Tahun ini, usia Alya memasuki usia 5 tahun, kami memang ada rencana memasukkan Alya untuk sekolah TK, karena Alya sendiri yang ingin sekolah, keinginannya kami turuti, apalagi tinggal di komplek yang jauh dari mana-mana, dia juga terkadang cepat bosan, ditambah menurut babanya memasukkan Alya ke sekolah bagus untuk dia bersosialisasi dan melatih lagi bicaranya supaya lebih lancar, ya selama ini, baik Alya maupun Fatih dikenalkan dua bahasa, yang kadang masih tercampur ketika berbicara: Mix İndonesia-Turki terkadang diselipin kosakata dalam bahasa inggris terutama nama warna. Untuk anak seusianya di komplek, Alya sedikit delayspeech– Memasukkan Alya ke TK jadi salahsatu solusi supaya dia banyak berinteraksi dengan teman teman sebaya dan bisa lancar bahasa turkinya.

Satu-satunya TK di İskilip

Karena kota kecil, kami baru tahu ada satu TK di pusat iskilip, apakah ada TK lain? itu juga kurang tahu, karena setelah saya googling, di kota ini hanya ada satu TK, iya hanya satu TK ini saja, tidak ada TK lainnya. Ya syukurnya Alya bisa masuk TK ini, muridnya juga ga banyak, atau mungkin warga kota ini kurang berminat memasukkan anak-anaknya ke TK, tidak menjadi hal wajib juga sebenarnya, Taman kanak-kanak di Turki hanya fokus untuk bermain, bersosialisasi, tidak diajarkan membaca, iya BACA itu mulai diajarkan di kelas satu SD, jadi nanti ketika anak masuk SD: selama satu semester hanya fokus belajar baca tulis saja, PR bisa berlembar-lembar, rasanya tangan anak bisa kapalan karena harus dilatih menulis terus menerus.

Ketika anak masuk TK, minggu pertama ada pengenalan terlebih dahulu, waktu itu saya nebeng tetangga yang anaknya juga masuk TK, kami berangkat bareng, dia yang nyetir. Selesai masa pengenalan, Perwakilan dari TK membagikan beberapa lembar formulir yang wajib diisi wali murid, sebagian formulir yang wajib disi tentang riwayat kesehatan anak. Kemudian no rekening bank untuk pembayaran SPP anak TK per tanggal 15 disetor ke rekening yang tertulis, wah saya pikir TK pemerintah SPP gratis, seperti jenjang sekolah di atasnya, SD, SMP, SMA, ternyata anak TK harus bayar SPP, perbulan dikenakan SPP tahun ini 150 lira.

Ada List kebutuhan alat tulis

Sekolah di Turki biasanya setiap tahun ajaran baru, wali kelas akan membagikan selembar list alat tulis yang wajib dipenuhi, alat-alat penunjang belajar selama satu tahun dibuatkan list oleh gurunya, seperti pembelian buku tulis, crayon, pensil dan lain-lain, untuk memenuhi list kebutuhan alat tulis Fatih dan Alya, sepulang Baba dinas, kami langsung pergi ke pusat kota Çorum, 45 menit dari İskilip, tapi karena sedang ada perlebaran jalan, jarak tempuh menjadi lebih lama, dan ditambah sepulang dari Corum, mobil kami sempat ditabrak dari arah belakang, sehingga bemper belakang juga rusak, yang nabrak kap depannya lebih parah. Suami sempat bersitegang dengan pengendara yang nabrak itu, minta jalur damai, karena mobil dia jauh lebih parah kerusakannya, yang salah siapa?

Tentu saja yang nabrak kami dari belakang, ketika jalanan didepan sedang ada perbaikan, bahkan sudah dipasang rambu peringatan untuk hati-hati dan pelan, mobil dibelakang ngebut, Pokoknya ngadepin orang Turki yang nyetor ugal-ugalan itu bikin emosi, jadi inget tulisan lama tentang bagaimana orang Turki nyetir yang bikin ‘horor’ bisa dibaca :’ orang Turki kurang sabar!

ini cerita dalam Vlog ketika kami turun gunung membeli kebutuhan anak sekolah…kantong auto kempes.

Ketika sampai di Corum, kami langsung mencari toko alat tulis besar, di Turki biasa disebut:Kirtasiye, seperti apa bentuknya bisa cek di Vlog atas. Menyerahkan list dari guru kelas kemudian serahkan saja sama penjaga toko, mereka terbiasa mencarikan list barang para pembeli ketika tahun ajaran baru.

Setelah semua list untuk sekolah fatih dan alya terpenuh tinggal bayar dikasir, totalnya jika dirupiahkan 1. 250.000,- untuk peralatan sekolah anak TK dan anak SD, yang lebih banyak si anak TK. Selesai?

