Setiap buka İnstagram, kebetulan juga follow public figure, entah aktor korea, İndonesia atau negara lainnya, Beberapa sering saya baca komen-komen yang menurut saya: Tidak lucu, Mungkin ya tulisan iseng dengan nada becanda, apalagi cap orang İndonesia sebagai manusia-manusia tersantai di Dunia: Ketika ada aktor posting foto nya, berbagai komen rata-rata penggemar dari İndonesia: ngaku-ngaku: Suami, selingkuhan lah, terus yang paling menjijikan ketika ada yang menulis komen semacam ini: ” waduh Rahimku bergetar, liat mas ganteng”. ”tiduri aku” dan berbagai kalimat yang rasanya kurang pantas dituliskan.

Beberapa waktu yang lalu, pernah ramai juga di jagat twitter, seorang public figure Tanah air, yang merasa tidak nyaman dengan segala komentar dari para penggemarnya yang kebetulan kebanyakan kaum hawa. Mengomentari fisiknya yang menjurus ke pelecehan. Selama ini dominasi pelaku pelecehan selalu disandangkan ke kaum adam, tapi apakah perempuan juga bisa menjadi Pelaku pelecehan?

Perempuan menjadi pelaku pelecehan?

Tadinya saya tidak sampai berpikir, kalau perempuan juga bisa menjadi pelaku pelecehan, biasanya selalu menjadi korban. Tapi apa laki-laki juga bisa menjadi koban pelecehan dari perempuan, ternyata menurut data BJS dan CDC (Centers for disease Control) amerika: 2008-2013, 71.4 persen korban pelecehan, pelakunya adalah perempuan. Bahkan di İrak korban pelecehan lebih banyak didominasi laki-laki (sumber:news.detik.com) jika perempuan sering tidak melaporkan karena malu dan takut, Bagi laki-laki alasan tidak melaporkan menjadi berat, sama sekali tidak ada yang percaya lalu ditambah tudingan sebagai laki-laki lemah atau lembek. Padahal sebagai korban, mereka juga rentan kena masalah psikologis, seperti keinginan bunuh diri, depresi, disfungsi seksual, sama halnya jika korban itu perempuan.

Pelecehan seksual di dunia maya

Apa kategori menuliskan komen-komen berbau Vulgar termasuk kategori pelecehan jenis ini? Ada seorang public figure yang tidak merasa nyaman dengan komentar yang ditinggalkan fans perempuannya, dia menegur baik-baik, agar tidak menulis komentar seperti itu, dibalas oleh perempuan, biasanya menulis kalimat: ‘‘ alah gitu aja baper” Ujung-ujungnya akan mengingatkan tentang resiko sebagai public figure, siap dihujat dicaci dan juga dilecehkan? ingat loh mereka juga manusia, punya hati, punya perasaan, bisa stress, tidak semua orang terlahir bermental baja. Melakukan Pelecehan bukan “resiko” jadi orang terkenal. mungkin emang mereka aja yang thirsty, Tidak punya adab.

Pelecehan lisan :

Termasuk ucapan verbal/ komentar yang tidak diinginkan tentang kehidupan pribadi atau bagian tubuh atau penampilan seseorang, lelucon dan komentar bernada seksual .

yang sedang trending di twitter.

Komentar komentar tentang Rahim anget, rahim bergetar (sampai saya ngebayangin gimana bentuknya) sering saya baca terutama di İnstagram.

Mempermalukan diri sendiri

Menurut saya, perilaku seseorang yang menulis kalimat kalimat seperti itu, selain menjurus ke prilaku pelecehan, juga mempermalukan diri sendiri sebagai perempuan, Mungkin maunya dianggap sebuah candaan saja, tapi jika menjurus ke fisik, area intim, ini masuk kategori pelecehan ditambah ada UU İTE. Segitu tidak punya harga diri kah, becanda menjurus ke area intim pria. Kalimat yang kamu tulis bisa menggambarkan isi otak atau emang kamunya ga punya norma kesopanan.

Pengingat juga buat diri saya sendiri, Bahwa korban pelecehan itu semua gender bisa mengalami. Kalau tidak mau mengalami kejadian buruk, apalagi menjadi korban pelecehan, kontrol diri kita juga agar tidak ‘Menyumbang’ prilaku buruk seperti itu. Mau dia public figure, aktor idola atau siapapun, tahan jari kita, kagum ya cukup kagum saja, hormati area privasy mereka. Penggemar yang baik sejatinya mendukung dengan positif.