Hari ini sengaja saya buat status tentang tontonan TV di Turki dan juga apakah Gaya hidup minimalis mulai diterapkan oleh warga Turki, beberapa teman menjawab, kalau generasi Tua dan beberapa kerabat suaminya memiliki gaya hidup ini, tidak konsumtif, ya mungkin ini hanya sebagian saja teman-teman yang beruntung masuk ke Keluarga Turki seperti itu, karena sayangnya secara umum, orang Turki bergaya hidup minimalis tidak menjadi mayoritas, lepas dari faktor ekonomi keluarga.

Tulisan saya di Blog sebelumnya pernah membahas, seperti bagaimana cara orang Turki bertamu, menerima tamu? atau ketika saya syok kultur diawal menikah, tamu-tamu ibu mertua tiba-tiba masuk kamar, untuk melihat isi perabotan di kamar pribadi kami, bayangkan ketika tamu mengomentari karpet di kamar, merk karpetnya, atau warna bed nya, beli dimana, harganya berapa? bisa terjadi di Turki. Seperti rombongan juri yang menilai bagaimana seorang Mertua baru menyambut Menantu dirumahnya, udah dibeliin apa aja.

  • Perempuan Turki suka pamer?

Gelin (panggilan untuk menantu perempuan) Menggeneralisir kah julukan tukang pamer? Ehm ya mungkin tidak semua melakukannya dan tidak semua perempuan Turki suka dengan streotipe semacam ini terhadap kaumnya. Namun Banyak TV nasional menjadikan tema Gelin, hubungan Mertua-menantu dikemas menjadi tontonan, demi rating? kalau penasaran dengan yang saya maksud, bisa cari di youtube channel: gelin Evi, salah satu reality show populer di Turki.

Reality show untuk ajang Show off, tentang bagaimana isi rumah, perabotan luks yang tuan rumah punya, kebersihan rumahnya, masakannya dan juga memamerkan koleksi perhiasan yang dia dapat sebagai seserahan ketika menikah. punya Bed room set nya sekian harganya, cerita tentang pesta pernikahannya yang Wah, Ya isinya ga jauh dari adu mulut, nyinyiran tuan rumah dan tamu dan saling pamer. Ajaib kan, rasanya ini acara toxic banget tapi ratingnya tinggi:D

  • Perempuan İndonesia suka KEPO?

Ketika Perempuan Turki identik dengan suka pamer sama halnya, julukan yang melekat sama orang İndonesia, İbu-ibu suka Kepo, nyinyiran tetangga, gosip warga di tukang sayur, dari ngebahas harga cabe, politik sampai anak tetangga yang belum kawin-kawin. Ga heran acara Gosip di TV, artis yang mencari sensasi , panjat sosial, Biar diGhibahin se- Nusantara, agar kariernya naik, Aneh tapi nyata dan menjadi biasa. Semacam berita seperti dibawah ini. Pansos, sensasi menjadi cara cepat untuk populer di İndonesia dibanding Prestasi. Dengan karakter kekepoan akut emak-emak komplek, artis dengan sensasi apapun laris di İndonesia, sibuk klarifikasi berita, di undang acara sana sini. Terkenal kemudian dapat endorse macam-macam mulai dari perapi gigi, pemutih, peninggi badan, pembesar apa yang mau dibesarin (pikir sendiri:)

Ok bahasan saya dari satu sisinya saja, suka atau tidak suka tapi realita terjadi seperti itu, sudah banyak yang protes tentang acara ga bermutu, tontonan ‘sampah’ katanya. Tapi Pihak TV tidak bergeming, karena kue iklan yang besar, mereka bertahan karena penontonnya, Berarti emang ada yang suka dengan Gosip, mengidolakan artis kategori alay. barisan orang-orang yang menikmati acara-acara kurang bermutu seperti ini, ya begitu juga di Turki. Meski banyak juga yang ga suka dengan reality show isinya kebanyakan pamer harta, isi rumah, koleksi emas, dll, tapi acara tersebut tetap eksis bertahun-tahun. Saya yakin masih banyak juga Perempuan İndonesia yang waras tidak suka acara gosip atau sensasi berita yang sengaja diviralkan. Tapi tidak menutup mata kalau acara seperti ini memang ada.

