Categories
dunia mix marriage

Pentingnya nama Panggilan sayang untuk suami

Menyematkan nama panggilan khusus untuk seseorang, apalagi suami sendiri, rasanya sah-sah aja, tidak terkesan lebay, masa kalah sama anak SD yang pacaran, udah panggil mamah-papah. Meski saya tidak mengaku seorang istri yang romantis, selama menikah, kami sepakat untuk memakai nama khusus ketika memanggil, Meski diawal rasanya geli, lama -lama terbiasa, pokoknya jangan kalah sama orang Pacaran, apalagi sudah suami istri? halal loh.

Memiliki atau memanggil nama khusus ke pasangan ternyata akan berdampak baik dalam hubungan, kata-kata positif sebagai salah satu penanda hubungan yang sehat dengan pasangan. Nah menurut penelitian 76 % orang merasa bahagia karena memiliki nama panggilan sayang –-hasil survey oleh Pepper Schwartz dari University of Washington di Seattle. Dalam penelitian yang dilakukannya terhadap 100 ribu pasangan –sumber:merdeka.com—

pentingnya panggilan sayang untuk pasangan,sebagai tanda hubungan sehat
Photo by Ben White on Unsplash

Panggilan sayang ke Suami

Baca: Kata kata Romantis dalam Bahasa Turki

Dalam pernikahan orang Turki, menyematkan nama panggilan sayang menjadi sesuatu yang lumrah, tapi sayangnya banyak yang ‘malu’ untuk memanggil panggilan sayang di depan umum, beberapa kerabat suami , lebih suka memanggil nama asli pasangannya, meski jarak umur antara mereka cukup jauh, biasanya di İndonesia, akan menambah kata depan: mas, Kak, abang, daripada hanya memanggil nama aslinya, saya pernah menanyakan ini ke suami, karena rasanya janggal, melihat salah satu kerabat, yang saya tahu jarak umur dengan suaminya hampir 6 tahun, dengan santainya memanggil namanya saja: ‘‘kok dia ga panggil Abi gitu” protes saya. Karena saya pikir melihat dari sudut pandang kultur İndonesia, Ga sopan manggil nama suami yang juga lebih tua dengan panggilan nama. Suami menjelaskan, kalau di Turki, ga lazim istri memanggil suami dengan tambahan nama Kakak, mas akangi abang .Semisal saya mau manggil: Mas Mustafa (tapi tiba -tiba geli sendiri dengarnya)

Baca: Ketika punya nama pasaran di Turki

Berbeda dengan lingkungan kerabat suami, diantara teman-temannya dia yang saya kenal, İstri mereka ternyata memanggil nama khusus ke suaminya, tidak malu mengucapkan di depan umum. Seperti halnya kerabat suami. Oh ya tradisi ‘malu-malu’ manggil nama sayang di depan orang lain, saya dobrak di Keluarga suami, dari awal menikah dengan santainya saya panggil nama: Balım…, yup Balım!--silahkan baca link merah di atas buat tahu artinya:) kalau diterjemahkan ke bahasa İndonesia, akan terdengar berlebihan. Pernah İbu mertua dan sanak keluarga bisik bisik di depan saya, sambil sesekali menggoda juga. Suami, sampai merah mukanya di Goda. Saya: cuek aja, lah Sah ini kan! Tapi lama-lama mereka jadi terbiasa dengan gaya saya, tetap memanggil nama suami semesra itu katanya, Duh ya! Di depan keluarga besarnya juga hahahah. Suami awal-awal jaga imej, tapi karena terbiasa juga di rumah manggil dengan panggilan sama, sampai lupa nama asli istrinya kadang, ya udah teriak di jalan juga sekarang manggilnya : Balım, kadang kalau lagi kesal ga ada mesra-mesranya, lagi marah juga panggilan sama. Kalau sampai di rumah panggilan menjadi nama asli, itu sudah sebuah peringatan, akan ada ‘perang’. Buru-buru koreksi diri.

Baca Ungkapan khas orang Turki ketika bicara

Panggilan sayang sebagai penanda hubungan sehat?

Tidak biasa bersikap romantis? Awalnya saya juga sama, aneh, atau menilai panggilan khusus ini terasa berlebihan, lebay. Tapi prinsip yang saya sepakati semenjak membina rumah tangga, mulainya era keterbukaan, tidak ada jaga imej didepan pasangan, menjaga dan merawat perasaan agar terus bertumbuh semakin kuat salah satunya tetap memakai nama panggilan khusus ke pasangan, baik dikala susah, sedih, mesra , kesal.

Secuek-cueknya İstri pasti tetap mendambakan sesekali suaminya berlaku romantis, memanggil dengan panggilan sayang, menjadi energi positif tersendiri, jangan pas ada maunya aja. Hubungan yang sudah ada harus tetap dirawat dengan penuh kasih sayang, supaya akarnya tumbuh kuat. Salah satunya dengan memberikan panggilan khusus ke pasangan, Pasangan akan merasa dihargai, disayang. Sehingga berdampak adanya rasa percaya diri dalam menjalani rumah tangga. Seiring bertambahnya usia pernikahan, memanggil nama pasangan dengan nama khusus menurut saya penting. Sebagai salah satu kunci hubungan yang masih sehat, tidak hanya di awal-awal kedekatan saja, dihujani kata-kata romantis yang terdengar lebih ke gombal, apalagi masih berstatus ‘pacaran’. Pasangan yang sudah menikah harus lebih menunjukan ‘kepemilikan’ . ‘Hay..sayangku..apa kabar?…., apa nih? pasti ada maunya?‘ hahaha. Apalagi kalau ditambah: ”sen cok yaksikli, herseyım, bitanem, canım benim” ujungnya: ” ne istiyorsun?”. (mau apaaaa)

Ada yang punya panggilan sayang khusus buat pasangannya? cerita dong:)

8 replies on “Pentingnya nama Panggilan sayang untuk suami”

biasanya saya manggil nama suami buat ngeledek yg akhirnya jadi geli sndiri :D..klo panggilan sayang uda ga pernah krn wktu itu si KK protes “kok ibu manggil nya yang (manggil ke suami)” eh akhirnya si KK ikut2an manggil ayahnya “yang” wkwkwk….
okelah akhirnya kita mutusin pnggil ayah sm ibu aja di depan anak2 & keluarga tp klo di wa bisalah pke panggilan sayang 🙂

fatih jg awalnya malah ngikutin, manggil balım..kita ngakak, tapi lama2 dia ngerti, atau panggıl babası–imbuhan sı menunjukan kepemilikan –jadi fatih babası or babasınya aja–yg kalo diartiin babanya fatih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *