Setahun Menikah, kami baru dikaruniai Putera pertama, Peran baru menjadi orangtua lalu dimulai. Mengurus anak ternyata tidak semudah teori, sebelum anak lahir, belajar untuk menjadi ‘orangtua’ kami lakukan, mulai banyak baca, bertanya, rajin menonton video cara mengurus anak, banyak yang meragukan saya secara pribadi, apakah mampu menjadi seorang ibu? Kekhawatiran yang tidak beralasan, karena orang yang mengenal saya secara dekat menyematkan saya sebagai perempuan tomboy,cuek. Sedikit pengalaman dekat dengan anak kecil, kecuali Almarhumah keponakan, itupun sekadar menemani dia main. Meragukan apa kah saya mampu mengurus anak sendiri?

Berdua dengan suami, saya buktikan, kami yang tidak terlihat sebagai Calon orangtua yang baik. Hanya seminggu dibantu urus anak, lepas satu minggu hanya berdua, dirumah kecil. Tanpa mertua,ipar. Oh merdeka! Berbagai teori yang kami lahap semenjak si kecil belum lahir, kami praktekan. Mulai dari memandikan anak, semua berkat rajinnya suami mencari tutorial di Youtube, dan dia yang memandikannya. Ketika anak kembung, ketika anak demam, dan sebagainya. Pilihan Mpasi, perdebatan mana yang boleh atau tidak diberikan, diskusi akan berakhir dengan mencari narasumber untuk menguatkan pendapat. Seperti masalah Dot untuk anak, hingga akhirnya kami sepakat tidak memberikan Dot untuk anak. Mana diapers yang berkualitas, harga terjangkau , cek produksi mana, pernah tidak sengaja membeli salah satu merk besar karena tergoda promosi, ketika di cek:

wah ini buatan isra**l’‘ kata suami terkejut. ” terus kenapa?” tanya saya balik. ”Bukannya di Turki, produk dari bangsa ini cukup banyak, karena ada hubungan dagang”. ”iya sih, tapi sebisa mungkin jangan dibeli lah’‘. ujar suami. ”ini terakhir, sayang juga kalau dibuang mubazir”. ” ya udah mau gimana lagi, toh diapers buat wadah pup ini heheh”. Semenjak itu, setiap beli diapers baru, karena diawal memiliki anak, masih mencari mana produk yang cocok dan sesuai kantong. Suami jadi lebih teliti untuk membeli segala perlengkapan bayi, di cek produk buatan mana. Mungkin terlihat sepele, tapi kami punya ketegasan untuk tidak membeli produk mereka, terutama suami. ”kalau masih ada produk lokal, kenapa harus beli produk luar, apalagi dari negara tersebut”.

Berganti Peran

Dunia baru menjadi orangtua, sempat merasakan babyblues dengan emosi yang tidak stabil, Peran suami memang membantu sekali dimasa-masa itu. Berusaha memahami kondisi menjadi seorang İbu. Saya lelah, dia akan turun tangan mengurus Fatih. Kecuali menyusui, hingga Fatih kecil memiliki kebiasaan tidur di dada baba. Dia akan merasa nyaman jika tidur diatas dada babanya. Ditambah untuk bayi seumuran Fatih, badannya lumayan besar, membuat saya tidak kuat untuk menggendongnya lama-lama.

Every child needs a strong parent. A happy parent. (mamakrahel)

Bukan orangtua sempurna, masih terus belajar, saya tidak melarang anak-anak kenal gadget, tetap ada batasan yang kami sepakati, saya juga tidak terlalu keras. Anak tetap kenal fast food, sesekali kami mengajak mereka makan fast food. Hanya ketika di luar rumah.

ketika bosan nonton, Fatih memainakan imajinasinya lewat paint

Didiklah anak sesuai zamannya, Sungguh mereka akan menghadapi masa depan yang berbeda dengan Masa Mu (Ali Bin abi thalib)

Saya hanya membatasi anak untuk tidak bersentuhan dengan HP, Fatih dan Alya tidak kami biasakan memegang HP, dengan alasan nonton, supaya anak tenang, ga rewel, bisa makan dengan lahap. Butuh ketegasan untuk membuat mereka menerima peraturan yang kami sepakati di rumah. Kenalkan anak dengan rasa lapar tidak dengan pancingan gadget baru bisa makan, saya tidak peduli. Dan ketika mereka merasa lapar, otomatis akan mencari Annenya.

Di rumah. Fatih memiliki waktu untuk menggunakan PC, nonton via internet, beberapa kali dia mencoba untuk otak-atik software bawaan dari PC, dan dia, menonton youtube dengan pengawasan, karena akun yang dia pakai semua memakai akun saya, bisa cek dari Notifikasi di HP, channel apa saja yang dia buka, jika melanggar kesepakatan, saya akan memberi peringatan dan menjelaskan alasannya untuk tidak menonton channel tersebut. Saya berusaha mendidik anak menyesuaikan zamannya dan tentu saja tetap dalam pengawasan sebagai orangtua.

Kami ingin mereka tumbuh dengan bahagia, dan sebagai orangtua kami juga harus kuat untuk mendidik dan menerapkan aturan yang sudah disepakati bersama, Ya sekali lagi ini tentang kerja Tim.

Good parenting does not mean giving him a perfect live. it Means Teaching him how to lead agood and happy life in our imperfect world (quotes)