Kalau ada yang berpikir saya jatuh cinta dengan Turki karena Masjid birunya, aya sofia, selat bhosporus..ehmm ini standar banget, apalagi kalau karena alasan suka baklava. pasti bukan saya! Saya baru menemukan rasa antusias saya karena: Melihat keledai dari dekat hahaha. İya saya akuin saya norak di Bab: Orang Turki punya keledai! Keledai itu ternyata hewan yang kuat, pandai, pekerja keras, kalau versi animasi sherk ditambah: Ngeyel..ini sih temennya sherk aja ya.

Dulu, sering sekali baca kisah Nasrudin Hoca dan Keledainya, jadi suka membayangkan kelucuan Hoca ini ngurusin keledainya, lalu ditambah tontonan animasi Sherk dan sahabatnya Donkey yang bawelnya minta ampun.

Keledai (Equus asinus) adalah mamalia dari keluarga Equidae. Merupakan hewan jinak yang digunakan untuk bertransportasi dan kerja lain, seperti menarik kereta kuda maupun membajak ladang. Keledai bisa memiliki anak campuran dengan kuda. Anak kuda betina dan keledai jantan disebut “bagal”. (sumber:wikipedia)

 Dibandingkan kuda, keledai mampu berpikir mandiri dan membuat keputusan untuk memastikan keamanannya. Hingga keledai mampu jadi hewan penjaga yang baik bagi kawanan domba atau kambing. Tak hanya itu, ketika bepergian ke semua tempat, keledai jauh lebih baik daripada kuda. Pasalnya keledai dianggap binatang segala medan dan selalu mampu mengingat jalan yang pernah  (sumber: opini.id)

keledai

Melissa punya keledai

Beberapa hari lalu, saya mengajak Alya keluar rumah sore, ketika matahari di musim panas tidak terlalu menyengat. Menjelang sore, jalanan di depan komplek selalu ramai dengan hewan ternak yang akan pulang kandang, apalagi keluarga Melisa punya ternak yang terbilang banyak, 40 ekor sapi. Dan pemandangan baru ketika Melissa mengenalkan keledai piaraannya berwarna hitam, Gadis kecil ini mengatakan kalau Babanya belum lama membeli keledai hitam, dan keledai Melisa sangat penurut, berkali-kali Melissa coba menungganginya tapi kesulitan sampai akhirnya saya bantu Melissa naik keledainya, meski tanpa pelana.

Sekarang setiap pagi dan sore hari, pemandangan di seberang komplek, di lahan gandum yang selesai di panen, 40 ekor sapi milik keluarga melisa ditemanin satu keledai, 3 anjing gembala.

Piknik , Petani Tua dan keledainya

Minggu lalu, saya di sms teman, si tetangga gedung sebelah. kebetulan suaminya juga dekat dengan babanya anak-anak, mereka mengajak kami piknik ke Hutan, Langsung meng-iya-kan, ajakan mereka. Membawa perlengkapan piknik, pergilah kami ke Hutan di pinggiran kota İskilip. Hutan pinus. Untuk menuju lokasi Piknik, jalan yang dilalui cukup terjal, melewati jurang curam, area pertanian warga.

piknik di area hutan pinus

Baca: Hobby ngumpul ala orang Turki

Sesampainya di lokasi tujuan, kami langsung mencari tempat untuk menggelar tikar, menyiapkan alat panggang, Sementara para suami sibuk menyiapkan makanan, saya bersama teman saya, Funda. Bertugas menjaga anak masing-masing. Piknik dua keluarga kecil. Selama para suami sibuk memanggang kofte dan ayam, kami sibuk bermain. Oh ya jangan dibayangkan bagaimana rasa ayam panggang tersebut, bumbunya cuma garam, citarasa orisinal daging ayam lebih disukai di Turki, Kalau dipikir daging nya berbau anyir? engga sama sekali, kondisi Musim sepertinya berpengaruh. Saya jarang mencium bau anyir dari ayam potong selama tinggal di Turki, jadi ketika masak daging ayam hanya dengan bumbu minimalis, tetap terasa enak. Kalau lidah kurang terbiasa, membawa bekal sambel sachetan buatan İndonesia bisa jadi solusi.

Baca: Hal yang saya suka di Turki

Tiba-tiba ditengah kami sedang berpiknik, lewatlah Pak petani dengan istrinya, mereka menuntun keledai yang membawa rumput dipunggungnya, saya yang sedang duduk sambil menjaga anak, terpana. langsung ikut menghampiri pak petani dengan keledainya, Sedang suami menawarkan beberapa daging ayam yang telah selesai dipanggang. Awalnya mereka menolak, tapi Suami memaksa si Pak petani untuk mencicipi dan mengambil beberapa potong ayam panggang untuk dia makan di jalan. Sambil mengobrol santai, menanyakan lokasi tinggal mereka.

Sampai sekarang, setiap saya bertemu Penduduk lokal di Desa yang masih membawa keledainya, selalu merasa takjub sendiri, Pemandangan yang dulu hanya saya bisa saksikan di TV atau buku cerita. Ya mana ada Keledai di kampung halaman saya. Mungkin ya karena dulu sering sekali membaca kisah jenaka Nasrudin Hoca, dan saya selalu membayangkan sosok Pria Tua menunggangi keledainya. Beberapa kali saya pernah melihat langsung Mereka.

Apa ada Keledai di İstanbul?

Link  Prince İsland İstanbul

Habitat Hidup keledai di daerah Gurun, Timur tengah, Afrika utara, keledai tidak menyukai Hujan, Mungkin ini juga jadi alasan, saya tidak pernah melihat ada keledai di İndonesia? apa ada ya? Karena İklim di Negara Turki juga tiap daerah cenderung berbeda, daerah Panas seperti area mediterania. Sebagian berbatasan juga dengan Timur tengah, jadi bukan hal aneh menemukan banyak keledai di Turki.

Jika berkunjung ke İstanbul, Bisa berlibur di Prince İsland (Buyukada) Untuk menuju Buyuk ada, dengan naik Ferry penyeberangan di area Kabatas (İstanbul eropa side), Berjalan kaki di Pulau, sampai menuju area atas. Bisa menemukan lokasi penyewaan Keledai. Pengunjung bisa menyewa keledai dan menaikinya untuk berjalan-jalan di area tersebut, sambil menikmati pemandangan di Pulau. Menarik Bukan.

Ada yang mau naik keledai? jangan lupa bisa mampir ke Buyukada İstanbul. Atau berpetualang ke daerah Pedesaan Turki, masih banyak Petani yang memiliki Keledai selain alat bantu pertanian Modern seperti Traktor, seperti milik keluarga Melissa anak tetangga seberang komplek kami. Keledainya penurut sekali. Jadi pengen punya keledai buat belanja ke pasar, lucu kayaknya.