Apa Musik favoritmu? Pertanyaan Standar ya, nah masalahnya saya tidak tahu musik apa yang benar-benar menjadi favorit, terutama Penyanyinya? Apakah pernah keluar uang untuk pergi ke konser musik? sayangnya belum pernah sama sekali, hampir saja sih dulu ketika Linkin Park datang ke Jakarta, tapi urung. Karena mikir, pulangnya sama siapa? pergi sendiri-.-‘ dan tidak ada teman yang menyukai Band yang sama. Pentas musik yang pernah saya datangi, hampir semua Free. Tapi ada juga sih Musik dan lagu yang saya anggap punya kekuatan tersendiri yang akan membuat saya larut didalamnya, Nanti saya ceritakan di akhir.

Konser musik

Terakhir saya diberi undangan oleh salah satu teman, Undangan Ulang tahun TV swasta İndonesia, dapat kursi VİP, menggantikan dia karena ada keperluan, daripada Tiket nganggur, diberikan ke saya, Dapat spot yang OK, melihat Band Ungu dari dekat tanpa harus desak-desakan, Rossa dan beberapa penampilan penyanyi lainnya. Zaman SMA, Sama selalu tertarik acara Pensi, atau acara promo musik seperti ClearTop-Ten. 20 tahunan lalu, rasanya kota Yogyakarta selalu masuk agenda Roadshow grup Band, Penyanyi solo ataupun acara TV bertemakan musik. Tiap Akhir pekan, selalu ada agenda konser gratis. Catat! Gratisan buat anak Kost adalah Berkah.

Saya tipe manusia yang akan hilang konsentrasi jika bekerja mendengarkan Musik, masih mending dengar orang ngobrol biasa tanpa diiringi suara backsound musik. Konsentrasi terpecah!

Musik di masa kecil

Saya terbiasa atau jadi terpaksa mendengarkan musik lewat radio atau kaset yang si stel sama Bapak, biasa pagi-pagi jika memanaskan mesin mobil atau sedang ngotak ngatik mobil kesayangannya di garasi rumah, Lagu Rhoma İrama, Mezzy Z, MansyurS, Elvi sukaesih, Evi Tamala akan mengalun terus dari Side A ke Side B, atau Beliau putar radio kesayangannya Bens Radio. dicekokin Dangdut. Selain Dangdut, waktu saya SD, mendengarkan musik anak-anak, Puput Melati, melissa, Enno Lerian, Bondan Prakosa, Fajar Bahari , Beberapa nama penyanyi cilik yang selalu saya beli kasetnya di Pasar serpong.

Waktu MTs, Di sekolah, Jika ada kegiatan Class meeting, Kerja Bakti atau acara non Formal, dari ruang guru sering sekali diputar lagu – lagu Malaysia, Grup Band İklim dengan lagu Suci dalam Debu, lalu Slam , Gerimis Mengundang sampai Amy Search: İsabela, entah kenapa guru-guru waktu itu menyukai sekali lagu lagu Malaysia, diputar lewat pengeras suara ketika anak-anak sedang melakukan berbagai kegiatan di luar jam belajar. Jadilah masa Mts dicekoki lagu Malaysia.

Beralih ke masa SMA

Karena salah satu Grup Band Yogyakarta melejit, Sheila on 7, saya dan teman-teman di Sekolah juga menyukai Grup Band ini, Musik yang menghiasi masa remaja Sheila on 7, Jikustik, Wong, Caffein dan era Musik SKA.

Masa Kuliah

Karena teman teman saya kebanyakan Laki-laki di Kelas, ini juga berpengaruh, mulailah saya mengenal Linkin Park, Simple Plan.

Selanjutnya, asal dengar aja, kalau kebetulan dengar:) K-pop juga saya lirik, tapi kalau Grup vokal dengan dance gitu, capek sendiri lihatnya–duh ketahuan umur-– tapi yang sejenis Band seperti CN-Blue masih sesekali saya putar, kadang sengaja di İnstastories- tapi saya baca baca juga sih cerita cerita Fandom atau apalah itu termasuk nama-nama Personilnya. Kpopers kan menguasai jagad twitter pas ada liris album idolanya gitu, jadi cek hastagh iseng , Ujungnya saya tahu penyanyi baru bukan dari lagunya tapi dari bacaan di İnternet.

Musik Turki Bagaimana?

Saya tahu, Mustafa Ceceli, Hadise atau Aydilge. Dibawah ini musik Turki yang lumayan menarik buat saya, Penangkal musik Turki versi Suami:V

Biasa saya dengarkan selama perjalanan di Mobil aja, karena terus terang kurang suka ketika suami sambil nyetir mendengarkan musik Favoritnya, Kebanyakan lagu Turki klasik yang biasa disukai orangtua, dia tidak suka musik modern, seleranya semacam İbrahim tatlisı bukan Tarkan. Jadi ga heran sih Kalau datang ke Pesta pernikahan Turki yang terbiasa dengan tradisi menari bersama, dia cuma duduk diam atau ngobrol saja.

Pernah dalam sebuah acara pesta Pertunangan keluarga dekat, dibujuk keponakannya pun , tak bergeming. Untuk turun melantai. Jadi kalau ada yang mengatakan Gen Turki suka menari, Sayangnya yang di rumah, tidak suka menari. 9 tahun lalu, ketika Acara pesta Pernikahan kami dilaksanakan juga di Turki, Tidak ada musik khas pernikahan umumnya, Justru musik musik religi (ilahi) karena tamu didominasi teman teman Mertua yang usianya diatas 60 tahun semua. Suami juga kurang suka musik yang biasa diputar di pesta pernikahan, lalu menari-nari. Aneh ya untuk orang Turki sendiri. Padahal saya menantikan dia joget-joget hahaha.

Waktu hamil, saya juga sempat sebentar mempraktekkan mendengarkan Musik klasik untuk perkembangan Janin, tapi saya sendiri kurang suka dengarnya, Kemudian beralih ke Murottal Alquran, Lantunan Merdu dari Syeikh Mishary Al afasy menjadi pengganti musik klasik, entah ya spontan aja, Tapi lebih nyaman itu. Tapi memang dibanding dulu, semakin saya kurangi mendengar musik, biasa di mobil saja, demi mengamankan kuping dari musik favorit suami, Perkembangan musik tanah air dengan penyanyi pendatang baru jarang saya ikuti, tapi karena sering muncul di sosial media. Saya tahu Raisha aja dari İnstagram, waktu Trending dia mau menikah, itu juga baru tahu tentang pasangannya. Tapi BCL saya tahu dari dulu, semacam isyana, Raisha, Via Vallen, Ayu tingting mereka naik daunnya setelah saya pindah ke Turki. İtu juga karena sering muncul di sosial media heheh.

Sejauh ini musik dan lagu yang benar-benar mudah membuat saya meneteskan air mata, dan teringat berbagai kenangan di masa lalu, rindu kampung halaman, sebuah rasa memiliki, rasa keterikatan…Hanya ketika mendengarkan lagu kebangsaan: İndonesia Raya, atau İndonesia Pusaka, Duh langsung diserang berbagai rasa yang saya raba bernama: Rindu. Kekuatan Lagu dan musik nya luar biasa dibanding musik-musik sebelumnya yang saya tulis. Kalau teman teman bagaimana, punya cerita tentang lagu dan musik yang jadi terfavorit?