Kemarin di Grup WA, teman-teman saya berbagi cerita tentang situasi di Jakarta, ketika pemerintah mengumumkan ada dua orang di Depok yang positif kena virus corona, banyak cerita bergulir, mulai dari salah satu teman yang mengabarkan kalau rencana liburannya ke Jepang pun terpaksa batal, pencarian masker yang harganya naik dimana-mana, sampai ada juga salah satu teman yang menawarkan hand sanitizer yang harganya 3 kali lipat. Wah luar biasa.

Harga masker di marketplace Turki juga mengalami kenaikan drastis, tapi untuk Hand sanitizer, harga masih normal seperti biasa, tidak ada lonjakan harga. Kalau untuk urusan cuci tangan, rasanya orang Turki tidak akan sepanik İndonesia, sampai borong Hand sanitizer, mencuci tangan sudah menjadi kebiasaan warga sini. Orang Turki jadi nomer dua di Dunia untuk urusan cuci tangan paling rajin, nomer satu nya orang Bosnia. Setiap rumah menyediakan hand sanitizer, dan menjadi barang yang wajib di beli tiap bulan.

Turki, Bangsa yang rajin cuci tangan no 2 di Dunia

credit: @ Mustafasilci
Orang Turki 94% bangsa yang paling rajin cuci tangan setelah dari toilet

Untuk urusan kebersihan rumah, orang Turki memang juara! saya sering cerita bagaimana rajinnya ibu-ibu Turki kalau udah urusan bebersih rumah, Mata ibu ibu Turki sangat jeli melihat kotoran atau sampah di lantai, langsung sigap membersihkannya kalau perlu meski sedang ada tamu, vacuum cleaner juga mereka keluarkan. Meski rajin bebersih rumah berbanding terbalik dengan bebersih badan, ini yang kontrasnya. Kalau tidak percaya? silahkan liburan pas musim panas ke İstanbul dan naik kendaraan umum, bau bau syedapppp beraneka aroma akan mudah ditemukan. Entah karena memang sudah genetik bangsa ini atau karena kebiasaan mereka yang mengkonsumsi protein hewani beserta turunannya yang cukup tinggi berefek ke BB yang aduhai dikala cuaca panas.

Oh ya Balik lagi ke cerita urusan Cuci tangan. Kebiasaan baik ini sudah mendarah daging di keluarga Turki, Seperti yang biasa dilakukan di rumah, Babanya setiap Fatih pulang sekolah, selalu aja kasih intruksi: ” el yikaaaa oglum” ga boleh nyentuh apapun kalau baru masuk rumah sebelum cuci tangan.Peraturan ketat. Dan untuk anak-anak, hal terlarang pegang Uang, apalagi uang logam, alasan si baba: ”cok mikrop”. Banyak bakteri, kuman dll, anak-anak jangan dibiasakan pegang uang. Ketauan anak-anak pegang uang, anne nya kena tegur. Ada plus minusnya sebenarnya, disatu sisi, terjaga kebersihan anak-anak, disisi lain. Fatih agak telat tahu nominal uang, pertama kali masuk sekolah, dia dikasih 5 lira, dia jajan di kantin 2 lira, kembalian 3 lira dia bagikan ke temannya. Belum kenal konsep menabung, Konsep sedekah dulu ala Fatih, alasannya. kasihan temannya mau jajan juga, jadi dia kasih sisa uangnya semua. Jadilah tuh PR si Baba ngenalin nominal uang. Tapi tetap mereka dibatasi memegang uang, kalau Babaannenya kasih uang, Fatih langsung kasih ke saya–sebagai Bank:D–

Stok hand sanitizer di rumah selalu ada

Stok hand sanitizer di rumah lengkap, Babanya tidak akan absen beli tiap bulan, tapi untuk masker kami tidak ikutan beli, dengan harga naik 2x lipat. Belum merasa butuh. Bukannya terlalu percaya diri, karena sekarang tinggal di daerah gunung dan jarang ada interaksi dengan orang asing, saya pikir masih relatif aman, tapi untuk di ibukota provinsi memang agak mengkhawatirkan ketika disalah satu berita menyebutkan ada suspect convid ini, apalagi setelah berita di negara tetangga-İran- penyebaran corona cukup banyak, di İbukota provinsi, orang iran juga banyak yang menetap disana. Bisa jadi ada salah satu dari mereka yang baru datang dari iran lalu positif–ah saya aja cuma spekulasi—karena di Turki, semua data pasien yang terduga baik positif maupun hasil tesnya negatif corona, data orangnya tidak dipublikasikan. Hanya nama daerah dan lokasi rumah sakit tempat dirawat.

Pencegahan yang berusaha saya lakukan di rumah salah satunya menjaga imunitas tubuh anggota keluarga, selain kebersihan diri yang tetap dilakukan dan ditingkatkan lagi, konsumsi buah dan sayur harus tetap tinggi di rumah, buat stok vitamin alami , belanja rutin tiap minggu ke pasar sayur buah agenda wajib. Anak-anak selalu dikontrol babanya urusan kebersihan, anne nya yang masih suka bandel hehe

belanja sumber vitamin untuk melawan si coron.

Saya juga baca-baca semua berita tentang virus ini, bagaimana pencegahannya, bagaimana cara menjaga kesehatan agar tidak mudah sakit. Agar tidak terbawa panik, setelah maksimal berusaha selebihnya berdoa, semoga dijauhkan dari segala bala, teman teman juga stay safe semua, semoga wabah corona bisa teratasi dengan cepat. Jangan lupa jadikan cuci tangan sebagai kebiasaan setiap hari, menjaga kebersihan tubuh, lingkungan itu penting, baru terasa ketika dunia di uji wabah ini.