Bismillah, Postingan pembuka awal tahun,..setelah mentok nulis apa, bagi-bagi cerita akhir dan awal tahun saja ya: cerita dimulai ketika akhir tahun saya sengaja uninstall dua sosial media: FB dan İG, tujuannya apa? buat kurang-kurangi berita unfaedah, mulai dari kasus 19 detik sampai tes covid cireng yang ramai dicuitkan di twitter.

Ketika saya iseng membuka İG lewat PC, wah ada DM yang mempertanyakan kemana saya ? kok ga aktif di İnstagram, merindukan postingan İnstastories..astaga hahahaha, iya sih kadang saya bagi hal-hal receh saja, bukan influencer juga. Kemudian saya isi dengan edit-edit video di kanal youtube. Nah terakhir posting ini ,

Menantang suami mengucapkan nama pak SBY yang lengkap, dari dulu dia selalu kesulitan mengucapkan nama panjang pak SBY, kalau saya tulis dikertas baru bisa baca dengan benar, kalau suruh dihafal, lidahnya keseleo terus hahah. Hiburan saja.

Kemudian, mengikuti cuitan seseorang di Twitter, saya juga mulai membersihkan instagram, saya unfollow artis-artis İndonesia hahah, influencer saya cuma follow 3: meiraanastasia, Alexander thian sama jenny jusuf. Makanya saya ga tahu ketika heboh ada selebgram yang katanya lepas hijab, sempat sliweran di feed İG dan sedikit saya baca komen netijen yang mungkin fansnya si mbak selebgram, dia menulis, kalau orang yang ga kenal si mbak selebgram itu siapa, mungkin hidupnya di gua? hahah dia salah, saya hidupnya di Pluto malah.

Saya ganti follow akun-akun yang memberi pencerahan, tsah, akun akun kreatif seperti belajar desain atau motret.

Rumah petani yang menghilang

İni kabar awal tahun yang kurang menyenangkan bagi saya, tadi sore Alya minta keluar rumah, setelah main di Park kemudian kami keluar gerbang dan menuju rumah petani di depan komplek, biasanya banyak bebek , ayam dan sapi di kandang, oh ya kalau sempat baca tulisan saya tentang rumah petani ini

Atau video ini:

Sekarang semua tinggal kenangan, ya beruntung saya sempat memasukannya dalam Vlog.

Saya mendatangi rumah petani yang ditinggalkan begitu saja, rumah sepi tidak ada aktifitas sama sekali. Kemudian ketika pulang, saya bertanya ke suami perihal rumah petani di depan komplek ini, ada apa sebenarnya?

Suami mengatakan, kalau mereka ini sebenarnya menyewa tanah negara untuk diolah selama ini, jadi rumah dan lahan yang mereka garap sebenarnya milik negara (?) sekarang kolam kecil tempat bebek berenang pun sudah diratakan oleh petugas lapas, kemungkinan besar rumah petani ini juga akan dirobohkan diratakan dengan tanah, kemudian akan dijadikan lahan pertanian.

Saya belum sempat bertemu dengan anak petani yang ramah-ramah, Habibe dan melisa, biasanya jika bertemu, mereka menyapa ramah dan mengajak Alya bermain, hari ini sengaja berkunjung dan mendapatkan rumah mereka sepi tidak berpenghuni lagi.

sekarang kolam ini sudah diratakan:(

Banyak proyek lapas tertunda sejak Corona mewabah dan para penghuni lapas diberi cuti dan kebebasan lebih cepat, yang kembali ke Lapas masih sedikit, menunggu kebijakan dari pusat di Ankara, untuk mengisi Lapas yang kosong, sebenarnya tahanan yang tidak dibebaskan cukup banyak di penjara, apalagi ketika tragedi 2016, banyak menangkap dan memenjarakan ribuan orang yang terkait peristiwa tersebut, sayangnya mereka ditempatkan di penjara tertutup, bukan seperti di Pluto, jenis penjara terbuka. Menunggu selepas musim dingin saja, akan kah proyek kembali berjalan? sebagian sudah dipekerjakan untuk menanam pohon di lahan samping komplek, penanaman bibit pohon untuk penghijauan.

Jadi semakin sepi saja Pluto, penduduk lokal semakin berjauhan, hanya tersisa warga pendatang di komplek Pluto, kalau selesai tugas kami semua akan pindah dari sini.

Ada teman WNİ di Pluto

İni kabar menarik lainnya, tiba-tiba beberapa hari lalu saya dapat pesan WA dari teman gelin kenalan, tadinya dia menetap di Ankara, kemudian pindah ke İskilip merkez, keluarga suaminya tinggal di İskilip. Sayangnya sms dia dikirim siang hari, padahal paginya saya sempat ke pusat iskilip untuk belanja. Kemudian suami karantina mandiri lagi, eh tapi jadwal dia ternyata diubah, tidak masuk asrama, berangkat kerja normal, jadi sistemnya ditukar, kadang diasramakan atau bekerja seperti jam normal. Saya sempat menanyakan ke suami, boleh ga menerima tamu dari luar ke komplek? menurut dia belum boleh, mengingat aturan ketat semenjak Corona, tapi ternyata banyak tetangga yang ‘bandel’ tetap menerima tamu kerabatnya datang. Suami tidak mau ambil resiko. Jangankan teman yang datang, setahun ini satupun kerabat suami belum ada yang datang ke komplek, dalam setahun saya hanya beberapa kali bertemu mertua itu juga kami yang datang berkunjung ke Köy, kemudian mampir ke rumah kakak ipar yang biasanya sering dijadikan tempat menginap jika sedang ada keperluan di pusat kota, hanya mampir sebentar. Begitu ketatnya suami menjaga kami heheh, meski satu daerah, interaksi lebih banyak dilakukan lewat online atau telpon saja. Mungkin nanti kalau kasus sudah menurun saya bisa bertemu dan kenalan dengan teman WNİ ini, sabar sebentar.

Motivasi tahun 2021

Saya mau melancarkan penguasaan bahasa asing, bahasa turki yang masih saja blepotan, saya mungkin tipe manusia yang belajar bahasa cukup lambat,terutama berbicara yang memang harus terus dipraktekkan, nah masalahnya di rumah, menyebalkan sekali! suami tidak terima kalau bahasa Turki saya semakin lancar, katanya jadi nambah cerewet astagaaa, jadi lah kalau saya ngomong bahasa turki dia jawabnya suka dicampur bahasa İndonesia, karena dia sendiri iri kalau saya lancar bahasa turki tapi bahasa indonesia dia masih juga tidak ada peningkatan. Solusinya ya memang ngobrol sama teman turki saja, sayangnya sekarang jarang kumpul kumpul lagi. Menonton film atau baca buku buku anak SD, syukurnya koleksi buku bacaan Fatih lumayan banyak. Saya masih ikut kelas online di yunus emre enstitüsu cabang malaysia, terus ikut level kelasnya, kelas dibuka jika pendaftar minimal 15 orang.

Masih punya hutang hafalan beberapa surah alquran di komunitas Maziwid, belum nyetor hafalan, tahun ini harus bisa setor setelah tertunda terus, yah apalagi, masih mau nulis program diet? hahaah panjang ceritanya tapi tetap berharap tahun ini jauh lebih sehat itu aja. sehat badan dan juga mental. Kalau teman teman tahun 2021 mau ngapain selain mau suntik vaksin? vaksin anti-julid ada ga ya, saya pengen lurus aja gitu, ga tergoda men-julid di twitter, eh tapi kadang terpancing, ya semoga tahun inni bisa mengurangi lah ya.