Kalau Sering baca penggambaran karakter Orang Turki, selalu identik dengan: tegas, keras kepala, emosian,tempramental, ya ga menyamakan semua berkarakter sama juga, tapi umumnya sih saya akuin. İya! Bercerita tentang keseharian Masyarakat Turki dan pola makan kesehariannya , menjadi tolak ukur kenapa mereka selalu identik dengan karakter keras dan sebagainya.
Perilaku seseorang itu tidak hanya dipengaruhi lingkungan tapi juga makanan yang biasa dikonsumsi.

Makanan mempengaruhi sekali dengan kesehatan mental kita. Sesuatu yang berlebihan tentu saja kurang baik, semisal Gula! Penyumbang gejala depresi dan rasa cemas berlebihan. Makanan tinggi asam di menu serba daging dan protein hewani lainnya. Jadi ketika dihubungkan dengan karakter seseorang, yang gampang emosian, pemarah, keras kepala? mari kita cek menu di meja makannya.

Bangsa no 5 mengonsumsi daging terbesar.

Dalam urutan: nomer 1 Rusia sebesar 20.7 persen, Arab saudi 17. 2 persen, Brazil 14.8 persen, China 14.7 persen, Turki 14. 2 persen. Sedang İndonesia sebagai salah satu negara besar, termasuk rendah untuk konsumsi dagingnya, dan yang terendah İndia. (antara.com)

Dibandingkan dengan 2 negara besar: Brazil dan China berdasar jumlah penduduk tentu saja kalah, Masyarakat china konsumsi dagingnya beragam termasuk seafood juga. Turki dan Arab saudi bersaing di daging Merah dan juga kambing..panass…panas heheh, Karena untuk Turki sendiri konsumsi seafood selain ikan sangat rendah, apalagi karena mahzab Hanafi jarang mengonsumsi binatang dari laut selain ikan. Beberapa malah menkategorikan udang, kepiting seperti serangga??-jauh ya.

Saltbae? Kalau punya akun instagram tentu mengenal sosok Nusr-i yang memiliki julukan saltbae, restoran steak nya menyebar di kota-kota ternama dunia, pelanggannya mulai dari Pejabat, artis, para pemain bola klub besar eropa! Menu yang dia jual? tentu saja : serba daging, bahkan daging yang dilapisin emas (saya ga tahu bagaimana rasanya daging dibalut emas, maklum wargamisqueen:D) dan identitasnya tentu saja: dia orang Turki. Orang Turki dan daging ibarat lem sama prangko.

Hampir semua hidangan khas Masyarakat Turki, entah di daerah pesisir mediterania, laut hitam , Anadolu tengah, rata-rata banyak menggunakan Daging. Masak pakai penyedap rasa? micin? di Turki ada sejenis Msg disebutnya Bulyon, tapi pemakaian penyedap ini tidak serajin ibu-ibu di dapur kampung saya, kayak si emak kalau masak, dikit-dikit tambah penyedap, biar sedap katanya. Lalu ibu-ibu Turki biar masakannya sedap: pakai penyedap rasa sapi? iya mereka memakai penyedap, langsung daging giling! daging giling atau kiyma dalam bahasa Turki. Maksimal 2 sendok makan, daging giling ditumis dengan bahan masakan lainnya, mau masak sayur berkuah apapun, daging giling tidak pernah ketinggalan.

Musim panas? mereka suka sekali piknik di ruang terbuka, menunya serba barbequan, biasanya daging ayam dan kofte, sepertinya 1 kilo itu termasuk sedikit buat mereka, minimal 2 kg daging ayam, jika anggota keluarga yang ikut piknik lebih banyak, tentu saja belanjaan daging juga akan lebih banyak lagi, rasanya satu orang satu potong daging itu hal yang jarang, mereka akan makan minimal 3 potong. Menjelang musim panas, banyak toko daging atau supermarket menjual paketan daging yang sudah dibumbui, Memudahkan bagi para pelanggannya tanpa harus membumbui daging untuk acara piknik.

Ketika hari raya idul adha, biasanya hari raya ditutup dengan menikmati daging kurban, bikin sate bareng. Saya sering menikmatinya ketika masih tinggal di İndonesia, dan itu biasanya cuma dalam 1 atau 2 hari,selebihnya bosan dan pilih makanan lain, seperti daging kambing, saya memang kurang begitu suka. Lalu bagaimana dengan keseharian hari raya İdul kurban di Turki? Tahun 2011, Hari raya idul kurban pertama saya di Turki, diajak berkunjung ke rumah kerabat, ga banyak 3 atau 4 rumah saja seingat saya. Setiap kunjungan, Tuan rumah selalu menyajikan et sote-daging tumis- dari hewan kurbannya. İya sepiring dan tidak ketinggalan roti dan Cay. Masing-masing sepiring, 4 rumah yang saya kunjungi, hampir saja menghabiskan semua menu daging. Padahal protein hewani sejenis daging-dagingan ini termasuk yang lama dicerna di usus kita, kebayang antrian panjang daging empat piring kalau masuk semua. Berefek Begah dan sembelit.

makanan orang turki

Alasan orang Turki menyukai makanan serba daging?

Narasumber setia, Orang Turki yang dirumah mengatakan: ” kamu tahukan sejarah leluhur kami yang datang ke Tanah anatolia (mulai dramatis) Nenek moyang kami bangsa penakluk, pemburu, Menu masakan serba daging sudah ada dari dulu . Apalagi daging itu dicernanya lama, bisa mengenyangkan untuk bertahan di medan pertempuran. İya sih bisa jadi. Betapa mereka menyukai sekali menu serba daging.

orang Turki kurang sabar

Mengutip dari pakar Foodombining İndonesia, mas Erikar lebang: dalam salah satu kultwitnya: Protein hewani yang mempercepat proses perusakan tubuh, Bisa jadi memang sesuai doktrin Mempercepat pertumbuhan, tapi sesuai dengan itu datang juga yang lebih mahal. Kerusakannya lebih cepat.Protein hewani mayoritas: Makanan yang tinggi teroksidasi, karena umumnya dibakar, direbus atau dibakar dengan suhu tinggi yang membutuhkan banyak oksigen, tubuh akan terpapar radikal bebas dalam jumlah besar.

Daging disegala menu makanan

Aneka kebab itu pasti berbahan dasar Daging, Sayuran yang ditumis, ga akan ketinggalan memakai penyedap 1 sendok atau 2 sendok daging giling yang biasa disebut kiyma. Sup atau makanan berkuah semacam iskembe corbasi (sup jeroan) atau masak fasulye-sayung kacang-kacangan biasanya juga ada potongan daging utuh dan kiyma, Meski imbang selalu didampingi salad sayur segar, tapi tetap aja ada ritual makanan penutup tatlisi-kudapan serba manis yang royal pemanis, Oh ya belum ditambah bergelas-gelas cay dengan gula.

Your Food is your medicine

Menurut WHO, Seseorang yang terlalu banyak makan daging (Daging merah, unggas dll) 30 % lebih beresiko terkena kanker, Ditambah dalam daging juga minim serat dan lebih kaya lemak jadi lebih sering memicu gangguan pencernaan. Dan memakan daging secara berlebihan juga memicu bau badan, Nah kalau urusan bau badan jadi ingat setiap musim panas, rasanya siksaan sekali kalau naik transportasi publik di Turki, makjannnn harum semerbak dari ketek orang menyebar-kalau tidak percaya bisa buktikan sendiri, kalau kebetulan liburan musim panas. Menurut Seorang Ahli: Memakan daging itu tidak buruk selama kualitas dan kuantitas yang sesuai, Nah kalau berlebihan, tentu saja berefek ke kesehatan Tubuh dan mental juga.

Saya menonton video di youtube dari seorang motivator psikologi. dedy susanto Pj ,Tema yang diangkatnya lumayan menarik karena berkisar dalam kehidupan sehari-hari, Apalagi ketika pembahasan tentang pola makan yang berkaitan dengan kesehatan mental. You are what you eat : Kamu adalah apa yang kamu makan, kalimat populer yang di ambil dari sebuah film dokumenter tahun 60-an. Apa yang beliau ungkapkan, masalah keterkaitan mental seseorang dan pola makan. Kenapa seseorang berperilaku keras, emosian, mudah depresi, Bisa jadi Pola makan yang ikut memicunyanya. Apalagi kalau seseorang sering memakan daging olahan: Sosis, sucuk, salami (contoh beberapa daging olahan yang populer di Turki) Keseringan memakan daging olahan menurut memicu gangguan jiwa dengan ciri gejala kemarahan, gelisah, Mudah kalut. Memakan daging setiap hari juga mudah memicu diabetes. Tidak heran Banyak masyarakat Turki terutama di kala usia senja, hidupnya banyak bergantung dengan obat-obatan. Diabetes, hipertensi, jantung berbagai penyakit degeneratif. Kalau ketemu Tante-tante suka marah-marah dijalan, mungkin darah tingginya naik, ngacaprakkk terus**kata orang sunda– ngoceh tiada koma dan titik. Bahkan karena Emosian bisa menjungkir balikan sebuah Bis kota, berantem sama supirnya.-İni pernah kejadian di İstanbul*menjadi headline berita lokal-

cowok turki emosian

Dan pesan menggelitik terakhir , Terutama kalau punya calon suami, calon pasangan hidup, Ga mesti orang Turki ya, orang mana saja: