Sepertinya sudah biasa ya, kalau ada orang asing lebih tahu Bali di banding İndonesia nya itu sendiri. Terkenal karena musibah tsunami dasyat di aceh, Dikenal karena banyaknya jamaah haji dan umrah  yang datang ke mekkah, terkenal karena banyaknya buruh dan pekerja migran asal indonesia di negara negara timur tengah?
İndonesia, negara terbesar di asia tenggara, masih kalau terkenal dengan thailand, jepang. Saya menulis ini berdasar pengalaman setiap mudik ke kampung halamannya suami, sebuah kota kecil yang kemana-mana jauh:D

 Pernah gemas ga sih ketika ada yang nanya: 

”Negara kamu, cok fakir ya ?” (negara miskin)
”Orang indonesia punya TV ga?”  (pertanyaan macam apa pula ini)
”Kamu kesini jadi pengungsi, korban perang ?” (dikira sama seperti orang suriah yang datang ke Turki)
”apa yang enak dari makanan indonesia, masih enakan makanan Turki ?”
(ehmm kayaknya ga pernah baca berita tentang kisah Rendang padang yang masuk makanan terenak di dunia)
Beberapa pertanyaan yang ditanyakan ke saya, selama mudik ke kampung halaman suami. Kampung halaman suami 9-10 jam perjalanan darat dari İstanbul melalui kendaraan umum maupun pribadi., tidak ada bandara, stasiun kereta, kotanya ditengah-tengah lembah, Berbukit-bukit. ‘hanya berpenduduk’ kurang dari 1 juta orang, bandingkan dengan İstanbul yang mencapai 15 juta jiwa (jadi ga ada apa-apanya)
Ketika sebagian dari mereka (termasuk kalangan keluarga suami) yang belum begitu tahu dan kenal: İNDONESİA. Dan melontarkan pertanyaan ajaib disela sesi nge-cay bareng. Ehm apa yang harus saya perbuat, seketika darah indonesia mendidih..ciaaaa. Tidak bisa! harus diluruskan! Berbekal bahasa Turki yang masih jauh dari sempurna, saya berusaha menjelaskan seperti apa indonesia raya tercinta.
”negara saya ga fakir, negara kaya, kami punya kekayaan alam yang luar biasa” (jangan diceritain dulu bagian pejabat yang pada doyan korupsinya-aib besar yang harus dimusnahkan)
”TV? duh, Teknologi di İndonesia lebih cepat update dibanding Turki, Pasar indonesia untuk urusan gadget masih jauh lebih maju, beberapa hp merk negara asia yang di indonesia udah trend dari tahun kapan, baru masuk turki setahunan ini.
Ngungsi karena perang?–saya bukan pengungsi korban perang,   apalagi minta suaka, saya ngungsi ikhlas lahir batin karena cinta..uhukkk*keselek kebab*
Apa yang enak dari makanan indonesia di banding Turki? -kalau diurutin dari sabang sampe merauke berapa halaman buku?
Sekaya-kayanya kuliner Turki masih jauh lebih kaya kuliner indonesia.
Dulu, awal di Turki, pernah ada ibu-ibu yang nanya-nanya ke saya disebuah Toko, percakapan yang saya ingat kira-kira seperti ini:
-ibukepo: ” kamu orang mana?”
me: ” saya orang indonesia.”
ibukepo: ” wah saya tahu indonesia”
-dalam hati, wah terkenal juga indonesia dikota kecil-
me: ” İbu tahu negara indonesia dimana?”
ibukepo: ” negara? bukannya indonesia itu bagian china” gubrakkk!
Me: ”bukan! indonesia itu negara, ibu tahu jepang kan?”
ibukepo: ”oh iya , jepang saya tahu”
Me: ” kira-kira indonesia itu tetangga jepang negaranya, sama sama di asia:D’belah sono nya lah.
Lalu kenapa patokannya harus jepang? karena orang yang saya temui ini awalnya juga ngira saya orang jepang atau china. Asli turunan dari mana muka dikira japon:)

