Kemarin harusnya jadi moment terindah, berharap suami peka…,oh sudahlah. Tiba-tiba sore hari dia telpon ke hp, kebetulan sedang dinas di luar, pergi ke pusat kota. Dia bilang pergi ke toko furniture membeli ranjang tidur buat Alya, karena dia belum punya, ranjang bayi nya kami tinggalkan di rumah lama. Dan semenjak Alya disapih, usia dua tahun, dia tidak mau tidur seranjang sama saya, mungkin menyimpan kenangan menyakitkan,karena sudah lepas Asi, Yahh Alya belum punya kasur sendiri, uwel-uwelan di kamar kakaknya.

Hadiah pernikahan tahun ini menjadi milik anak-anak semua, Alya punya kasur sendiri, Fatih dapat meja belajar, dan İstri? begitu buka pintu depan, dia menyerahkan belanjaan, seplastik lemon dan seplastik wortel ” Kamu ini aja dulu ya.., sayur” . ujar Dia tanpa rasa bersalah, sambil mengingatkan saya lagi tentang tulisan di Blog yang dia terjemahkan: ”kamu tahu kan bunga itu ga bisa dimakan, Wortel di plastik itu jauh lebih sehat” . Tiba-tiba saya nyeplos ”cimri” raut wajahnya langsung berubah, ” kok kamu tuduh aku pelit”. Nyengir aja, dia paling ga suka harga dirinya tergores sedikitpun, padahal nada becanda, ujungnya bilang ” itu uang di meja kan udah aku pisahin, buat kamu beli Sembako İndonesia”. İya sih dibanding mikirin suami sok romantis ngasih bunga, mending jajanin istri aja, tinggal bikin list mau order bumbu nusantara. Lebih bermanfaat ini.

Hidup bersama dengan dia

Semakin bertambahnya tahun pernikahan jadi semakin mengenal karakter pasangan, dia memang tidak romantis tapi bukan berarti perhatiannya juga luntur. Sosok yang dari awal hidup bersama tidak banyak berubah, kecuali perubahan fisik saja, seperti perutnya yang semakin berisi, uban yang semakin banyak di kepalanya. Orang yang masih sama, sosok Baba yang sebenarnya bukan perokok, tapi sempat nyoba waktu masa-masa sulit 2016 lalu, berujung batuk-batuk, alasannya ”stress”. Cari pelarian lain jangan rokok, tidak lama dia semakin rajin beli kuaci, setiap pergi ke market, Membeli stok persediaan kuaci itu jadi wajib baginya.

Ketika ditanya alasan mau dinikahin Pria ini delapan tahun silam, dari sisi finansial yang belum menjanjikan,pekerjaan sebagai buruh pabrik diawal, tinggal di kota kecil. Bayangan tentang hidup bahagia di kota secantik İstanbul bisa buyar. Ditambah dia anak bungsu yang tinggal bareng anne babanya. Oh pilihan sulit, kisah drama-menantu bak sinetron sering berputar dikepala saya. Tapi ketika sibuk menimbang kekurangannya, hampir saja saya abaikan sisi lainnya: Dia pria baik. Ada hadist yang saya ingat tentang alasan: Antara shaleh, akhlak dan kekayaan. Ada 3 pilihan, ketika penilaian saya bertumpu ke bagian akhlaknya. Bismillah….

https://www.youtube.com/watch?v=nnJ1hkhA4u8&fbclid=IwAR03U2No7d983h8uLVtlO6OKDvTO25UIEZ1n2NWiXBq06yS8UipHB73IBDo

Delapan tahun yang penuh cerita dijalani, tidak banyak berubah, dia tetap orang yang sama, memperlakukan istri dengan caranya sendiri. Tetap setia menjadi operator mesin cuci, menjemur pakaian kami sekeluarga. Pekerjaan rumah tangga dibagi berdua.Dia tetap orang yang sama, ketika Badmood bawaanya harus belanja, dia akan senang menghabiskan rasa suntuknya dengan belanja, entah keperluannya pribadi atau anak-anak, hampir semua baju anak adalah pilihannya, kecuali istri, dia lebih milih saya belanja sendiri, karena akan cerewet kalau salah beli hahah. Jika biasanya pasangan normal, koleksi sepatu akan lebih didominasi istri, berbeda dengan kami, Saya juga tidak habis pikir kenapa kalah bersaing hehe. tapi ya sudahlah selama dia bisa mengontrol keuangan.

Hidup bersamanya, sekarang dan nanti, akan tetap menggoreskan kisah kehidupan dua manusia yang berbeda bangsa, bahasa, berbeda selera, Perbedaan itu menjadi indah jikabisa meposisikan diri, saling menghargai, tetap bersama menjalani tahun tahun pernikahan yang akan datang.

september 2019.

evlilik yil donumu..Keluargapanda..