Belum lama saya baca tentang kasus seorang perempuan İndonesia yang mau menikah dengan laki-laki Turki, sedang si laki-laki masih berstatus terikat pernikahan, mereka berniat menikah secara siri, Berpoligami. Status si perempuan sebagai seorang single mother dengan anak.

Berpoligami, meski secara hukum negara Republik Turki dilarang, tapi pada prakteknya banyak juga yang melakukan secara ilegal. Terutama untuk di daerah-daerah tertentu yang konservatif. Saya sih tutup mata saja kalau pelaku praktek poligami adalah sesama warga negara Turki, itu urusan mereka dengan segala resikonya, tapi ketika baca kabar kalau ada perempuan İndonesia yang berpikir nekad, datang ke Turki, menikah secara agama dengan Pria idamannya ini. Toh secara agama memang ga dilarang? Coba pikir ulang? apa dikira menikah dengan orang asing apalagi hanya secara sirri, datang ke negaranya dengan status tidak diakui hukum Negara, bisa hidup tenang?

Cobalah berpikir rasional wahai perempuan İndonesia.

Fenomena pernikahan antar bangsa semakin tahun memang bukan hal yang aneh lagi, apalagi dengan kemudahan akses informasi, kita bisa berkenalan dengan teman dari negara mana saja, Tinggal buka channel youtube, berapa banyak video pelaku LDR_an diposting. Apalagi baca blog keluargapanda ini, eh tapi blog ini kebanyakan terlalu ‘pahit’ ya hahaha, ga ada indah-indahnya terus. Membaca kasus ada yang ‘ikhlas’ dipoligami asal dinikahin Pria Turki, duh ibuuu… pikir panjang lah dulu sebelum bertindak.

sumber rujukan berita:

violence-is-the-biggest-problem-women-face-in-turkey

survivor of domestic Violence in Turkey

Kerugian jika hanya nikah sirri dengan Pria Turki:

  1. Jika istri pertamanya melaporkan ke pihak berwajib tentang praktek ilegal poligami, sang suami bisa dipenjara, istri keduanya apalagi orang asing, ya tinggal ‘ditendang’ deportasi
  2. Tidak adanya kekuatan hukum yang melindungi Perempuan, tidak bisa membuat buku pernikahan (aile cuzdani) ini sangat penting, jika akan mengajukan aile ikamet (family resident permit)
  3. Sponsor untuk anak bawaan dari penikahan sebelumnya? karena ini juga penting, jika berniat membawa anak dari pernikahan sebelumnya ke negara suami , sedang pernikahan mereka tidak tercatat Negara.
  4. Untuk Nafkah? İni juga point yang harus diperhitungkan, menikah dengan Duda cerai , saja jika dia punya anak dan mantan istri, wajib dia biayai sampai si mantan menikah lagi.
  5. Gaji dan uang Pensiun Suami hanya berhak untuk istri Sah, termasuk ketika ada anak dari İstri keduanya, hak asuh anak tersebut jatuh ke istri yang sah. (sumber grup TİH)

Jadi apa keuntungannya dipoligami Pria Turki? TİDAK ada.

Lebih banyak sisi kerugian untuk pihak perempuan, apalagi jika dia adalah orang asing, Baiknya berpikir ulang. Jika memang berujung berjodoh dengan Pria yang pernah menikah, Pertimbangkan tentang finansial si Calon itu penting, bagaimana dengan pembagian Nafkah, jika dia memiliki anak dengan İstri sebelumnya. Hubungan baiknya dengan si mantan. Jangan terlalu nekad mengambil keputusan Menikah, apalagi dengan orang asing, kenali baik-baik. Budaya, bahasa, Karakter.

 Baca: Banyak Perempuan jadi korban Scammer kenapa?

Saya tidak memungkiri, banyak juga yang menikah dengan Pria Turki dan itu adalah pernikahan kedua mereka, sejauh yang saya kenal, Status Calon suami mereka waktu itu sudah jelas secara Hukum. Tidak dalam ikatan dengan Pernikahan lain. Ketika akhirnya mereka menikah dan hidup bersama, tidak banyak kendala. Semua dibicarakan baik-baik, secara finansial maupun tentang hak asuh, hak nafkah mantan istri, jika calonnya Duda cerai.

