Minggu lalu, kami roadtrip ke kota kayseri, nanti saya ulas cerita lengkapnya, memanfaatkan waktu satu minggu untuk keluar komplek menghirup dunia bebas, iya segitunya memang. Dalam satu bulan, hanya diperkenankan keluar komplek pluto 1 minggu saja.

Peraturan terbaru semenjak pandemi

Tahun lalu ketika pandemi juga masuk Turki, peraturan membebaskan ribuan tahanan diberlakukan di Turki, tahun ini baru sebagian kecil yang kembali menjalani sisa hukuman, kemudian aturan wajib karantina dan diasramakan mulai berlaku, untuk sebagian staf kantor tidak berlaku dan hanya test swab, karena si Baba bagian ngurus tahanan, dia diasramakan terus selama bekerja. Begitu libur, jadi rutinitas kami, wajib keluar rumah untuk belanja, liburan atau keperluan apapun, sebenarnya sebelum agustus ini, ada jatah libur 2 minggu, kemudian diubah hanya libur 1 minggu, jika sudah menjalani tes swab, wajib karantina mandiri.

Saya ngeluh, ok lah kalau kondisi tempat tinggal ditengah kota, tidak terlalu mempermasalahkan, tapi jika satu komplek dengan tempat dia bekerja, tentu saja imbas cukup besar, ruang gerak jadi ikut terbatasi. Penyesalan lama tentang, kenapa dulu ga ada inisiatif belajar nyetir mobil, selalu kepikiran🙄 ini jadi PR besar saya sekarang. Akhir minggu depan ada event festival stroberi di pluto, bahkan mengundang penyanyi nasionalnya mustafa yildizdoğan, untuk datang ke festival, tentu saja butuh kendaraan, dan si baba yang ga boleh keluar komplek jadi kendala utama, karena ga mungkin minta tolong disupirin temannya, çok ayıp, suami orang🤭

Survey kota

Minggu lalu,road trip juga sebenarnya ada tujuan terselumbung(tapi saya beberkan di blog😅) sekalian survey mana kota yang bisa kami tuju setelah dari pluto, kemungkinan berpindah tempat tinggal besar terjadi, tapi masih melihat kondisi, karena Fatih masih sekolah, berharap Fatih lulus SD kamu pindah lebih cepat dari pluto. Alasan utama, karena fasilitas publik juga di kota iskilip terbilang kurang, dari segi pendidikan juga, meski termasuk dapat SD bagus, kualitas dan fasilitas kota besar vs kota kecil juga terasa.

Anak yang kadang bosan bermain di kebun hehe, nyari park dengan fasilitas bagus sejauh ini baru bisa ke pusat kota çorum, makan waktu dan juga biaya, harus turun gunung dulu.

Kalau mikir kenyamanan, low risk juga terhadap pandemi, pluto bisa jadi solusi, tapi mikir pendidikan dan perkembangan anak anak, termasuk niat ingin daftarin kursus intensif agama, atau kegiatan penunjang, dulu kepikiran daftarin anak di kelas bela diri, klub nya dekat di rumah lama istanbul, karena belum cukup umur, tidak menerima, disini? Tidak ada sama sekali. Sempat masukkan fatih ke kelas agama sebelum pandemi, itu juga jaraknya cukup jauh, intinya banyak keterbatasan karena ditengah tengah ladang perkebunan😌 dan cuma punya kebebasan 1 minggu.

Jadi ketika ada waktu bebas seminggu, belanja banyak langsung untuk 3 minggu,sekalian liburan tipis tipis, jalan ke mall, atau çarsi.

Hari rabu lalu si baba dapat jadwal tes, artinya udah ga boleh keluar komplek lagi, tapi paginya kita “bandel” pergi dulu ke pasar untuk belanja, sambil memperhatikan gedung B, parkiran mobil atasannya kosong semua, horeee..lalu kaburlah kita, rasanya mirip anak asrama yang takut ketahuan pengurus🤭padahal ini rumah tangga. Kemudian teman di kota sebelah mau bikin acara agustusan yang tertunda, pengen datang tapi mikir bagaimans caranya ke sana, terminal jauh, dan angkot khusus sudah tidak melayani route tinggal kami lagi sekarang.

Oh apa tidak ada ojek online? Macam uber gitu dulu ada, tapi kayaknya males mereka lihat peta, jauhnya😆 dan taksi? Haduhh inj harganya juga bikin menguras kantong.

Dan ketika nulis ini, udah fase karantina sendiri di rumah, yg dikarantina babanya, tapi serumah jadinya ga bisa kemana mana, menu ggu september saja baru bebas lagi…, Udah mirip tahanan juga kan…

Pandemi merenggut kebebasankuhh😌berharap peraturan rada longgar gifu