Categories
Cerita keluargapanda

Selalu ada hikmah dibalik Musibah

Kemarin, tiba-tiba laptop yang sudah ‘sepuh’ itu minta diistirahatkan, selain keyboardnya sudah tidak berfungsi secara normal, beban hidup si laptop yang semakin berat…, yahhh dia pilih ‘pensiun’ dengan caranya sendiri, dicoba dibantu dengan memanggil..windows 10 kembalilahhhh…ternyata ‘nyawa si windows sudah enggan untuk kembali.

Sebagai Blogger, saya tiba-tiba panik, lihat layar Hp yang juga baru saja retak seminggu lalu, gara-gara tertimpa botol. Lalu Laptop yang menemani sejak tahun 2014, karena laptop sebelumnya berakhir ditangan kreatif anak Balita bernama Fatih. Retak layar karena di Geprek..huhuhu, tingkahnya yang super aktif, naik ke meja lalu nutup laptop dengan sekuat tenaganya ..brakkkkk…layarnya langsung retak.

Suami, sambil memijat kepalanya yang tiba-tiba pusing,karena laptop untuk kesekian kalinya rusak, padahal harus berangkat kerja, mencoba ngotak-ngatik Laptop namun tidak juga berhasil, Ketika laptop rusak yang teringat dibenak kami adalah, keponakan kesayangan di İstanbul, yang kebetulan bekerja sebagai IT staf, biasanya kalau ada problem dengan komputer tinggal telpon keponakan ini, Beres. Tapi sekarang dia jauh.

Saya? Sambil mikir gimana nasip melanjutkan Blog keluargapanda, sedang tidak ada komputer lagi di rumah, keuangan sedang tahap pas-pas-an. Belum mikir bulan depan persiapan sekolah Fatih juga. Belum hari Raya. Oh ya google adsense cair? ga cukup buat beli komputer baru. Galau…..! Curhat sama teman baik, dia sampai berinisiatif mau meminjamkan laptopnya dulu, tapi kirim dari İstanbul? Sudahlah saya pasrah saja. Mungkin nasip nge-blog harus terhenti 6 bulanan sampai terbeli kembali komputer.

Pulang kerja. Karena kebetulan dinas malam, jam 8 pagi dia sampai rumah, langsung mandi, ganti baju kemudian pergi lagi menuju Pusat kota, saya pikir, Mau service laptop. Tapi laptopnya ga dibawa. Entah dia mau ngapain ke Pusat kota.

Menjelang sore, saya sibuk masak untuk makan malam di dapur, sepanci Bamya kesukaan suami, nasi bulgur, kabakli yoghurtlu. Saya siapkan untuk menyambut suami pulang. selesai masak, saya cek HP, ada 5 kali panggilan tak terjawab, ternyata dari dia. Kemudian saya telpon balik sambil leyeh-leyeh di Balkon, ketika menunggu sambungan telpon, sejenak menikmati pemandangan sore dari ladang gandum di depan rumah yang baru selesai dipanen, puluhan sapi di gembalakan di ladang, anjing penjaga sibuk lari kesana kemari menjaga sapi tuannya. Pemandangan sore yang begitu menarik.

Balım, ben bilgisayar aldım’ heh, Para var mi? tanya saya balik. Karena kemarin sore sebelum berangkat bekerja dia bilang, tidak ada uang karena harus bayar cicilan. Kemudian dia bilang, memakai uang simpanan. Untuk urusan keuangan, jujur saya respek sama suami, dia lebih pintar menabung daripada istrinya *toyor nih. Ternyata urusan dia pergi ke pusat kota untuk membelikan istrinya komputer baru, pengganti laptop yang minta pensiun dini.

Sore,sekalian menjemput Fatih dari kuran kursu, dia datang dengan dua bungkusan plastik besar. Ternyata beli PC. Padahal mengeluh lapar, tapi kemudian sibuk mengotak-ngatik PC dan modem baru.Berkali-kali saya ingatkan untuk makan dulu, tidak dihiraukan sebelum semua pekerjaan beres.

Begitu semua urusan selesai, langsung datang ke meja makan, dengan lahap dia makan sore itu, lalu lanjut minta dibuatkan Cay. Kemudian setelah santai sebentar dia cerita, kenapa akhirnya memutuskan membelikan PC, alasan terbesar karena: saya. Duh! Dia tahu hobby saya dari dulu adalah nongkrong didepan laptop, selain karena ‘bekas’ kuli desain grafis, pernah dialihkan hobby lain seperti kursus menjahit,saya tidak ada hasrat, satu-satunya keberhasilan hanya bisa menjahit manual dengan benang yang agak rapihan-padahal keluarga emak saya pada pinter menjahit, semua tante termasuk emak saya jago menjahit, punya mesin jahit semua. saya? iya saya, payah banget.

Baca Awal Cerita Kami

Buat dia, melihat istri bahagia adalah kebahagiaan dia juga, ciee, dia tahu, selain istrinya suka jalan, istrinya hobby ngetik, ngetik kok hobby?? dan menulis adalah hobby yang dia dukung. Karena dia selalu ingat akan janji-nya diawal pernikahan. Saya menikahi kamu untuk sama-sama bahagia. İya saya bersyukur untuk janjinya yang berusaha selalu dipenuhi meski saya ga terlalu nuntut, sesuaikan dengan kondisi saja. Sampai akhirnya rela memakai uang simpanan. Karena bagi dia, rezeki itu bisa tetap mengalir berkah salah satu sumbernya dari doa-doa istri. Tenang aja kakang prabu, nomer satu pasti lah.

Dan anggap saja, uang adsense kemarin bisa kebeli komputer , suami nomboknya banyak banget:D tapi terharu juga dengan perjuangannya, sampai rela bolak balik ketiga toko elektronik besar, mencari PC yang sesuai, dipandu keponakan di İstanbul lewat telpon, oh ya si keponakan ganteng ini tetap jadi konsultan kesayangan kami untuk urusan komputer, jadi saran-saran dia, merk apa , yang sesuai budget dan spek nya memadai.

Dibalik Musibah laptop yang rusak lagi (dan ini juga dirusak i sama Fatih:D) akhirnya ada pengganti baru, sebelumnya Fatih sampai bilang: ozul dilerim babam...karena dia merasa bersalah.

İnsha allah Rezeki mu dilipatgandakan…Balım. Ga jadi deh hiatus 6 bulan:)

2 replies on “Selalu ada hikmah dibalik Musibah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *