Pernah kebayang : kalau ada sebuah metro bus terguling di jalan besar, hanya karena payung?

Gimana ceritanya, payung bisa menggulingkan sebuah bus besar?

Seorang penumpang yang ‘ga sabar’ dan cekcok dengan supir bus, lalu menonjok supir bus dengan gagang payungnya, si supir kehilangan kendali dan terjadilah kecelakaan.
İni kisah nyata dan terjadi disini, hingga akhirnya banyak bus-bus umum dipasang kaca pembatas untuk supir dan  peringatan ditulis dengan jelas: jangan ajak ngobrol supir!
bisa cek di channel ini:

Yah seperti hari ini, saya ngalami kejadian yang entah keberapa kalinya di İstanbul.

Saya sudah janji dengan salah satu teman, bahwa akan berkunjung ke rumahnya seminggu setelah hari raya, berangkatlah kami berempat, saya,suami dan kedua anak,menumpang bis umum, dari rumah disambung naik bis lagi di kartal center, menurut jadwal bis berangkat pukul 13.00, setelah cek di aplikasi dan juga di papan digital halte bis, jam 13.00 jadwal bis datang!  tapi ternyata  ‘molor’ dari jadwal, bis baru datang 8 menit kemudian.Hari sabtu  karena hari terakhir menjelang pemilu esok 24 juni, banyak keramaian disepanjang jalan, dan juga kemacetan.  Wajar lah menurut saya bis lambat dari jadwal biasa.
Sesampai di halte kartal kopru, banyak penumpang bis dengan tujuan sama, masuk satu persatu, lalu kejadian itupun di mulai, seorang kakek tua begitu masuk bis langsung marah-marah sama supirnya, marah marah dengan suara kencang pula! ‘bir saat bekleyim!  ngoceh -ngoceh terus di bis, sampai ditegur seorang ibu muda, nambah menjadi-jadi perang mulut..ampunnn (padahal menurut saya jadwal bis berangkat dari peron pertama memang jam 13.00 telat 8 menit ditambah macet di jembatan, ga nyampe juga 1 jam, kata bir saat-satu jam- seperti majas hiperbola-berlebih-lebihan untuk menggambarkan sesuatu) kalau orang ini kesal menunggu bis yang telat datang.
Setelah si kakek ini mereda omelan nya ke supir bis,sampai istrinya negur juga karena malu,suami juga bantu nenangin si kakek,karena kebetulan duduknya berhadapan dengan kami.Datang lagi penumpang yang sama, ngomel-ngomel lagi begitu masuk bis..Ya Allah ga kelar-kelar! Masalah si penumpang bapak-bapak usia paruh baya ini, karena si supir rada lambat nyetirnya, di omelin lagi, kesal juga si supir,sempat berhenti sebentar buat ngomelin penumpangnya ini–setelah ditenangin penumpang yang lain, mulai lah dia agak ngebutan.
Jadi sepanjang jalan saya naik bis, banyak yang ngomel,ngedumel, ngeluh keterlambatan bis dari jadwal termasuk suami:D* oh Turkiyeee…sepertinya jadi supir bis di Turki itu berat ujian sabarnya hehe, penumpang kalau negur supir langsung to the point, jarang yang basa basi manis. Loh negur langsung nyamperin supir lagi nyetir.
Dulu, awal saya tinggal di istanbul pernah mengalami kejadian : Supir bis yang ga sengaja nyenggol mobil pribadi, ketidak sengajaan ditambah jalan juga tidak cukup lebar, lalu si pemilik mobil tidak terima, dia memotong jalan bis tepat dilampu merah, minta si supir bis keluar, nah terjadilah obrolah (yang susah saya terjemahkan,karena sambil marah-marah semua)  oh ya di lampu merah dan dibelakang bis banyak antrian, masa bodo aja gitu, dua orang ini adu mulut-.- maksud saya coba gitu ngomong baik-baik dulu, semua kan bisa diambil jalan tengahnya, ini keduanya ‘ngegas’ semua ga ada yang mau ngalah! drama di lampu merah dan terjadi kemacetan
Kalau menulis kata ‘sabar’ rasanya si sabar tidak ada dalam nama tengah orang -orang turki (langka) untuk meredam ketidak sabaran mereka, istilah kata ‘ngegass’ kalau ngomong itu biasa.
Selama tinggal di negara ini, lama-lama saya semakin terbiasa dengan karakter orang Turki kebanyakan, apalagi semenjak tinggal di kota terbesarnya yakni İstanbul. Wah drama-drama  ’emosional’  dalam angkutan umumnya sering sekali saya temui, kadang ya gitu, ada supir yang kategori sabar (tapi langka)  ada juga seperti supir bis kemarin itu, karena penumpangnya ngomel-ngomel terus, beberapakali dia berhenti menyetir untuk membalas omelan si penumpang, jadilah perjalanan yang tadinya saya kira akan tiba pukul 13.30 jadi sampai ditujuan pukul 14.00.Karena selain macet juga karena si supir bis juga rajin balik ngomel-ngomelin penumpangnya.
Dan bukan saja supir angkutan umum dalam kota, saya pernah juga mengalami hal sama ketika pergi liburan ke kampung mertua, saya dan suami naik bis malam menuju corum, biasanya dengan perjalanan bis malam  membutuhkan 9-10 jam perjalanan, ada kejadian dalam perjalanan si supir bis tidak sengaja menyerempet mobil pribadi, si pemiliknya tidak terima dan mengejar bis yang kami tumpangi, dia memberhentikan bis tersebut dengan teriakan dan umpatan meminta si supir meminggirkan bis nya, lalu ketika si supir berhenti, sipemilik mobil yang merasa mobilnya di pepet bis besar, datang  menghampiri si supir di dekat bis, lalu mereka ngobrol (sebenarnya lebih tepat adu mulut) kurang lebih 30 menit waktu kami sebagai penumpang terbuang, menunggu si supir menyelesaikan permasalahannya.
Ya entahlah sering sekali bertemu mereka-mereka yang  gampang emosi dan juga tidak sabaran, Coba yang rugi siapa? seperti kasus di metrobus di atas yang terguling, akhirnya berujung di ‘bui’ lah dia karena emosi-nya.

