Seperti Biasa tiap akhir pekan, saya sekeluarga biasanya menghabiskan waktu untuk jalan bersama anak.
Tinggal di İstanbul banyak pilihan alternatif dan tidak harus ke Mall saja menghibur anak-anak, kami lebih suka  jalan ke daerah Sahıl (daerah pinggir laut)  selain banyaknya area taman bermain dan center keramaian kotamadya tempat kami tinggal memang daerah pinggir laut (İstanbul nama untuk provinsi dan juga kota besar dalam bahasa turki di sebut Büyuk sehir belediyesi, sedang pembagian daerah-daerahnya disebut Belediyesi(Kotamadya) untuk istanbul sendiri ada 39 ilce belediyesi yang terbagi di sisi asia dan eropa termasuk ilce belediyesi untuk daerah kepulauannya.

24 juni tahun ini, Turki akan mengadakan pemilu lebih awal -dari yang sebelumnya dijadwalkan tahun 2019- Pemilu untuk mengganti sistem pemerintahan dari demokrasi parlementer menjadi presiden eksekutif.
Aduh bahasnya berat ya? hehe intinya Turki mau kayak İndonesia, kepala pemerintahan dan kepala negara nya : Presiden! Sebelumnya kan ada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. udah intinya itu.

Lalu apa hubungannya sama saya?

Hubungannya, karena saya make batik dan ikut  ‘terjebak kampanye politik’ salah satu partai yang ikut mendukung
Pemerintahan nya ganti sistem.
Tujuan awalnya jalan ke sahil sebenarnya untuk melihat pentas adik-adik mahasiswa indonesia dalam acara pentas budaya yang juga diselenggarakan belediye dimana saya tinggal, wah saya udah semangat sampai pakai batik juga buat datang ke lokasi, tapi diajak suami  datang dulu ke konser penyanyi terkenal Turki mustafa yildizdoğan yang ternyata pengisi acara kampanye politik ini, baru nanti lanjut nonton dan lihat pameran mahasiswa indonesia.
7 Tahun di Turki, ini merupakan pengalaman pertama saya ikut keramaian orang orang Turki  kampanye, mereka biasanya sukarela datang untuk ikut dengar orasi dari partai yang mereka dukung, berbagai atribut terutama bendera Turki dengan bangga mereka kibarkan, lagu lagu penyemangat kebangsaan terus diputar sebelum acara dimulai.
Ne mütlu Turkum Diyene !-kutipan dari Bapak pendiri republik nya- yang artinya kurang lebih:
Betapa bahagia saya mengatakan kalau saya orang Turki!
Kata -kata ini dengan bangga nya mereka ucapkan  sepanjang acara, ada juga lagu lagu pengobar semangatnya yang menyelipkan kata-kata tersebut.
Sebagai orang asing (ingat ya saya masih WNİ  dan Saya bangga jadi orang indonesia) Hitung -hitung nambah pengalaman saja melihat keramaian warga lokal kumpul untuk kampanye, selain itu jadi banyak tahu bagaimana suasana dan acaranya berjalan, apalagi ada hiburan yang disuguhkan, seperti di Foto bawah ini, Tarian traditional dari daerah Erzurum. Sekumpulan penari Pria menarikan tarian traditional , pas bagian terakhir tarian mereka ada adegan bermain pisau dua orang ditutup saling berpelukan diakhir tariannya.
Kemudian yang menjadi perhatian saya selanjutnya. Pengisi acara,tim keamanan maupun tamu undangan rata rata berpakaian rapih,necis berjas , gagah seperti mau ke kondangan hehe, tadinya saya pikir mirip dengan kampanye ala partai indonesia, pakai kaos bergambar  tokoh politiknya dengan janji janji kampanye.
Ketika mulai masuk acara kampanye di mulai, Biasanya mereka akan berdiri bersama-sama untuk menyanyikan lagu ke bangsaan İstiklal marsi, Saya ikut berdiri dan melirik suami yang juga ikut menyanyikannya dengan penuh bangga, Setiap dengar lagu kebangsaan selalu ada rasa berbeda, itupun saya rasakan ketika mendengarkan lagu kebangsaan Turki.
Oh ya yang menarik, setiap lagu kebangsaan istiklal marsi di perdengarkan di Publik, apalagi ada moment moment tertentu, Secara spontanitas warga biasanya akan menghormati dan diam berdiri,tidak melakukan aktivitas apapun sampai lagu kebangsaaan selesai diperdengarkan.
Baca:lagu kebangsaan Turki
Menjelang jam tiga sore, saya mengajak suami untuk segera meninggalkan lokasi acara (padahal dia pengen nonton penyanyi favoritnya) tujuan awal untuk datang ke acara pameran dan pentas budaya  di daerah center nya wajib datang, saya ga mau dibatalkan begitu saja hanya karena kampanye politik, Suami ngalah dan langsung meninggalkan lokasi, kebetulan si bungsu juga ketiduran, karena sudah lewat jam tidur siangnya.
Keluar dari lokasi acara, melewati keamanan polisi, tiap orang yang datang ke lokasi acara harus diperiksa polisi sampai ada anjing pelacak juga, demi mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, kalau kata suami Burası Turkiye (disini Turki) kadang ada saja teror keamanan terjadi, apalagi mendekati pemilu juni nanti.Begitu keluar dari lokasi acara, saya melewati deretan pedagang souvenir, yang dijual umumnya tema-tema kebangsaan,paling banyak bendera, pin ,ikat kepala, kaos dan buku-buku politik, simbol-simbol partai saya amati tidak begitu banyak, mereka pedagang dadakan tiap kampanye, berjejer rapih layaknya pasar minguan.
Baca:kampanye pemilu di Turki
Apapun pilihan politik suami saya, dia yang lebih paham ‘isi’ didalam pemerintahan negaranya, kalau pemilu juni nanti memang pilihan terbaik untuk Turki, semoga kedepannya negara inipun tetap berjalan dengan baik, ekonomi pulih, keamanan pulih dan tetap makin banyak wisatawan datang ke Turki.