Kayseri terletak di Turki tengah (iç anadolu bölgesi) Turki dibagi 7 wilayah: Marmara, Ege, Akdeniz, karadeniz, İç anadolu, Doğu anadolu, Guney doğü anadolu, ini bukan provinsi, tapi wilayah yang terdiri beberapa kota7provinsi yang berdekatan dan cenderung beriklim sama: Untuk daerah İç anadolu: Ankara, Çankiri, kirikale, Sivas, Nevsehir (lokasi Kapodakya) Niğde, karaman, Konya, Yozgat, kirsehir, Eskisehir, Tempat tinggal kami sekarang masuk karadeniz bolgesi, perbedaan daerahnya cukup jelas: sepanjang jalan menuju kayseri banyak di dominasi ladang ladang gandum dan daerah yang gersang, meski tidak semua, tapi kecenderungan sama, dibeberapa titik masih bisa melihat pohon pohon, tapi sepanjang jalan cenderung gersang, gambaran kasarnya bisa melihat foto foto liburan para wisatawan ke daerah kapodakya, bagaimana alam di daerah İç anadolu, Nah bedanya dengan area Karadeniz, sudah saya posting

karadeniz
area yayla di daerah pluto, daerah karadeniz cenderung subur dan alam yang hijau.

Untuk area karadeniz, menemukan area hijau sepanjang jalan seperti ini biasa, seperti roadtrip kami tahun lalu ke İnebolu-Kastamonu, sepanjang jalan dimanjakan dengan pemandangan hijau. Saya belum menjelajah semua Bölge jadi penilaiannya masih subyektif.

Cerita perjalanan dari Kota Corum menuju Kayseri

Sabtu tanggal 14 agustus lalu, berangkat dari rumah mertua pukul 6 pagi, kami juga tidak sempat sarapan, dengan kondisi anak-anak juga belum sepenuhnya segar, masih mengantuk, sengaja saya bawa bantal tambahan ke dalam mobil agar mereka bisa melanjutkan tidurnya kembali, oh ya kenapa dari rumah mertua? karena saat itu kami sedang menginap di rumah mereka, secara jarak juga memotong waktu, jika berangkat dari tempat kami tinggal di pluto (iskilip) untuk menuju kota corum butuh 45 menit, kemudian ke rumah mertua dipinggiran kota 15 menitan, karena rumah mertua juga tidak jauh dari jalan utama, lebih mempersingkat waktu menuju kota Kayseri, memakan waktu 4.5 jam dengan istirahat untuk sarapan di daerah Sarıkaya-Yozgat. Berbeda Bölge tentu juga berbeda medan jalannya, tahun lalu menuju kastamonu, benar-benar menguji nyali dengan medan jalan yang cukup curam , meski diberi bonus pemandangan indah sepanjang jalan, cukup menguji nyali. Berkelok kelok naik turun bukit. Ketika menuju kayseri, jalanan serasa datar dan lurus terus, hanya sesekali ada tikungan, tapi tidak separah tahun lalu.

Dari Çorum menuju daerah Yozgat dulu, melewati dua ilçe-semacam kabupaten atau tingkat kecamatan– karena masuk provinsi yozgat, Daerah Sarıkaya yang terkenal dengan Roman hamam-nya, pemandian air panas zaman romawi, kemudian Surgun juga dengan pemandian air panasnya yang terkenal, pukul 10 pagi kami sudah memasuki kota Kayseri, sebagaimana memasuki kota-kota besar, selalu ada pemeriksaan oleh polisi, dicek SİM dan Plat kendaraannya, dicocokan dengan sebuah alat berbentuk tablet yang dibawa salah satu petugas, setelah aman, baru boleh melanjutkan perjalanan memasuki kota. Kejadian seperti ini biasa di kota-kota Turki, apalagi jika berbarengan dengan isu sosial politik yang memanas, tahun 2016 ketika situasi politik Turki memang sedang memanas pasca percobaan kudeta, suami malah ngajak liburan, ambil cuti, demi hindari stres harus jalani interogasi terus menerus, mungkin pernah baca berita tentang pemecatan aparat negara, ribuan pns pasca kudeta, dan terus menerus semua pegawai negeri sipil di interogasi sampai benar benar dinyatakan bersih.

Waktu itu saya diajak ‘babymoon’ karena pas hamil anak ke-2, pergi ke Pamukkale kemudian lanjut ke Aydin-Didim dan menginap di villa milik rekan kerjanya yang baik hati menawarkan kami memakai villanya untuk liburan, demi kesehatan mental ibu hamil dan si bapaknya. Dan waktu perjalanan dari Denizli menuju aydin, bis yang kami tumpangi diberhentikan tentara, perasaan agak deg-deg-an, ada rumor tentara sedang nyari terongiris separatis pkk, semua diperiksa kartu identitasnya, saya bawa lengkap paspor dan ikamet, ya diinterogasi tentara kan bayangannya udah berasa main film laga-.-‘ jangan jangan dirombongan kami ada tersangkanya, kemudian berulah…, pokoknya saat itu banyak banyak baca doa, phiuhh syukurnya bis yang kami tumpangi aman. Ya pengalaman ini akan sering ditemui ketika melakukan perjalanan darat di Turki.

Kota Kayseri, salah satu kota besar Turki:

Penduduknya kurang dari 2 juta penduduk, untuk di Turki sudah termasuk kota besar, Jika ada nama daerah di Turki ada tambahan: Büyükşehir–berarti kategori Kota besar, yang mana penilaiannya adalah lengkapnya fasilitas publik yang dimiliki, Bandara, jalur kereta api, tramvay,–yang kesemuanya ini tidak dimiliki kota Çorum tempat kami tinggal saat ini, tapi saya belum survey semua kota besar di Turki memiliki bandara sih, ini subyektif, intinya fasilitas publik jauh lebih lengkap dari kota kota tanpa embel embel:Büyükşehir.

Beberapa lokasi yang menarik untuk dikunjungi ketika ke Kayseri:

Gunung berapi Erçiyes

Kota Kayseri tidak lepas dari keberadaan gunung berapi Erçiyes ( Argaeus,) Erçiyes juga terkenal dengan resor ski nya dan menjadi salah satu tempat favorit wisata musim dingin di Turki dan juga untuk pendakian, terus terang saya belum pergi ke Erçiyes untuk liburan musim dingin, karena di komplek tinggal sekarang saja sudah cukup memuaskan suhu dinginnya (-15 c) jadi kenapa harus nyari salju ke gunung-.-‘ disaat keluar apartemen saja, salju menggunung*nyari alibi* sesuai usia, musim dingin enaknya kadang cuma rebahan didekat perapian. Jadi jika tertarik untuk liburan musim dingin, main ski, Erçiyes banyak menjadi pilihan para wisatawan juga loh di Turki, selain yang dekat dari İstanbul seperti, Uludağ di Bursa atau Kartepe-Kocaeli.

Jejak sejarah bangsa Selçuk

Tempat pertama yang selalu kami datangi adalah Museum utama, sebelum menjelajah lokasi lainnya, museum selau jadi tujuan utama ketika berkunjung ke salah satu kota di Turki, Untuk yang tertarik dengan sejarah Turki salah satunya era Selçuk, bisa mendatangi lokasi museum Selçuk, letaknya cukup mudah, di jantung kota Kayseri, tidak sulit mencarinya. Harga tiket masuk juga cukup murah 4 lira.

salah satu fasilitas museum, bisa bermain dengan teknologi canggih, mencoba busana era selçuk versi animasi:D lengkapnya tentang museum ini bisa buka web selcukmuseum melihat apa saja koleksinya,tersedia bhs inggris juga.

Perjalanan ke Kayseri ini saya dokumentasikan dalam video:

subcribe ya:D

Kayseri castle / Benteng Kayseri

Kastil ini berada dipusat kota, salah satu landmark kayseri, kastil ini sudah dibangun sejak zaman kuno data tepatnya kapan dibangun tidak diketahui secara pasti, keberadaannya mulai dikenal di era Romawi, masa pemerintahan Gordian III antara 233-244 M, kemudian dibangun ulang di era Byzantium 300 tahun kemudian, dan Bangunan kastil sekarang yang megah juga hasil pembangunan ulang di era Selçuk di abad ke 13 tepatnya dimasa sultan Alaeddin keykubad, makamnya berada di kota Konya.