Karena semester baru itu bulan september dan awal musim gugur, tentu saja urusan kebutuhan anak sekolah tidak berhenti di pembelian alat tulis saja, kebutuhan untuk sepatu baru, boot untuk winter syukurnya masih muat, tapi sepatu sport lain udah kekecilan, baju-baju untuk musim gugur dan musim dingin juga sekalian beli untuk mereka, dan ketika ditotal, alhamdulilah masih ada rezekinya, pokoknya sehat sehat buat si baba nyari rezeki, anak anak baru menapaki usia sekolah, sekolah gratis hanya simbol saja:) list kebutuhan untuk bersekolah jauh lebih besar.

Biasanya nanti juga, Guru kelas menawarkan kursus tambahan, buku pendukung, gratis? ah mimpi saja:V semua harus bayar, SPP.

Realita tidak seindah pencitraan

Pendidikan di Turki sebenarnya seperti apa ya? apalagi belakangan banyak agen-agen di İndonesia menawarkan kemudahan kuliah di Turki, yang diiklankan bukan prestasi kampus-kampus tujuan tapi malah wisata Turki, iming-imingnya kalau kuliah di Turki, bisa menikmati pemandangan alam yang indah, wisata sejarah, kuliner yang menggugah, lah bukannya sektor pendidikannya yang ditonjolkan

Mungkin ada yang mau membaca salah satu artikel ini:Turkish university students camp in parks to protest rent hikes

atau lanjut baca artikel lama: Untung rugi kuliah di Turki

Kontras kan, ada 8 juta mahasiswa di Turki tapi ketersediaan asrama mahasiswa pemerintah hanya bisa menampung 800 ribu saja, dan karena inflasi tinggi, harga sewa apartemen juga naik tajam, kasihan jika mahasiswa dari daerah lalu kuliah di kota kota besar, uang kiriman anne babanya bisa habis untuk rental tempat tinggal saja.

Kalaupun tertarik kuliah di Turki usahakan jalur resmi beasiswa jangan lewat agen, sudah banyak kasus terjadi, iming iming kuliah di Turki, ga bisa masuk kampus favorit masuknya kampus di kota kecil, udik, boro-boro peringkat dunia, nama kampusnya aja belum tentu orang Turki tahu, wah ada kasusnya? ada. si agen cuma bilang Maaf, Sementara si mahasiswa dan orangtuanya di İndonesia berharap lebih karena anaknya bisa kuliah di luar negeri.

Sebenarnya ada model sewa per-kamar, macam kost-kost-an di İndonesia, tapi jumlahnya tidak banyak, rata-rata mahasiswa menyewa apartemen untuk tinggal bersama, mahasiswa turki sempat melakukan protes dengan cara tidur di taman-taman karena tidak sanggup sewa apartemen, ada juga yang memilih cuti sementara. Sementara jauh di amrik sana, ada proyek gedung kebudayaan yang menghabiskan duit jutaan dollar dari negara ini, sedang sektor pendidikan di dalam negeri, ngap-ngapan sendiri. Lah TK aja bayar SPP. Tapi pencitraan poros pemimpin dunia islam tetap dipoles, realita ehm tidak se’wah’ itu.

Banyak gedung-gedung sekolah terutama di kota besar, over kapasitas. Ketika kelas offline dibuka kembali, karena saking banyaknya murid di sekolah tersebut, sekolah dibuka sampai malam, dibagi kelasnya supaya tidak penuh sesak. Bayangkan para tenaga pengajar harus kerja extra keras dalam satu hari. Pembangunan gedun gedung sekolah pemerintah terus terang masih kurang, gedung sekolah Fatih, sekolah tertua di kota ini, berdiri sejak 1926, sempat beberapa kali renovasi, tapi untuk dibilang gedung modern? masih jauh. Bahkan fasilitas untuk olahraga gantian dengan anak-anak SMP yang masih berada dalam satu bangunan.

Sebagai orangtua, nulis seperti ini, adalah gambaran realitas yang ingin saya bagi, kalau mau dibilang apa sistem pendidikan Turki lebih baik dari İndonesia? saya tidak punya datanya, kampus kampus favorit Turki juga rangking dunianya tidak jauh dari Uİ,UGM,İTB. Nyatanya di daerah-daerah fasilitas pendidikan juga belum sepenuhnya merata.

Kalau ada yang muji-muji Turki pendidikan gratis? ehm …belum aja dikasih list yang wajib dibeli wali murid setiap tahun ajaran baru, kebutuhan penunjang pendidikan tidak bisa dibilang murah di Turki . Dana pendidikan usahakan tetap ada.

Perjalanan kami sebagai orangtua baru, maksudnya anak-anak baru masuk jenjang usia sekolah, start-nya cukup berat karena dibarengi inflasi tinggi, jadi harga harga alat tulis dan penunjang sekolah lainnya cukup menguras kantong. Ya semoga selalu ada rezeki yang berkah lancar demi pendidikan dan masa depan anak-anak. **Padahal alya cita-cita pengen jadi dokter katanya*** TK dulu aja nak, perjalanan masih panjang hehehe.