Membina rumah tangga harmonis memang impian semua orang, mengucap ikrar janji suci di hadapan Tuhan. Restu dari orang orang terdekat. Semua yang memutuskan menikah pasti memiliki impian selalu harmonis.
Menikah dengan orang asing, khusus disini dengan suami turki, banyak yang memasukan dalam list impian, berharap memperbaiki keturunan, atau kehidupan yang lebih layak, silahkan saja, impian seperti apapun ga ada yang larang kok.
Beberapa Tips yang saya tulis ini memang masih jauh dari sempurna, tapi semoga bisa menjadi gambaran bagaimana menjalani rumah tangga khususnya ketika menikah dengan pria Turki.
Kehidupan di awal pernikahan dengan suami dan sepaket keluarganya
kunci : Tenaga kuat, hati besar, sabar.
Tenaga besar.
Masuk ke keluarga Turki yang jarang sekali mengandalkan bantuan asisten rumah tangga, urusan isi rumah adalah tanggung jawab besar sebagai istri. Urusan bebersih isi rumah, percaya lah, perempuan Turki itu luar biasa sregep nya, jendela rumah, meski di apartemen lantai 7-10 pun mereka masih bisa nekad untuk membersihkannya, lap sambil mengeluarkan setengah anggota badannya, ga mikir keselamatan boro boro tali pengaman, hanya bermodal celana salvar, kain lap, aksi mereka bisa mengalahkan spiderman!
Hati besar.
Siap menerima saran dan kritik dari mertua and the geank, Kalau misal dinilai kurang sregep, nata dapur kurang cantik, ngevacuum kurang bersih.
Sabar.
İya, harus belajar sabar kalau adu argumen, intonasi suara yang sering meninggi, padahal ngomong biasa aja, tapi terkesan marah istilah kata ‘ngegas’
Hubungan kekerabatan yang dekat, hangat dan kadang terlalu rekat jatuhnya suka kepo luar dalam
kuncinya:  jangan pasrah, kuasain bahasa Turki, Cuek jika di perlukan.
Jangan pasrah.
Jangan pasrahan, kalau ada bagian anggota keluarga pasangan yang suka intervensi sampai urusan pribadi, harus punya sikap, bilang iya atau tidak! hilangkan kata: terserah.
Kuasai Bahasa Turki
Minimal bahasa dasar untuk percakapan, jadi kalau ada yang mulai kepo-kepo, bisa skak mat ngebalas omongannya dengan elegan jika itu omongan yang menjatuhkan. Jika percakapan hangat dan penuh ketulusan kita bisa membalasnya dengan kata kata tulus juga dalam bahasa Turki, mereka akan spontan jatuh hati.
Cuek
Kadang urusan anak bisa jadi pemicu perdebatan tidak berujung, pola asuh, ngurus bayi yang menurut orang Turki atau menurut cara orang indonesia, Ambil yang baik  tinggalkan yang buruk. Tetap bersikap baik dihadapan ‘mereka’  khususnya mertua, karena mereka juga tidak mungkin 24 jam mengawasi (jangan ngalahin cctv) rajin baca buku tentang parenting, catat point point penting yang memicu perdebatan, cari sumber terpercaya sebagai referensi baik dalam bahasa inggris, Turki.   Apalagi tentang pola asuh anak, biasanya kalau bersumber dari dokter dan orang ahli, mereka bisa percaya, tapi kalau ujungnya tetap pakai jurus : ‘biasanya orang dulu.., zaman saya kecil…’ wassalam..cuek aja, ambil cara yang terbaik.
 Jadikan suami sahabat terdekat
kuncinya: sabar, sedia kuping untuk menjadi pendengar, sedia bahu untuk dia bersandar, sedia pelukan hangat untuk letihnya.
Kata orang orang: Pria Turki begini begitu, cemburuan dan sebangsanya itu.
Jodohmu menunjukan cermin dirimu.
Dapat rezeki berapapun syukuri, mengeluh kurang ini itu, mau ini itu, (pokoknya harus!)–ini akan menjadi percikan perselisihan makin tajam, berkurang kepercayaannya, sikap berubah. Suami  rata rata tidak suka istrinya terlalu bawel, nyerocos terus ingin didengar, padahal dia sendiri juga punya hak untuk didengar.
sediakan kuping untuk menjadi pendengarnya, mendengar dia bercerita tentang pekerjaannya, apa kesulitannya,Memiliki seseorang tempat dia berbagi cerita,  kalau suami merasa nyaman dengan kita, mereka royal memanjakan istri, dan terikat hati.
Servis dengan sepenuh hati
Ehm…bahas ga ya..
‘erotci talk’ itu juga penting dengan pasangan, ga usah risih, toh suami sendiri, Halal.
, Hubungan intim menguatkan hubungan emosional dengan pasangan, keterbukaan, kejujuran.
Kadang perempuan masih malu malu mengungkapkan fantasinya. Hanya sekadar menunaikan kewajibannya, padahal juga kebutuhan baginya,  ungkapkan apa yang kamu inginkan..(apa sih:D)
Jaga ‘marwah’ suami
Biasa kalau kumpul sesama perempuan, tak tahan ingin curhat panjang kali lebar, jajaran genjang! Keluhan rumah tangga di umbar, stop it! Bagi saja yang moment yang lucu-lucu nya, yang aib-aib simpan rapat, curhat sama Tuhan saja. Semarah marahnya sama pasangan, tahan lidah untuk berkata kasar , tarik nafas, cuci muka, ambil wudhu.
——————————————————————————————–

7 tahun pernikahan  apa lempeng-lempeng aja? Tidak juga.

Selama 7 tahun, berapakali pasangan marah?
-masih bisa dihitung pake jari.
Kalau ada masalah menyelesaikannya bagaimana?
-Memberi ruang untuk sendiri,sampai emosi reda dan kami mulai bicara mencari tahu alasan kenapa,dan solusinya apa.
Pernah cemburu dengan pasangan?
-Sejauh kami saling percaya, terbuka, apa yang harus dicemburui. saya tahu masalalunya dan dia tahu masalalu istrinya.
Menghadapi suami Turki dengan karakter kerasnya?
-Sifat seseorang tidak bisa digeneralisir satu negara. 
-bagusnya memang mengenal karakternya terlebih dahulu dgn baik sblm memutuskan menikah.
jangan karena tampilan fisik, ukuran mapan tapi menganggap enteng urusan sifat-.’
Pernah bermasalah dengan keluarga dari suami?
-Hanya masalah kecil, menyelesaikan berdua dengan suami.
Berat ga menikah dan masuk ke keluarga Turki?
hidup kan pilihan dengan segala konsekuensinya, ngapain nyesal dengan keputusan sendiri. Jalani syukuri segala hal baik yang datang di kehidupan kita.
Jika bersyukur, Tuhan akan menambah Nikmat Nya, jika ngeluh melulu..kesusahan juga ga akan ada ujungnya, ada aja masalah.
Menikah itu memang dunia baru, katanya bisa dibilang bahtera kehidupan sesungguhnya, menyatukan dua kepala, bersandingan ego.
Menikah memang ibadah, İbadah yang harus dipersiapkan dengan matang, jalaninya dengan ikhlas bukan karena paksaan atau demi status dimata orang.
Jika masih ragu karena urusan finansial pasangan, urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan, tanya sama diri sendiri, apa benar sudah siap menikah dan tinggal jauh dari tanah air?