Kalau ditanya apa acaranya settingan, ya sudah pasti, mereka juga talent yang dapat script, isi acaranya ga jauh dari ribut-ribut melulu, tapi untuk kebiasan showoff yang ditunjukan, mau saya amini- terjadi di dunia nyata:D

Baca:

Bertamu dan Menerima Tamu ala Turki

Kebiasaan show off kebanyakan perempuan Turki, bisa jadi keuntungan dipihak lain, para produsen porselen atau brand-brand luks peralatan dapur, interior. Sampai beberapa produsen besar porselen selalu membuat promosi satu set alat masak harga khusus untuk pengantin, bed room harga spesial khusus pengantin baru, yang harganya bikin nyut-nyutan kepala. Dan tentang kualitas produk peralatan rumah tangga made in Turki sudah teruji, ada harga ada kualitas. Apalagi Hobby showoff dan koleksi satu set piring porselen, semakin mahal semakin layak dipamerkan, ga heran kadang saya melihat sendiri, mereka tidak cukup punya satu lemari di dapur khusus koleksi piring mahalnya, kadang ada lemari khusus untuk menyimpan koleksi piring, gelas atau satu set sendok garpu berkualitas. Oh ya kebiasaan orang Turki disatu sisi memang suka totalitas menjamu tamu, baik keluarga dekat maupun teman, mereka akan mengeluarkan koleksi piring terbaiknya, bukan sekelas piring plastik Tup** kalau piring plastik gitu biasa dipake buat acara outdoor, piknik. Bukan untuk menjamu tamu di rumah.

sumber foto: karaca home.

Promo-promo Produsen peralatan dapur seperti ini, menjadi hal biasa di Turki, menunjang ajang showoff. Eh kalau ada yang nanya, Keluargapanda punya juga ga?--apalah kami, dapat lungsuran dari ibu mertua semua heheh–selama masih bisa dipake ya saya pake– saya lebih menilai ke fungsi dulu, sama sama buat wadah makanan kan:D

Bedanya Kumpul teman İndonesia dan teman Turki

Untuk menonton Tv, memang harus pilih-pilih atau sebaiknya ditinggalkan karena udah era internet, bisa beralih ke tv berbayar atau saluran langganan seperti netflix. saya juga sebenarnya jarang menonton acara TV lokal, acara Tv yang sering ditonton ga jauh dari berita dan serial dokumenter, seperti TRT belgesel, stasiun TV publik Turki yang khusus dokumenter. Dan jam-jam siang ke sore biasa dikuasai kaum İbu-ibu, apalagi ketika musim dingin dan aktifitas keluar rumah berkurang, banyak yang menghabiskan waktu untuk menonton TV, untuk sebagian masyarakat tetap jadi pilihan. Seperti ibu mertua, jika musim dingin, sambil mengobrol di depan perapian, TV selalu dinyalakan sebagai hiburan, Beliau tidak kenal İnternet, jangankan İnternet, HP saja beliau tidak berminat, masih mengandalkan Telpon rumah.

Memilih teman di Turki

Sekali lagi saya tidak menggeneralisir, masih ada perempuan Turki yang ga suka pamer, Keluarga minimalis, hidup sederhana, pasti ada, kalau bertemu dan kenal tipe seperti ini rasanya beruntung bisa bebas dari, tuntunan untuk ikut arus show off. Kalau akhirnya bertemu dengan Tipe Keluarga seperti ini, tahan mental aja kalau jadi bahan gosip, atau dianggap suaminya ga mampu..ooohahhh! ada sih soalnya, pernah ngalamin kena sindiran ga penting. ” eh suami kamu kan pns, masa ga dibeliin kayak gini”, padahal apa hubungannya sama pekerjaan suami, daripada gede hutang. Percaya atau tidak, dari 3 Gedung apartemen, rasanya hanya isi rumah kami yang paling sederhana dan tidak punya yemek takımı (satu set piring porselen luks ) piring-piring hasil hibahan kakak ipar. Kalau kata Suami, tapi kan kita udah keluar negeri (maksudnya mudik ke İndonesia:C) daripada tetangga yang ngubek-ngubek di Turki doang. Masalah lifestyle aja mungkin, make barang yang ada, lungsuran kakak ipar pun kami terima. Pasang muka cuek aja sih kalau jadi ajang gosip:D cara hidup waras sesuai kantong. Burası Turkiye hersey olabilir….