Rabu lalu, sebenarnya rencana awal mau ke Hattusa,Salah satu wilayah wisata sejarah di Turki peninggalan bangsa Hittit. Tadinya Suami mau membatalkan rencana yang sudah disepakati dari seminggu sebelumnya, hanya gara-gara kulitnya rada ‘gosong’ kepanasan, cuaca memang panas waktu itu, alasan yang maksa banget. Sebagai orang yang tidak suka di Php-in langsung protes sambil melirik tajam! kemudian dia bilang: ” tamam, tamam, ga jadi batal! (mungkin dia pikir, daripada kesiksa disindir terus dirumah hahaha, karena sudah hafal dengan karakter saya: Setiap ucap janji harus ditepati kalau engga dihantui–alias saya bakalan nagih terus sampai kupingnya keganggu) Sadis ya, eh engga juga. İni Prinsip, jangan pernah menjanjikan apa-apa sama saya kalau ga bisa menepati..tsahhh!. Jadi rencana tetap disepakati. Jalan! —Setelah dikurung dari bulan maret karena wabah covid19, saya butuh sedikit udara luar selain Pluto dan Pluto terus.

Alacahöyük

Karena dari Arah Pluto lewatin merkez corum, Begitu di jalan besar, kami malah ambil arah ke Alacahöyuk, harusnya semalam saya google dulu, jangan terlalu percaya diri, kalau Alacahoyuk dekat dengan Hattusa, tapi ternyata beda wilayah-.-” Video perjalanannya sudah tayang di channel youtube : Rahma Balci, Kalau mau mampir silahkan loh, subscribe juga gratisan.

Kalau penasaran kenapa saya ga tulis channel keluargapanda, karena sempat ada yang komplain dengan akun yang sama di Youtube, meski diberi spasi. Untuk Blog sudah sah Domainnya saya beli, jadi kalau mau komplain. Oh tidak bisa! Pemilik sah domain:) cuma di youtube aja, karena udah ada yang pakai nama itu. Jadi channel youtube saya pakai nama panggung: Rahma Balci…haishhh kayak penyanyi dangdut aja nama panggung. saya masih belajar , untuk ngedit video sih cepet belajarnya, banyak aplikasi pendukung dan tutorial, nah untuk berbicara didepan kamera ini, saya butuh proses, jadi maklumi dulu, terbiasa dibelakang layar terus harus cuap-cuap di depan kamera butuh perjuangan!

Balik lagi ke cerita AlacaHöyuk, Lokasi museum dan situsnya ini benar-benar terpencil, untuk kendaraan umum, jarang ada yang beroperasi menuju situs AlacaHöyük , atau mungkin tidak ada sama sekali. Biasanya ada paket Tour yang menawarkan wisata ke Hattusa-Alacahöyük, Rombongan bis gitu, sisanya bisa sewa kendaraan pribadi, di kota Corum ada jasa rental mobil, mudah ditemukan. Selain itu kendaraan pribadi saja.

keterangan: ANKARA: İbukota Turki , mobil merah: Lokasi alacahoyuk, mobil biru: Pluto

Dari Ankara butuh waktu 2 jam setengah menuju Alacahoyuk sekitar 204,6 km, dari İstanbul lumayan jauh, Provinsi Corum tidak punya Bandara maupun stasiun kereta, hanya ada terminal Bis saja, kalau naik pesawat, ke Bandara terdekat seperti Merzifon yang masuk wilayah Amasya. Kereta? Hanya sampai Ankara, lanjut naik Bis. Kurang strategis memang, karena letak daerahnya diantara Pegunungan.

Tiket masuk Alacahoyuk

Kemarin saya hanya bayar 10 lira untuk satu orang, kalau punya muzekart, Free. Masih murah memang, tapi ya terpencilnya itu menjadi tantangan tersendiri menuju Alacahoyuk. Benar-benar berpetualang.

Perjalanan menuju Alacahoyuk disuguhi pemandangan menghijau, ladang penduduk,danau, suasana pedesaan khas Turki dan jalan aspal yang cukup mulus.
Tujuan awal: hattuşa-.-‘ tapi malah nyasar alacahoyuk—biasanya untuk daerah wisata di Turki, selalu diberi warna coklat di papan penunjuk jalan.
isi museum dan situs arkeologinya, ditemukan bekas kuburan orang Hittit, ditutup kaca agar tidak dirusak. Sisanya berbagai penemuan terkait bangsa Hittit di Alacahoyuk disimpan di museumnya.

Untuk artikel terkait tentang kuburan bangsa Hittit yang unik, bisa baca di artikel saya sebelumnya:

JEJAK BANGSA HİTTİT Dİ MUSEUM CORUM, TURKİ

koleksi museum yang menarik perhatian saya: mirip ulekan batu, mungkin orang Hittit udah kenal ‘sambel’ sejak zaman perunggu. Bikin sambel terasi kali ya:D
Maket dari Kota Hattusa, İbukotanya Bangsa Hittit, sekarang hanya tinggal reruntuhan saja dan masuk UNESCO
Patung spinx Bangsa Hittit di Alacahoyuk

Short Trip Rabu lalu meski sedikit kecewa karena salah belok ke Alacahöyük dulu, tadinya mau lanjut Hattusa eh suami malah ngajak Trip ke Yozgat, kota terdekat dari Alaca. Ya hitung hitung dia napak tilas perjalanan masa remajanya, ketika kuliah di Yozgat tapi itu juga ga selesai, dia ingin ngajak anak-istrinya ke Yozgat. Dulu saya juga ajak dia ke Yogya, untuk napak tilas masa remaja ketika sekolah dan kuliah di Kota pelajar itu, Gantian suami ngajak ke Yozgat, kota yang sama penuh kenangan bagi dia dimasa remaja. Jodoh kan..antara Yogya dan yogzat (maksain banget-.-)

Cerita tentang perjalanan ke Alacahoyuk sudah saya upload dalam bentuk video youtube, tonton ya meski masih banyak kurangnya. Kanal youtube Rahma Balci, saya buat untuk dokumentasi Trip kemanapun kami jalan dan bisa bercerita, kelak kalau anak-anak sudah besar, dan video Youtubenya masih ada, bisa mereka ditonton sebagai kenangan masa kecilnya, wah beruntungnya emang anak-anak zaman sekarang. Untuk daily life apalagi buka-buka ‘aib’ keluarga, wah engga lah-.-‘ Bukan gaya saya juga expose berlebihan, apalagi posting wilayah privasi anak, bahaya mengintai. Sisanya nanti saya pikir lagi, upload apa yang berfaedah, ada yang nonton ya Alhamdulilah:D Maunya kanal traveling gitu tapi uploadnya ga bisa konsisten, tergantung ada dana dan waktu buat travelingnya, apalagi nunggu suami libur dulu. Sabar-subur makmur….

Saya tuh suka ngeledekin suami, eh jangan jangan Hittit emang leluhur kamu, kakek buyut-buyuuuuuuutnya kan emang orang wilayah Corum-Yozgat aja, wah perlu tes DNS mungkin, jangan-jangan keturunan Hittit emperor:D— berjodoh sama penduduk sunda empire..-.-‘ eh ga ngaku lah saya …cuma orang sunda aja yaaa.