Makanan khas Kayseri:

Mantı

Untuk makanan khas Kayseri, Salah satu yang terkenal mantı-nya, Mantı ini masih ‘bersaudara’ dengan dimsum, siomay yang sudah di ‘Turki’kan, isiannya daging giling, bedanya hanya di saos, jika siomay di İndonesia identik dengan bumbu kacang dan kecap, Mantı biasa diberi kuah Yoğhurt dicampur cacahan bawang putih kemudian ditambah guyuran margarin yang dicampur cabe bubuk. Terkadang kami yang di Turki, masak Mantı diganti saosnya bumbu kacang, rasanya seperti siomay kw saja, meski cenderung kulitnya hambar.

kayseri mantı : sumberfoto:yemek.com

Sucuk (dibaca-sujuk)

Sejenis sosis yang difermentasi dan berbumbu khas: jinten, cabe bubuk pedas, bawang putih dan sumaç, garam, citarasanya khas dengan aroma tersendiri. Sujuk ini tidak hanya dikenal di Turki, daerah Balkan, asia tengah juga mengenal sujuk dengan penamaan hampir mirip: sudzhux (bulgaria) suxhux (albania)

sucuk

Cara menikmati sucuk biasanya ketika sarapan dipagi hari, memotong sucuk sesuai selera kemudian ditumis, terkadang tidak membutuhkan tambahan minyak, karena sucuk ini cukup mengandung lemak dari daging sapi yang difermentasi, ketika dipanaskan sucuk biasa mengeluarkan minyak sendiri, kemudian ditambahkan telur yang sudah diaduk, atau bisa juga dicampur ketika memasak fasulye–jenis sayuran kacang- maupun dijadikan toping pizza seperti sosis biasa.

Sebenarnya banyak lokasi menarik lainnya jika berkunjung ke Kayseri, banyak bangunan bersejarah dibeberapa titik, sayangnya tidak sempat kami jelajahi semua, karena perjalanan ke Kayseri hanya dilakukan 1 hari pulang pergi dari Çorum-Kayseri, memanfaatkan waktu dari pukul 10 pagi sampai 4 sore untuk menjelajah pusat kotanya saja (centrum) Tepat pukul 4 sore perjalanan pulang kami lakukan kembali menuju Çorum, ada drama salah ambil jalan, harusnya ambil jalur menuju Yozgat, suami malah lurus terus menuju Kirsehir-Ankara, terpaksa harus putar balik dan ternyata untuk putar balik juga cukup jauh belum ditambah drama si anak bungsu, Alya. Dia tidak mau pipis di toilet umum, maunya model toilet duduk dan harus ada dudukan toiletnya yang kami lupa bawa, si Alya nahan pipis dari pagi, kemudian dengan bujuk rayu sampai annenya berbusa hahhaha, saking ga maunya dia ke toilet umum,meski toilet umumnya cukup bersih seperti di pom bensin, apalagi semenjak pandemi, steril sekali hahaha, beneran bersih, petugas cleaning service dengan peralatan memadai selalu sigap di dekat toilet. Tapi akhirnya mau pipis di pinggir jalan diantara semak semak:D–emang ya bawa anak itu ga akan lepas dari drama kehidupan penuh warna–tsahhh**

Perjalanan pulang cukup melelahkan, total 4.5 jam, sampai di rumah Mertua selepas Magrib, musim panas seperti saat ini matahari tenggelam sekitar jam 8 malam, jadi meski sampai Çorum sudah jam 8 malam, kondisi langit belum terlalu gelap.

Perjalanan ke Kayseri mirip sekali ketika tahun lalu kami mengunjungi pusat kota Yozgat ini juga cukup dadakan, niat awal menuju Hattusa-sisa-sisa peninggalan kota bangsa Hittit di daerah Alaca, karena satu arah menuju Yozgat, Padahal awalnya kami berniat ke Samsun, perjalanan juga relatif lebih dekat 2jam saja, kemudian suami malah memutuskan untuk ke Kayseri. Saya tertarik ke Samsun karena ada peninggalan era Selçuk dalam bentuk bangunan masjid, yang menarik karena persis sekali seperti bangunan masjid di tanah jawa, bukan tipe bangunan masjid umumnya di Turki. Semoga lain waktu bisa ke Samsun.