Kultur di Turki, ga semuanya sama, tiap daerah menunjukan kekayaannya dan keunikannya tersendiri, sama lah kayak di indonesia, termasuk urusan pesta pernikahan, walau baju pengantinnya: gelinlikmodel baju penganten yang udah ngikutin style eropa

kına gecesı (malam hena)

Turki  ada yang namanya kına gecesı (malam kına-memakai hena) -mirip dengan adat timur tengah atau salah satu kultur daerah di indonesia, cuma bedanya, cara memasang hena tidak dengan di lukis di jari-jari tangan dengan ornamen cantik, hena cukup di tempel di tengah telapak tangan. Baju untuk malam hena  dominan dengan warna khusus: merah dan kuning keemasan.Busana yang dipakai khas perempuan Turki Jaman dulu. Biasanya hanya keluarga dan teman teman terdekat yang datang di malam hena, lalu setelah memakai hena, tak ketinggalan ada tarian selama malam hena, karena kebanyakan tamu adalah perempuan, jadi tidak canggung untuk menari bersama.
baca juga:
 syarat menikah di turki untuk wni
Menikah model di Turki : ada 2: nikah imam (saya  ga ngalamin persis nya gimana, karena menikah di indonesia,) tapi kayaknya sama dengan prosesi ijab kabul seperti umat muslim di indonesia, juga nikah secara catatan sipil aja, terkadang buat mereka yang ga begitu ketat ngikutin aturan agamawalo ktp nya ya islam) cukup nikah resmi secara negara saja, tanpa proses ijab kabul-.-‘ yah kanada background sekulerisme yaa*  Jadi agama, di kesampingkan terlebih dahulu* di Turki nikah beda agama bukan suatu masalah dalam pencatatan negara nya*
lalu baca ini juga: bedanya nikah resmi dan nikah imam
Dan masalah mahar atau Dowry(kalau orang asia selatan nyebutnya)di kenal juga di Turki, tapi bedanya penentuan mahar di Turki agak berbeda, pihak laki laki lah yang memberikan mahar, bukan pihak perempuan yang terbebankan.
pemberian mahar

ini juga menunjukan kelas sosial di turki, pemberian mahar seperti ini biasanya pas acara tunangan, yang make baju penganten warna pink ini belum resmi menikah, mereka baru tukar cincin, nanti ketika pesta pernikahan ada pemberian emas untuk mempelai wanita jilid 2:) ingat: tergantung status sosial plus finansial dua keluarga tersebut.
pernah baca berita tentang relawan indonesia yang menikahi gadis palestina dengan jumlah  besaran maharnya, kalau di pikir pikir ternyata tidak berbeda jauh, harga mahar yang harus di berikan ke perempuan Turki jika ingin menikah, kalau bahas bagian ini, suami suka bilang bersyukur lah nikah sama orang indonesia ga ribet (tapi tergantung perempuannya juga ya,kalau memang mensyaratkan  dengan mahar tertentu,sah-sah aja)  kalau di total-total biaya nikah lebih banyak di tanggung pihak laki laki, ada begian kluarga perempuan-kalau mempersiapkan rumah, urusan isi dapur tanggung jawab keluarga perempuan, tapi beli rumah, dan isi-isi lainnya keluarga laki-laki.nahhh ini kultur umumnya ya ga bisa di pukul rata juga, ada yang bergaya biasa-biasa  aja karena keterbatasan ekonomi juga banyak (ya kayak kami lah:)) punya rumah kan harus usaha sendiri, ga ujug-ujug dapat dari mertua (kalau dapat ya bersyukurlah itu lah) karena ada teman yang nikah sama pria turki, ya udah di sediakan rumah beserta isi-isinyanya lengkap, gitu juga teman suami yang mau menikah 2 bulan lagi, sibuk tuh ngisi isi rumah dulu sebelum menikahi pujaannya..ehm butuh modal banyak ya, itu lah mungkin salah satu alasan banyaknya pria turki mencari jodoh asing-.-, terbebani dengan kultur yang memberatkan bisa jadi salah satu alasan menunda-nuda menikah.
Dan hadiah pernikahan di Turki gimana? biasanya hadiah uang di tempelin di baju pengantinnya*tapi saya ga ngalamin, karena lagi-lagi beda kultur, di corum beda dengan umumnya di turki, biasa aja di amplopin persis seperti di indonesia kecuali kalau  tamu undangannya memberi hadiah cerek (koin emas)
çerek*koin emas, biasanya sekitar 1 , 2gram atau mungkin lebih, umumnya yang menyematkan koin emas seperti ini keluarga terdekat atau sahabat-sahabat dekat, kebanyakan sih ini dari keluarganya suami semua dan sahabat dekat mertua.
baca : diajak menikah pria turki? pertimbangkan ini
Lalu gimana model prasmanan ala turki? nah ini juga tergantung status sosial juga-.- ga kayak di indonesia lah:S umumnya walau pesta di gedung menunya cuma sederhana, sebatas softdrink dan cemilan ringan,jadi jangan sama ratakan sama kondangan ala indonesia yang hebat pisan menu prasmanannya*aduh jadi laper-.-**
pesta di koy

Tapi kalau yang punya hajat ‘ber-uang’ mereka juga kasian kok sama tamu undangannya:) umumnya mereka nyewa restoran dan ada acara makan bersama juga. kalau model di kampung2 justru lebih royal deh, karena saya masih menemukan tradisi turki yang menjamu tamu-tamunya di hajatan dengan acara makan bersama.
seperti di koy mertua, kebetulan ada family yang menikah, ada prasmanannya, walau di kampung gini, bukan ibu-ibunya yang masak bergotong royong (rewang) tetep aja sewa katering dari restoran gitu, jadi yang ngelayanin ya orang orang kateringnya, plus pelayan lengkap, acara makan gini mereka ga bercampur baur,jadi tetap make ‘aturan tidak tertulis’ pria dan wanita di pisah, jadi ini pas di foto pas kaum bapak yang makan, jadwal mereka selesai baru kaum ibu dan anak anak. Menunya apa? ya turkish foods lah:)
ini hanya berdasar pengalaman pribadi saya dengan keluarga turki yang berasal dari daerah corum, saya tidak bisa menyamaratakan prosesi pernikahan secara umum orang-orang di Turki.