Categories
Cerita keluargapanda

Perjuangan pergi ke kota

Sekarang kami tinggal di daerah pinggiran, daerah pedesaan di ilçe iskilip, sepanjang mata memandang  adalah ladang gandum milik warga, hanya ada beberapa rumah penduduk itupun lokasinya tidak bisa dibilang berdekatan. Jumat 14 desember minggu lalu pertama kalinya salju turun di daerah rumah, sebelumnya salju sudah turun di area pegunungan sekitar, terlihat puncak gunung yang diselimuti salju tebal. Meski salju turun tidak begitu lebat di pagi hari. Tapi mendapati suhu -2 c di luar, lumayan menggigil untuk kulit tropis saya. Lalu anak-anak bagaimana? Wah mereka sih ga peduli suhu, langsung minta turun ke bawah untuk main salju selepas sarapan. Hampir 1 jam di luar rumah, berjaket tebal, membujuk Fatih dan alya agar mau pulang, karena Anne nya mulai kedinginan. Mereka cuek aja main terus di park, ga peduli cuaca-.-‘ bersyukur baba datang  menghampiri kami di park sebelum dia pergi jumatan ke Masjid di Carsi, perjuangan bagi kami sekarang, bahkan masjid saja jauh dari area tinggal, tidak terdengar suara azan dimana-mana seperti tempat  dulu kami tinggal. Waktu sholat mengandalkan jadwal harian dari website Diniyet milik pemerintah.

salju pertama di iskilip, suhu -2 c

Untuk pergi ke carsı (center kota) hanya ada 1 mobil service yang melayani ke daerah tinggal, dengan jam operasi terakhir jam 8 malam. Lalu untuk pergi ke pusat kota Corum, dibutuhkan waktu 1 jam dan kami harus naik angkutan khusus menuju Corum. Naik dari terminal kecil di İskilip, Terminal hanya ada 1 bis besar dan mobil-mobil kecil yang melayani rute ke Corum, Bis besar hanya ada 1 yang langsung menuju ibukota Ankara, berjarak 4 jam perjalanan, Untuk bepergian ke kota lain selain Ankara,  harus melewati Terminal Bus Besar di Corum. Tidak ada kereta? Ya Belum ada jalur yang melewati daerah ini. Bandara terdekat adalah Merzifon. Tidak ada rute penerbangan setiap hari ke İstanbul. Kalau mau mudik ke indonesia, Ya harus lewat bandara di İstanbul yang pilihan penerbangannya lebih banyak. Lumayan sekitar 9 jam perjalanan darat.  Wow terpencil???  Kalau mau dibilang terpencil juga rasanya  engga juga, toh layanan internet tetap bisa di akses, lalu tempat tinggal juga modern. Ada  Mobil service yang melewati komplek kami. Jalanan? Sepanjang jalan menuju ke pusat kota, jalanan mulus layaknya jalan tol dengan frekuensi kendaraan tidak sebanyak di kota besar.

iskilip otogar

İskilip hanya sebuah ilçe yang tidak bisa dijuluki juga dengan kota, meski syarat-syarat sebuah kota terpenuhi. Untuk mengurus segala keperluan termasuk urusan izin tinggal saya harus tetap ke Corum, ke kantor goc iddaresi provinsi, saya harus urus pergantian alamat dari kartu ikamet yang di keluarkan di İstanbul dan berpindah ke Corum, prosesnya ga semudah yang saya bayangkan seperti 6 tahun sebelumnya, ketika urusan ikamet  masih di bawah kepolisian Turki. Saya hanya cukup datang ke kantor emniyet terdekat, pergantian alamat hanya di tulis di buku ikamet kecil, dapat cap dan tandatangan petugasnya. Beres! Sekarang? harus membuat rendevu online untuk dapat tanggal menyerahkan dokumen, dokumen yang sama seperti pengajuan perpanjangan ikamet, minta foto biometrik kembali, lalu biaya penggantian kartu baru. Jadi ternyata pindah-pindah daerah di Turki apalagi masih berstatus WNİ, urusan lapor pindahan juga makan waktu! sampai suami ngeluh,:

pindah Turk vatandas ya’ . Saya ga jawab, diam aja sambil menatap penuh arti, ngirim sinyal ke suami, ga perlu saya jelaskan ulang  agar dia ingat perjanjian sebelum mengajak saya pindah karena Tugas kerjanya. ”ikhlas diajak pindah ke luar kota dari istanbul asal jangan diajak pindah jadi warga negara turki” (ikhlas ada syaratnya hehe)

 pindah warga negara

Dari iskilip menuju corum, 1x perjalanan per kepala dikenai ongkos 13 lira, anak dibawah 6 tahun masih free. Ya semoga tahun depan terealisi untuk memiliki kendaraan pribadi, tahun ini biaya untuk pindah dan isi rumah lumayan menguras Budget . 

demi pizzaaaa

Datang ke Corum tujuan pertama saya dan anak-anak masuk mall dulu, nyari kehangatan, hehe kebalik ya, karena masuk musim dingin, nyantai-nyantai di dalam mall itu lebih nyaman karena ada penghangat ruangan, daripada jalan-jalan di area terbuka, tangan menggigil. Pesan menu favorit anak-anak  yang pengen pizza. Sebenarnya biasa buat pizza sendiri di rumah, cuma karena lagi malas, biar ada alasan ke mall:P . Lalu masuk migross, dan akhirnya nemu sawi putih yippi!!  kalau nemu sayur atau buah atau bahan makanan yang ga asing di Turki apalagi tinggal di kota kecil, rasanya senang  sekali. Saya beli dua bongkol sawi putih untuk membuat kimchi, resepnya tinggal nyari di youtube, salah satu favorit channelnya seperti maangchi. Bahan utama lainnya seperti saus ikan, saya beli di Metro grossmarket sebelum pindahan. Beli perbekalan segala saos sampai ga sadar menghabiskan 150 lira hanya untuk beli aneka saos, ya karena semua barang impor produk negara-negara asia. Gimana dengan saos buatan lokal ??? kurang nendang! warna merah saosnya cuma buat nakut-nakutin , pas dicicip, biasa aja.

Karena urusan ikamet belum selesai, yang tadinya niat menginap di Corum satu malam di rumah kakak ipar. sore menjelang maghrib kami putuskan pulang kembali ke İskilip, Mengejar mobil service terakhir yang menuju Lojman. Sesampai di Carsi İskilip, hujan rintik-rintik menyambut kami, dengan suhu dingin yang luar biasa. Sambil menunggu jadwal mobil service terakhir kami sempatkan masuk minimarket dulu, beli kebutuhan rumah. Lalu menunggu mobil service di dekat Taman pusat kota, kemudian menumpang berteduh  di toko cemilan milik warga, karena suhu di luar cukup dingin, kasihan anak-anak. Tak lama mobil service terakhir menuju lojman datang, Penumpang pertama hanya kami sekeluarga, lalu naik 2 orang pria lainnya. Sepanjang jalan supir mengajak ngobrol semua penumpang, diantarkan kami sampai masuk komplek apartemen, serasa naik mobil pribadi. Meski penumpang hanya ber enam dengan Fatih dan alya, Supir tetap mengantarkan semua penumpang sampai tujuan.

Sekarang menuju pusat kota seperti ‘turun gunung’ butuh banyak persiapan, apalagi kendaraan umum terbatas tidak seperti di kota besar, Si Baba bilang saya   harus belajar lagi ngafalin rute kendaraan seperti di istanbul, Nah bedanya kalau di İstanbul bisa download app atau searching jadwal bus dari websitenya, cukup akurat. Sekarang harus menyesuaikan jam keberangkatan sendiri, dan kalau mobilnya telat bisa ditelpon supirnya. ya karena dalam sehari hanya ada 5x jadwal kendaraan yang masuk area tinggal, kalau dulu akrabin app- nya masa sekarang harus akrabin supirnya:D

2 replies on “Perjuangan pergi ke kota”

itu gambarnya kalo gak dikasi kepsyen iskilip otogar
kayak gak jauh beda sama terminal wonosobo
wkwkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *