Di Turki, hari raya idul adha artinya: Libur panjang! ya dibanding idul fitri,  masyarakat Turki lebih meriah merayakan idul kurban, Tahun ini insha allah kami bisa mudik sekeluarga, karena biasanya suami susah izin di hari raya dan harus tetap bertugas demi negara ..negara api:)
Jadi untuk satu bulan ini, saya off postingan dulu ya…besok mudik:D mau setor muka dulu ke rumah mertua.
Nanti cerita mudik nya di posting kembali, kerempongan sudah terasa menjelang mudik, seharian beresin koper ga kelar-kelar dirusuhin anak anak yang sudah ga sabar ingin ke rumah neneknya.
Well, untuk baba nya mudik ini benar benar liburan tapi kalau untuk istrinya, aishh tunggu dulu…, bertugas jadi menantu yang baik selama hari raya (siapkan tenaga) karena pasti bakal banyak tamu datang ke rumah mertua, apalagi mertua dua-duanya adalah anak tertua, jadi bisa dibayangkan antrian tamu dari keluarga besarnya. (pokoknya siapkan tenaga angkat angkat cay danlık-teko khusus buat teh turki)
List membuat baklava dan borek sudah memanggil-manggil dari ipar., Ga bisa janji juga boreknya beneran jadi borek apa jadi martabak telur versi indonesia:D
Ok karena hari raya kurban, saya sudah membawa bekal-bumbu marinate daging ala-ala korea yang sudah saya beli tahun lalu ketika mudik ke tanah air, jadi sudah membayangkan, makan daging di bungkus lettuce ala-ala mas jong ki, karena kalau makan daging kurban ala Turki hanya modal garam dan merica-.-‘ hampa sekali rasanya.
Lalu selanjutnya, saya akan melirik kebun sayur ibu mertua hmmm,
Menurut berita -berita yang beredar, Turki sedang krisis finansial, nilai Tukar lira anjlok drastis,  iya sih!
Tapi yang perlu diketahui: meski dollar agak sombong nih sama lira, syukurnya penguatan ekonomi dalam negeri nya masih terbilang lumayan, tadinya kita kepikiran apa bakal ada penjarahan sembako seperti kasus tragedi mei 1998, zaman krisis moneter di indonesia. Ternyata kehidupan harian ya biasa aja gitu, ga ada kepanikan bakal kehabisan ekmek, ga ada aksi borong borong di market.
Jadi biasanya kalau mudik datang bawa sekoper, pulangnya bisa beranak pinak bawa hasil bumi dari rumah mertua. Disini kadang saya bersyukur  kalau mertua saya petani:) Ketika kebutuhan pokok merambat naik, saya bisa isi stok persiapan musim dingin dari ibu mertua.
Tepung gandum dari ladang sendiri, keju-margarin -yoghurt beliau mengolah sendiri dari ternak sapinya, pekmez-molases- selai buah dari kebun anggur nya, walnut, belum sayuran. Jadi saya mau bertani tinggal bagian panen nya saja:D Bisa dijamin organik, tidak lupa kebun apel meski sepetak juga ada. Alhamdulilah.
Sama seperti di  İndonesia, tradisi mudik dan macetnya pun bersanding, setiap mudik menjelang hari raya, keluar istanbul (ibaratnya tol cikampek) disini juga padat merayap, biasa jarak tempuh jika dengan kendaraan pribadi 7-8 jam, kalau mudik hari raya sekitar 12 jam.
selamat hari raya idul adha…..
update keluargapanda :instagram: rahma balci