Pindah ke Turki terutama  menjadi salah satu pilihan bagi saya ketika memutuskan menikah dengan suami. Waktu itu tahun 2011, Untuk menetap di Turki dan mengurus İzin tinggal di Turki, bukan perihal sulit. Mengurus ikamet cukup datang ke kantor pusat kepolisian di tiap daerah. Suami yang belum memiliki pekerjaan tetap apalagi asuransi, tetap bukan perkaya sulit mengurus izin tinggal. Tapi itu dulu!
Sekarang, semenjak gelombang banyaknya orang Suriah masuk ke Turki, orang-orang arab yang datang ke Turki, perkara urusan ikamet semakin sulit. Pemerintah Turki akhirnya membentuk badan tersendiri untuk masalah perizinan yaitu, Goç idaresi-Directorate General of Migration Management  tahun 2013 lalu.  Sebelumnya badan imigrasi Turki di bawah kepolisian. Jadi ada unit khusus di kepolisian Turki yang menangani keimigrasian.
Perpindahan manajemen keimigrasian ini menjadi Badan pemerintah tersendiri di bawah kementerian dalam negeri –içişleri bakanlığı. Bedanya dengan  sistem di İndonesia, Kepolisian bertanggung jawab langsung dibawah presiden sejajar dengan kementerian, Sedang di Turki, kepolisian masih dibawah kementerian dalam negeri sama posisi nya dengan imigrasi. jadi jangan heran ketika masuk ke negara Turki, Di Bandara, cek pasport dilakukan petugas polisi, karena tugas polisi memang sejajar dengan petugas imigrasi.

Bercerita tentang polisi di Turki. Ketika kepolisian masih membawahi imigrasi-urusan ikamet jauh lebih dipermudah, dulu sambil urus ikamet bahkan petugasnya bisa sambil menawarkan cay selama interview, suasana hangat, ramah, urusan juga lebih cepat. Antrian tidak begitu panjang, karena pengurusan ikamet bisa di semua kantor pusat polisi  belediye, memudahkan sekali bagi semua WNA.

antrian imigrasi
antrian di kantor goc

Dan sekarang tinggal kenangan. (lebay sekali sayahhh) Tahun 2013 pemerintah membentuk Goc idaresi seiring banyaknya gelombang pengungsi warga negara suriah yang memasuki Turki . Menurut  data, ada sekitar 3.5 juta lebih  mülteci-pengungsi suriah-yang memasuki Turki semenjak pecahnya perang suriah. Jadi wajar saja jika urusan pengungsi harus di urus polisi juga, tentu saja kewalahan., Untuk lebih fokus mengurus orang asing dibentuk Goc idaresi yang  berdampak dengan perizinan tinggal semakin diperketat untuk semua WNA  terkecuali pengungsi.*khusus untuk mülteci-pengungsi-terutama suriah, no yabanci kimlik -personal number-nya pun khusus-tidak sama dengan WNA dari negara lain* Salah satu dampaknya, sponsor visa- pengajuan visa family-terutama jika menikah dengan wn asing- rekening koran, tabungan dengan jumlah yang ditentukan, tapu-semacam surat kepemilikan rumah- menjadi syarat tambahan wajib. Apalagi jika suami-atau calon suami-nya bekerja mandiri-wira swasta-syarat-syarat pengajuan ikamet untuk istrinya yang WNA lebih banyak.
 
Sebagai gambaran, jika belum terdaftar dalam SGK-asuransi pemerintah-biasanya setiap pekerja otomatis terdaftar SGK dari kantor ataupun instansi tempat bekerja. Sedang wiraswasta , petani, dll ada sistem asuransi tersendiri Bağkur, jika belum memiliki kedua nya,bisa dengan asuransi swasta. Karena salah satu syarat wajib adanya asuransi yang mencover pengajuan ikamet. Jaminan uang dalam jumlah sekian dihitung dari berapa kepala yang menjadi tanggungan ekonominya dari si sponsor visa, di kali kan dengan jumlah tahun pengajuan visa. 1 atau 2 tahun, misalkan minimal 20 ribu bahkan 40 ribu lira harus ada sebagai jaminan untuk pengajuan family visa. kalau sponsor nya bekerja sebagai karyawan cukup melampirkan slip gaji dan bukti SGK yang terdaftar. (catatan: setiap tahun selalu ada saja penambahan atau perubahan syarat pengajuan ikamet baru atau perpanjangan) Syarat lainnya SKCK-yang dikeluarkan pengadilan menjadi lampiran tambahan-terutama untuk pihak sponsornya.

Sekarang bagi saya maupun teman-teman di Turki yang akan mengurus perpanjangan ikamet selalu penuh drama

Ada saja syarat-syarat baru yang dikeluarkan Goc idaresi, masih terjadi tumpang tindih manajemen, petugas yang tidak responsif-karena Goc idaresi juga belum lama terbentuk- saya pernah mengalami hal yang menyebalkan ketika mengurus perpanjangan ikamet tahun 2017, Tiba-tiba suami di telpon pihak Goc idaresi meminta saya menerjemahkan akta lahir? harus dikirim ke kantor pusat Goc İstanbul di daerah Fatih-istanbul eropa side- jumat sore di telpon, senin akan di proses, sabtu? kantor pemerintah libur.
Kalang kabut nyari info translater tersumpah. Lalu saya cari informasi ke beberapa kenalan termasuk orang KJRİ, dimana mencari penerjemah tersumpah untuk translate akta lahir saya. Begitu dapat penerjemah, kontak via WA, data dikirim lewat WA, saya mencari informasi tambahan  tentang syarat akta lahir ini. Tapi ternyata cerita berbeda saya dapatkan dari teman-teman yang mengajukan perpanjangan ikamet. Tidak ada syarat akta lahir. Lho lalu saya? curiga ada yang ga beres. Akhirnya suami memutuskan di hari senin cuti kerja dan kami datang langsung ke kantor pusat Goc, bertemu petugasnya untuk menyerahkan syarat tambahan.
Bertemu petugas Goc yang mengurus perpanjangan dokumen ikamet saya. suami bicara baik-baik sebagai sponsor, menanyakan tentang syarat tambahan, petugas Goc cek kembali dokumen yang bernama sama dengan nama saya dan ternyata orang yang dimaksud itu bukan saya! gemas rasanya-tanpa rasa bersalah dan tanpa permintaan maaf pula- alasannya karena dokumennya banyak, nama sama berasal dari negara yang sama indonesia, bedanya ternyata kasus si Mbak yang namanya persis nama saya (nasip punya nama pasaran seindonesia-.-‘) dia ada kasus dengan perizinan tinggalnya karena dia bawa anak dari indonesia, sedang kedua anak saya berwarga negara ganda. Ga ada urusannya dengan Goc idaresi, Anak-anak saya memiliki Ktp Turki seperti babanya. Akta lahir yang sudah saya terjemahkan jadi tidak berguna-sempat panik duluan karena mepetnya waktu. Ternyata petugasnya salah orang.
Rendevu-apply pengajuan ikamet untuk mendapat jadwal pengajuan di İstanbul cukup lama, karena begitu banyaknya WNA yang mengajukan izin tinggal, meski bisa diurus via online pada prakteknya untuk melengkapi dokumen yang kurang, pengaju ikamet harus datang langsung ke kantor Goc dan bisa dipastikan selaluterjadi antrian panjang.
Baca: Syarat menikah di turki
Urusan İkamet ini sering menaikan tensi para suami yang direpotkan dengan penambahan-penambahan syarat pengajuan ikamet  yang ujungnya mereka selalu bilang: Udah pindah aja jadi WN turki!-karena malas direpotin dengan ikamet yang harus perpanjang terus. Masalah pindah warga negara bukan perkara mudah,tiap orang punya pertimbangan masing-masing, kalau saya pribadi, jujur saya belum tertarik penuh menjadi warga negara turki dengan segala pertimbangan yang ada. Kedepannya belum bisa diprediksi tapi saat ini: Belum berminat!urus izin tinggal
İni bisa menjadi catatan tambahan buat teman-teman yang berpikir untuk pindah ke Turki, terutama yang menikah atau sedang menjalani romansa dengan orang Turki-cieeehhh.

  1. Pengurusan ikamet tiap tahun semakin ketat, jadi siapkan dokumen yang dibutuhkan dengan baik.
  2. Daftarkan pernikahan di İndonesia maupun di Turki, beberapa ada yang menganggap enteng perkara ini dan menunda nunda mengurusnya, diurus lebih cepat lebih baik.
  3. Usahakan-terutama calon suami- jika dia orang Turki punya pekerjaan tetap.
  4. Bersih dari catatan kriminal! karena syarat pengajuan ikamet harus ada bukti surat kelakuan baik yang dikeluarkan pengadilan Turki.

Saya sering mendapat email dari teman-teman yang sedang menjalani hubungan dengan WN Turki maupun teman-teman yang mencari informasi tentang kehidupan di Turki.hidup bersama

Seperti biasa,saya memberi catatan khusus sekalian di tulisan ini, terutama untuk teman-teman yang sedang maupun sudah menikah dengan WN Turki dan berniat untuk tinggal di Turki, Perhatikan 4  point yang saya tulis diatas, dokumen keimigrasian usahakan lengkap, daftarkan pernikahan di kedua negara, pekerjaan tetap bagi sang sponsor-suami- Beberapa curhatan yang masuk, ada yang calon nya masih wajib militer, ada yang belum lulus kuliah dan berniat menikah. Nikah memang ibadah, tapi perkara  menikah dengan orang asing, pendamping ibadahnya panjang, berbagai dokumen perizinan tinggal demi bisa hidup bersama itu banyak yang harus diurus.
Baca: Pernikahan ala Turki
Namanya cinta serahkan saja sama Allah?? Pasrah,berserah tanpa usaha namanya apa? Kalau belum punya pekerjaan tetap, pikirkan dulu, ya syukur syukur punya usaha mandiri dengan aset besar mungkin tidak akan pusing, jika ditabungannya pun tertulis puluhan ribu lira. Jaminan finansial bukan seribu dua ribu lira atau gaji sebulan, jumlah minimal ditentukan dari pihak Goc, jaminan asuransi juga harus ada.
Catatan kriminal? kalau punya calon yang sudah pernah berurusan dengan hukum, apalagi tindak kekerasan sebaiknya juga pikir ulang, karena tidak bisa jadi jaminan kalau hal yang sama tidak akan terulang dalam rumah tangga, dengan tempramen keras atau suka main kasar. Karena bukti kelakuan baik yang dikeluarkan pengadilan menjadi syarat wajib bagi sang sponsor.
Perkara İzin tinggal di Turki  semakin tahun  diperketat , ditambah banyaknya pengungsi yang kini menetap di Turki. Mau gak mau berurusan dengan kantor Goc idaresi akan menjadi agenda tetap setiap perpanjang izin tinggal, kedepan semoga persyaratan semakin jelas, tidak terus ada perubahan, kalau berharap menjadi lebih murah sepertinya tidak mungkin.