat yang belum pernah ada, masalahnya banyak hewan diruang terbatas meningkatkan resiko virus menyebar dan bermutasi dengan cepati kami tidak bisa memprediksi darimana pandemi İnfluenza berikutnya”–Denis Carrol.

China salah satu Negara selama setengah abad terakhir tempat awal kemunculan virus virus infleenza mematikan, menjadi banyak perhatian peneliti.

Pola migrasi Burung, rute perjalanan maskapai komersil dan orang orang, apapun bisa mepengaruhi negara manapun dan negara manapun bisa mempengaruhi negara lain, jika terjadi sesuatu, masalah itu menyebar cepat antar negara.

untuk menghindari situasi terburuk dari perubahan, Kita harus mengubah cara kita hidup di planet ini, jika tidak. Maka kita akan membayar mahal–

Dokumenter ini di Produseri seorang Dokter juga: Dr Ryan Mcgarry, seorang Filmmaker yang juga berprofesi Dokter. So far dokumenter ini lumayan memberi pengetahuan banyak untuk penonton awam seperti saya–yang sedang kepo tinggi dengan si Virus Corona– meski ada bumbu-bumbu cerita pemanis para narasumbernya, mulai dari bahas keluarga dan sisi religius mereka, ada ilmuwan-ilmuwan muslim juga dilibatkan–yang kadang menurut saya juga ga penting banget, jadi ga fokus 100 persen bahas Pandemi, meski point menariknya banyak. Ya mungkin saja produsernya ingin mengangkat kisah lain dibalik profesi mereka, sampai ada yang merahasiakan dari anak-anak dan temannya, karena takut dijauhi- sebagai pembawa virus.

Jadi apakah layak ditonton?

layak sekali, memberi pemahaman untuk kita yang ga tahu banyak bagaimana para ilmuwan bekerja, kehidupan mereka berjuang membuat vaksin, memetakan penyebaran virus Flu. Buat saya biar ga asal kemakan hoaks berita tertentu asal nuduh konspirasi wahyudi atau apalah itu, ini murni ngangkat dari sisi ilmu pengetahuan yang dijelaskan secara menarik untuk penontonnya, yang mungkin saja kalau dijelaskan pake tabel-tabel kode kode kimia gitu otak langsung panas. (iya ini saya banget kan wkwkwk)

Terakhir, karena sedang dalam kondisi wabah Flu corona Covid19, semoga wabah ini segera teratasi, hormat saya untuk para pejuang kemanusiaan di Garda terdepan, Dokter,perawat, peneliti dll., Turut berbelasungkawa untuk semua korban di Dunia, itali, spanyol,wuhan dan negara negara di asia tenggara khususnya.

Saya jadi teringat ada ayat yang sangat mengena dan relevan dengan penjelasan narasumber di dokumenter ini.

”Telah nampak kerusakan di darat dan lautan disebabkan karena perbuatan tangan (–maksiat-) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar”-Ar Rum ayat 41

Kesehatan manusia, satwa, lingkungan, ekosistem saling berhubungan. –Dr.Ghazi

Saling berhubungan, tidak ada keseimbangan, lalu muncul wabah-wabah, ada sebab dan akibat. Siapa yang lebih banyak merusak keseimbangan ekosistem di Bumi ini?—

Semoga saya atau teman yang baca tulisan ini tidak jadi bagian manusia-manusia perusak keimbangan alam. Ada ”meme’ yang sempat beredar di sossia media tentang Virus corona its Karma?

Saya hanya bisa berdoa- mengkarantina diri bersama keluarga, sebagai muslim ikhtiar semampunya, mengikuti anjuran pemerintah setempat, enggak ngeyelan-sampai capek sendiri baca tulisan orang orang yang egois dengan cara beragamanya, termasuk orang dikampung saya. tapi ah sudahlah. Sehat sehat semuanya:)