Menikah dengan orang Turki, Tidak otomatis, saya tahu segala hal tentang Turki, salah satunya dunia hiburan. Sering sekali ada yang bertanya: Artis A, penyanyi B, Film C. Saya: melongo. Sungguh pengetahuan saya termasuk minim sekali tentang industri hiburan di Turki.

Televisi

2018, untuk pertama kalinya Kami punya TV, dari awal menikah, saya dan suami sepakat tidak memiliki TV di rumah, lebih suka menonton dari laptop, pasang WiFi. Karena alasan pindah ke rumah baru dan dekat dengan keluarga besar suami, akhirnya beli TV, daripada İbu mertua bertanya terus. Bagi dia, Rumah tanpa TV itu terasa ‘kosong’, Beliau pernah memaksa kami untuk membawa TV jadulnya ke İstanbul, Dan membahas terus kenapa kami tidak punya TV di rumah. Ya daripada ditanya terus, kan yaaa, akhirnya suami beli TV. Tapi tetap kami jarang nonton TV nasional selain Berita. Lalu channel TV anak: TRT Cocuk, Minika, Cartoon Network. Netflix, Youtube. İtupun pilihan selalu Film atau drama Non-Turki. Karena itu Pengetahuan saya tentang dunia hiburan Turki, Minim sekali.

Menikah dengan Orang Turki, bukan berati ‘menTurki-kan’ diri Masalah hiburan itu kan selera, saya bukan penggemar sinetron Turki, Dulu memang sempat mencoba mengikuti Sinetronnya, tapi semakin kesini kok ya jenuh, durasi per-episode 2 jam, bandingkan dengan tayangan drama Korea atau China, paling lama juga 1 jam. Dengan tipe pembosan, saya lebih memilih Drama dari negara lain, atau Sekalian nonton Film Turki kalau alasannya untuk belajar bahasa.

Kalau di tanya orang Turki

” Menurut kamu Turki bagaimana?

”Bagusan Turki apa İndonesia?’‘ . Pertanyaan seperti ini entah berapa puluh kali datang ke saya setiap bertemu orang baru. Jawabannya saya selalu: Sama.

”Turki bagus, Bagus mana İndonesia atau Turki? Saya suka keduanya DAN tidak akan memilih mana yang lebih baik, di Turki karena saya menikah dengan orang Turki dan hidup di negaranya, İndonesia, bagaimanapun itu adalah asal saya, saya tidak akan pernah untuk tidak mencintainya”.

Lalu pas bagian ” Makanan Turki bagaimana?”.

saya jawab jujur ” saya suka”.

Kemudian kalau pertanyaan berlanjut.

‘ Enakan mana makanan Turki dan makanan İndonesia?”.

Jawaban saya: ” Keduanya enak, tapi lebih enak lagi makanan İndonesia, karena saya orang İndonesia”.

Pemerintahnya bagusan mana

Selalu juga muncul pertanyaan ajaib seperti ini.

” Mbak beruntung ya hidup di negara yang presidennya dicintai rakyat, yang..bla..bla blaaaaa’

Mau balas jawaban sambil senyum.

Memang rumput tetangga selalu lebih hijau, eh pas tau aslinya dicat aja nanti kecewa”.

Saya memang bersuamikan orang Turki, tapi ga semua artis, penyanyi dan orang seTurki saya kenal (eh kamu teh siapaaa:D) Setiap ada pertanyaan tentang Turki, belum tentu saya tahu 100 persen, sebelum nanya suami, googling, teman. Tapi sebisa mungkin akan saya bantu jawab, hitung-hitung itu juga keuntungan buat saya, nambah pengetahuan.

Kalau ada yang nanya lagi: ” mbak tau lagunya si Penyanyi ini ga?” sebentar, kalau linkin park saya tahu:S

Sama halnya ketika saya mengaku sebagai orang Sunda, apa saya bisa nyarios sunda yang lancar atau hafal semua sejarah tanah pasundan, atau lagu-lagunya. Ngaku ber-Ktp orang Bogor saja saya masih suka nyasar kalau jalan di Kota Bogor. Sama halnya dengan saya dan suami, dia sebagai orang yang asli Turki masih kalah dengan saya sebagai pendatang, ketika kami masih menetap di İstanbul, sebelum pergi ke luar rumah, suami biasa nanya dulu, lokasi yang akan dia tuju, ‘‘ kamu tahu ga?”. ”pernah kesana?”. Karena dia tahu, Hobby saya ‘ngukur jalan’ di İstanbul, naik turun kendaraan, kadang iseng buat tahu jalurnya saja.

Tidak semua tentang Turki saya kuasai 100 persen, tapi untuk mencari tahu kebenaran tentang kondisi negara Turki saya juga akan mencari sumber terlebih dahulu sebelum menuliskannya…, Karena Fakta itu juga penting:)