Ramadan 2021, komplek sebelah memasang sebuah speaker di atas gudang,diarahkan ke komplek lojman,tempat tinggal kami. Akhirnya suara azan terdengar lebih dekat dari komplek, lalu dari mana suara azan tersebut berkumandang?

Suara azan tersebut dikumandangkan dari Ulucamie-masjid utama di pusat kota, dengan kemajuan teknologi, suara azan di masjid pusat bisa terkumandangkan juga lewat speaker dari komplek lapas yang jaraknya 10 km lebih. Padahal banyak kaum pria tinggal di komplek lojman, kenapa tidak ada yang suka rela azan?

Nah untuk di Turki, sepengetahuan saya, tidak bisa sembarang orang jadi muazin untuk azan, jangan samakan dengan kondisi di indonesia, bahkan bocah kecil bisa dengan bebas memegang mic kemudian azan ramai-ramai di masjid bahkan terdengar cekikikan dibelakangnya, ini berdasar pengalaman sendiri di kampung dulu, siapa saja bisa menjadi muazin, seandainya suara mereka merdu bisa jadi nyaman didengarkan,tapi kadang ya..gitu itu. Selama hidup di Turki, suara azan selalu terdengar merdu dengan bacaan yang fasih pula, hatipun tergetar mendengarnya.

Hidup di tengah ladang pertanian.

Masjid terdekat sekitar 2 km dari komplek,itupun masjid di küçük sanayı–komplek pergudangan-area bisnis- karena area gudang tidak dijamin selalu ada jamaah solat, diwaktu tertentu saja, suara azan kadang terdengar sayup sayup terkadang hening, ditambah antar area komplek dengan daerah pergudangan ada bukit bukit yang memisahkan, semakin terisolasilah kami warga komplek dari suara azan, lokasi komplek ditengah ladang gandum dan perkebunan warga.

Sampai saya menjuluki sendiri kalau ini serasa hidup di planet lain, karena seumur-umur terbiasa mendengar azan, apalagi selalu tinggal di negara mayoritas muslim, dan Turki?negara yang selalu identik suara azan berkumandang di mana mana, karena jarak antar masjid per daerah tidak begitu jauh.

Ramadan yang menyapa kami ditengah keterbatasan…,

Terakhir melaksanakan solat tarawih di masjid, Ramadan 2018 di Istanbul, sebelum pindah ke daerah saat ini, suka cita mengajak anak-anak ikut tarawih, meski lebih banyak menjaga mereka lari-larian di masjid agar tidak mengganggu jamaah solat, sepulang tarawih biasa membeli dondurma di kedai pinggir jalan, saya hanya ingin menanamkan memori Ramadan ke anak anak, mengajak mereka tarawih, meski pulang ke rumah selalu jam 24 malam, jam puasa yang panjang dan jam tarawih mengikutinya, mendekati tengah malah.

Lalu 2019,karena masjid jauh kesulitan kendaraan, 2020,2021 pandemi belum usai, larangan solat tarawih di masjid diberlakukan, praktis hanya bisa dirumah saja, rindu? Tentu saja, saya cuma bisa mengenang kenangan masa sebelum menikah ketika memiliki kesempatan dan kebebasan, ke masjid mana yang akan dituju untuk mengisi Ramadan.

Menghabiskan malam 10 terakhir di Istiqlal, berbaur dengan saudara saudara muslim lainnya untuk menghidupkan 10 terakhir Ramadan, banyak sekali keluarga membawa anak anak kecil ke masjid, sahur bareng, tarawih,qiyamul lail bersama, tidak lupa peralatan tidur juga dibawa, matras, bantal, obat nyamuk dan rantang isi makanan lengkap, seakan piknik keluarga.

Apalagi jika di masjid pondok indah, bahkan ada stand makanan tenda di depan masjid, lalu masjid al azhar, khataman alquran, sahur bersama, dtambah program ramadan lainnya yang semarak. Di Istiqlal?sebagai masjid utama negara, pengisi kultum,qori bukan sembarang orang.

Bahkan para donatur yang berlomba lomba sedekah untuk menu buka dan sahur di masjid, datang dari restoran ternama, kadang saya hanya berbekal sebotol air dan takjil yang dibeli dipintu masuk masjid, masjid sudah menyediakan menu makan untuk buka dan sahur, kadang beberapa kaum dhuafa diberi jatah lebih, karena saking melimpahnya makanan, berkah Ramadan.

Saya biasa naik Busway dari arah grogol menuju harmoni kemudian ganti sebentar menuju istiqlal, ya daripada buka puasa sendiri di kost, dan area kost itu didekat sekolah agama katolik, rasanya lebih nikmat menghabiskan waktu di masjid ketika ramadan, karena lingkungan mendukung .

Kenangan indah Ramadan.

Lewat 10 tahun sudah, itu kenangan yang paling berkesan, tidak pernah terpikir kehidupan akan begitu banyak perubahan ketika menikah, jadi memanfaatkan sekali, masa masa sendiri, kalau masih bisa solat tarawih di masjid, saya usahakan, bermalam di masjid juga saya lakukan, i’tikaf. Mengikuti segala kegiatan di masjid, kadang terbersit dipikiran, “eh nanti kalau menikah, masih bisa gini ga ya” “kalau jodohnya orang jauh, lalu tinggal di daerah sepi’ qodarullah….malah terwujud sekarang.

Suasana Ramadan meriah terekam dalam kenangan, sekarang beradaptasi dengan Ramadan berbagai versi di bumi Turki. Bahkan suara azan begitu dirindukan ketika hanya kumandangnya terdengar samar…, Alhamdulilah Allah kirim jawaban dalam hadiah speaker di komplek lapas, yang suara azan begitu jelas terdengar ke dalam rumah, apalagi posisi ruang tidur kami tepat berseberangan dengan gudang di komplek lapas, speaker terpasang langsung mengarah ke unit apartemen kami, luar biasa bukan!

–ngetespostingviahp🤭