Don’t drive like a Turk —

Kalau ga salah saya pernah baca di artikel-artikel tentang traveling, sindiran dalam bahasa inggris ini populer di amerika, bukan sekadar karangan tapi karena faktanya cara mengemudi orang Turki memang dinilai menakutkan, saya pernah dapat cerita dari salah satu teman, yang paling takut kalau suaminya menyetir mobil, bersyukur waktu itu mobil suaminya akhirnya dijual, lalu ketika suaminya berencana membeli mobil kembali, dia dan keluarga suaminya tidak setuju karena alasan mengemudi si suaminya yang terkenal menakutkan , Apalagi sudah jadi rahasiaumum bagaimana sifat pria turki  yg terkenalnya kurang sabaran : ‘ mending gue naik bis atau taksi kemana-mana, daripada disupirin dia, yang ada sepanjang jalan gue baca doa terus ga berhenti, jangankan gue, emaknya aja paling takut kalau disupirin dia” . Saya waktu itu hanya tertawa mendengar cerita si teman ini, ketika menceritakan pengalaman horornya selama suaminya menyetir mobil. Memang ada benarnya juga cerita si teman, ipar saya pun demikian, kalau udah ngebut mengerikan, dulu waktu di corum saya pernah di ajak ke daerah incesu -daerah wisata sejarah di gunung, untuk menuju kesana medannya cukup berat, melewati jalanan berkelok yang pinggirannya jurang, nah kebayang lah, dengan entengnya dia ngebut dengan kondisi jalanan seperti itu, aduh untung sebelum berangkat udah banyak baca doa, dan tipikal yang sama dengan supir bis yang gampang nyolot juga dijalanan kalau ketemu macet dan sebagainya. Ga heran sindiran ‘don’t drive  like a Turk’ sampai populer di negeri sekelas amerika.
Saya sampai nulis mungkin waktu bagi-bagi ‘sifat sabar’ orang Turki banyak yang lebih milih ngecay, jadilah ketinggalan si sabar nya.
Dengan karakter khasnya, keras, tegas eh ditambah kurang sabar, banyak lah kasus-kasus  kecelakaan lalulintas yang menurut kantor riset dan edukasi lalulintas Turki per tahun 2012 : 88 %  penyebab kecelakaan lalulintas adalah kesalahan pengemudi.

Wah jadi menakutkan ya kalau datang ke Turki?

Tergantung hehe, karena menurut saya masih ada kok supir-supir yang baik, atau kalau kepaksa di supirin orang Turki mending kasih wejangan dulu, lalu banyak lah baca doa dan doakan lah si supir supaya menyetir dengan baik:) karena disatu sisi tetap saya tegaskan
masih banyak kok orang Turki yang menyetir dengan baik, pernah di supirin suami (dan dalam hati saya juga berdoa semoga selamat sampai tujuan) kalau ngebut dikit teriak aja: Yavas..yavas (pelan woey pelaaannn)
punya cerita tentang disupirin orang yang gak sabaran?pasti bikin jantungan ya..