Baca:Dalam pernikahan cinta saja tidak cukup

Tentang Kekerasan dalam rumah tangga

KDRT di Turki termasuk Tinggi, meski ada ada Hukum untuk para pelakunya, praktek dilapangan? Kekerasan secara terbuka sering dipertontonkan. Tidak perlu jauh-jauh datang ke lembaga advokasi pelindungan korban KDRT, cukup duduk manis di depan TV, nonton berita sore, selalu ada saja berita tentang kekerasan rumah tangga, yang paling umum adalah, mereka yang menggugat cerai pasangannya dan si pasangannya tidak terima, Pelaku yang digugat-biasanya Pria- kalau tidak menusuk pisau mantannya, mengeluarkan Pistol atau paling ringan melayangkan pukulan, dan itu bisa ditengah keramaian, tertangkap kamera CCTV. Kemudian Pihak kantor berita tinggal menayangkan di TV ditambah narasi. Hampir setiap hari selalu ada saja berita tentang kekerasan.

Baca: Sisi lain perempuan Turki sebagai Perokok

Saksi kekerasan

Suami saya mengalami dan melihat sendiri, menjadi saksi dengan kasus dua rekan kerjanya. Satu temannya tewas ditusuk istrinya ketika mereka cekcok rumah tangga, sang istri menusukkan pisau dapur tepat di jantung suaminya, dilarikan ke UGD, sayang nyawanya tidak tertolong. Kemudian si İstri harus mendekam di penjara.

Kasus kedua, seoang perempuan, memiliki suami seorang Polisi, tapi dia berselingkuh dengan seorang Pria berprofesi tentara, sang suami dan selingkuhan bertemu kemudian duel senjata-.-‘ ditempat umum. Tidak lama si temannya ini juga dipecat secara tidak hormat. Kehilangan pekerjaan, kehilangan pasangan, selingkuhannya juga di penjara.

Apa saya ngarang? biasanya blog ini sukanya serem-serem terus ya ga kayak sebelah...jadi bikin ciut nyali yang sedang mencari jodoh. Tenang saya fair kok, dua sisi saya tulis di Blog, bagian paitnya juga harus ya, biar ga ekpektasi ketinggian, Nikah sama Bule, Turki. Tujuannya apa? saya ga mau Perempuan İndonesia berujung diremehin, dianggap gampangan, asal dinikahin orang asing, diajak keluar negeri, Taunya hidup menderita, disiksa sampai jadi korban trafficking…, apalagi kenekadan-nya sampai mau dinikahi secara sirri saja.

 Baca yang kamu wajib tahu jika ingin menikah dengan pria Turki

Menikah secara Sah saja, perjuangannya berat urus dokumen, apalagi yang menikah tapi tidak diakui hukum negara. Hanya berpikir karena alasan menghindari zina, Kan pake Hukum Allah. İya..iya tapi kan kita masih hidup di Dunia, ada pemimpin dan pemerintahannya yang mengatur. Ada hukum perlindungan jika sampai terjadi kekerasan dan sebagainya, yang diuntungkan kita juga, kalau melakukan praktek pernikahan tanpa payung hukum, mau nuntut apa sama Pasangan? Nafkah? suka-suka dia. Bosan lalu menelantarkan, bisa saja. Lalu kamu bisa apa?

Jadi buat teman-teman terutama yang sering mampir Blog ini dan menjalin hubungan dengan Pria Turki beristri, ada baiknya pikir ulang secara matang, hidup ga cukup dengan Cinta. Apa yang kalian baca, lihat di sosial media tidak menggambarkan realita sesungguhnya. Hidup dimanapun memang selalu ada dua sisi cerita yang berbeda, jika hanya mau melihat sisi bahagia-nya saja dan mengabaikan satu sisi lainnya, ketahuilah Kebahagiaan hidup seseorang tidak bisa menjadi tolak ukur yang sama dengan pilihan kita, berpikir selalu ada ‘kemungkinan’ lain hanya sekadar gambling. Pertimbangkan dengan matang segala pilihan dan segala resiko yang akan dihadapi.

Salam