Apa yang membedakan tradisi lebaran di İndonesia dan Turki? Suasananya, makanannya? Yang membedakan, Lebaran idul Fitri di Turki tidak semeriah di İndonesia, Kenapa? Ya karena İdul Fitri bukan lebaran besar bagi mereka, lebaran yang lebih meriah biasanya idul adha. Nah apa saja perbedaan lebaran Turki dan lebaran di İndonesia, berikut saya ulas berdasar pengalaman pribadi:

Tradisi lebaran keluarga Turki

SEKER BAYRAM

Di Turki, idul Fitri biasa disebut seker Bayram, Lebaran ‘manis’ segala hidangan manis akan disuguhkan, setiap Bayram (hari raya) biasanya anak-anak akan mengetuk pintu rumah-rumah, untuk mengucapkan selamat hari raya, kemudian tuan rumah akan membagikan sebungkus permen atau coklat untuk mereka, Berburu makanan manis.

SOLAT İDUL FİTRİ UMUMNYA HANYA PRİA

İni lebih karena perbedaan Mahzab saja, karena mayoritas muslim di Turki menggunakan Mahzab Hanafi, Perempuan tidak di wajibkan untuk datang solat idul fitri ke masjid-masjid, mereka biasa di rumah, menunggu Suami atau anak laki-lakinya solat İed (Tapi pengecualiaan untuk masjid besar, seperti Masjid Biru yang tetap memperkenankan adanya saf solat ied khusus perempuan–karena saya sering melihat teman-teman di İstanbul eropa datang utuk solat ied di sana) umumnya masjid biasa, jarang adanya saf solat idul fitri untuk jamaah perempuan.

MENU KHUSUS LEBARAN

Menu khusus Lebaran İdul Fitri biasanya: Baklava dan uzum yaprak sarmasi. Kemudian aneka coklat dan permen.

Menu sarapan pertama hari raya: Menu sarapan Turki sehari-hari.

Menu makan utama: Menu makan sehari-hari saja.

TRADİSİ MEMBELİ BAJU LEBARAN

Sebagaimana layaknya umat Muslim di seluruh dunia, di Turki juga memiliki kebiasaan yang sama, membeli baju untuk hari raya.

TRADİSİ MUDİK

Untuk Mudik İdul Fitri tidak begitu padat arus mudiknya, berbeda jika hari raya idul adha, arus mudik di Turki juga padat, saya pernah terjebak macet ketika mudik idul adha. Kenapa mereka lebih memilih mudik hari raya idul adha?

Karena selain alasan berkurban, biasanya untuk orang asli daerah, akan memanfaatkan waktu mudik sekalian ikut membantu panen di kebun-kebun ketika berada di kampung halaman, hasil kebun untuk persediaan memasuki musim dingin. Apalagi biasanya idul adha selalu jatuh di akhir musim panas, masa-masa panen.

Tradisi Lebaran Keluarga di İndonesia

ZİARAH KUBUR

Di kampung halaman saya, setiap hari pertama idul fitri, selalu menyempatkan untuk berziarah kubur, ke keluarga yang sudah wafat, mendoakan mereka. Biasanya sepulang solat idul fitri, berkumpul di rumah keluarga yang di Tuakan, mengadakan doa bersama di Mushola keluarga, makan bersama kemudian halal bi halal lanjut berangkat ke pemakaman keluarga, menengok kuburan anggota keluarga.

Baca:hari raya di istanbul

MENU LEBARAN

Untuk di keluarga, kami jarang masak opor dan ketupat sebagaimana menu umum di hari raya, biasanya emak saya hanya masak daging semur, sambal, kerupuk, asinan, sambal goreng ati. Untuk kue kering lebih sering beli jadi, dan biasanya kami kurang suka dengan aneka kue kering, kue lebaran bagi kami: opak, rengginang, dodol betawi, wajik, kue akar kelapa, rempeyek, tape uli..ehmmmm yang tradisional lebih menggugah selera. Bisa dijamin kalau kue modern lama habisnya, tapi segala jajanan kampung selalu diserbu tamu.

SOLAT İDUL FİTRİ TERPİSAH

Solat idul fitri khusus di kampung saya, jamaah pria dan wanita terpisah, untuk jamaah pria di masjid jami dan untuk jamaah wanita di masjid komplek yayasan sekolah. mengingat kapasitas yang tidak memadai jika hanya di satu lokasi. Tradisi ini sudah berlangsung lama.

TRADİSİ MUDİK

Keluarga besar saya berasal dari tanah Banten, baik dari pihak kakek maupun nenek, meski keduanya sudah lama wafat, tradisi untuk mudik di hari ke 3 atau ke 4 bulan syawal selalu dilakukan, berkunjung ke kampung halaman rahimahullah kakek, kampung kakek saya yang masih sangat tradisional, masih banyak rumah panggung khas banten dalam, biasanya kami melakukan perjalanan sehari, berangkat pagi dan pulang malam harinya. Berkunjung ke sanak family, berziarah ke makam kakek buyut dll.

TRADİSİ BAJU LEBARAN

Untuk baju hari raya, karena pergi ke Tanah abang termasuk dekat, cukup naik KRL dari Stasiun cisauk langsung Tanah abang. Biasanya menjelang hari raya banyak yang lebih memilih belanja baju lebaran ke tanah abang, atau seputaran BSD, karena aneka pusat perbelanjaan sudah cukup lengkap di area sana.

Lalu lebih suka merayakan lebaran dimana?

solat idul fitri di yayasan an najah

Kalau boleh jujur tentu saja di kampung halaman tercinta, tanah air indonesia, tapi karena sekarang sudah menikah dengan seorang pria Turki, saya harus bisa terus beradaftasi dengan suasana Lebaran di Turki, Dalam suka maupun duka. Bersyukur saja dimana tinggal, masih diberi kenikmatan merayakan hari raya tanpa rasa khawatir, masih diberi kesehatan berkumpul dengan keluarga. salam–