Promosi Budaya hanya terbatas di Kota besar

Kenyataaannya seperti itu, promosi budaya indonesia kebanyakan di istanbul, Ankara dan beberapa kota lain yang biasanya ada pelajar indonesia. Event-event budaya lebih banyak terkonsentrasi di kota-kota besar.
Dulu ketika masih diadakan:  olympiade ttg Turki yang mengundang pelajar pelajar sekolah Turki di berbagai negara-sayangnya acara bagus ini dilenyapkan. Promosi budaya sempat mampir ke kota-kota kecil- diadakan road show, datang berkunjung terbantu sekali dengan mengenalkan budaya indonesia lewat festival tari nya, sambutan warga luar biasa dengan penampilan anak-anak indonesia.
Sekarang, secara tidak langsung. Dengan kemampuan terbatas, sebagai orang indonesia, ketika datang pertanyaaan-pertanyaan semacam diatas, saya merasa terpanggil untuk menjelaskan. Harga diri bangsa biar ga dianggap sebelah mata juga oleh orang sini yang tidak mengenal indonesia seutuhnya.

Andai punya NHK world.

NHK world channel khusus TV milik jepang yang bisa tertangkap parabola di Turki, isinya sejauh yang saya tahu bermuatan positif mengenalkan jepang ke dunia. Budaya, kultur dll. Channel TV NHK bisa dijangkau TV-TV penduduk di kota kecil.
Turki juga punya TRT, TV publik yang menyediakan channel :kurdi,arab,inggris, terbaru Channel berbahasa melayu untuk menjangkau Malaysia, indonesia.
İndonesia? saya kurang tahu banyak tentang dunai broadcast tanah air, dampak positifnya, imej jepang itu kuat sekali di Turki, Sampai orang Turki yang mengira orang dari bagian asia tenggara pun dikira  orang jepang:D
Bagaimana siaran TV lokal Turki kalau bahas İndonesia?
Pernah saya nonton TV bareng keluarga suami, Berita tentang İndonesia, Tapi?
Liputan tentang kekumuhan warga DKİ di bantaran kali, pinggiran rel-.-‘
liputan tentang papua tapi bagian budaya pake kotekanya-.-‘
Orang utan ditengah hutan belantara, sampai dikira hidup saya di dekat hutan dan banyak orang indonesia ga punya tV
Berita bencana alam!
Ga heran ketika tiba-tiba ngira: semiskin itukah orang indonesia. Sampai dikira negara miskin. Media emang berperan besar menggiring opini-.-‘ Sampai berandai andai indonesia meluncurkan: TVRİ world! 
Sekalian baca ini :kenangan 17 agustus

Lalu apa yang saya lakukan sejauh ini untuk mengenalkan indonesia?

Pakai batik? engga juga, karena terus terang, saya tipe orang yang lebih suka pakai baju warna polos, punya batik juga jarang dipakai hehe.
Cara saya:
Kadang lewat kuliner, sesekali masak makanan indonesia yang bisa diterima lidah orang Turki. saya lebih sering lewat kuliner, bawa oleh-oleh kopi misalnya. cenderamata, dan yang tidak kalah penting stok foto pemandangan atau kota yang indah di HP untuk saya tunjukan:D apalagi tentang Laut indonesia. Beuh meski saya belum kesampean gitu ke raja ampat, tetap saya tunjukan. ”liat dong,cakep kan! ini loh alam indonesia!!”
Banyak cara kan, kalau suruh nari tradisional pakai kostum, jujur saya ga bisa!  Saya bukan duta budaya, saya cuma seorang anak bangsa yang kebetulan berjodoh dan hidup di Turki, dimanapun tinggal saya tetap bangga mengatakan saya orang indonesia, seperti bangganya orang turki: ne mutlu turkum diyene (betapa bangganya mengatakan saya orang Turki) oh saya juga bangga ko tetap jadi orang indonesia:D kalau kamu?