Hari ini saya bertamu ke tetangga bareng suami, tadinya mikir mau hari sabtu kemarin, karena ketemu si teman di depan pintu apartemen, janji mau berkunjung, eh tapi dilarang suami, loh kenapa?” ayıp ya ga bawa hadiah–kan mau nengok bayi-tunggu besok saja” kata dia. Ya udah kemarin dengan suhu 0 C, padahal sebelumnya hanya -3 c saja, saya bilang, ‘‘mau pergi ke Carsi dulu kalau gitu beli kado”. Berdua dengan si kecil Alya, pergi ke Carsi naik angkot dengan memakai jaket tebal, alya lengkap dengan sarungtangan, syal dan kupluk wolnya, meski anak itu merasa kurang nyaman , dibuntel buntel pakaian musim dingin. sampai berkali-kali harus saya paksa agar Alya tidak melepas syalnya, Cuaca hampir minus, tujuan Beli kado di Carsi untuk hadiah si Bayi tetangga harus tetap dilakukan. **

Hari ini kami jadi bertamu sekeluarga, dengan maksud menengok bayi, Saya pikir namanya jadi Ertuğrul (bacanya ertuurul ya..) ternyata didetik detik terakhir sebelum bikin kimlik si Bayi, Babanya ganti nama jadi Emrullah-–lah kok diganti. Padahal selama hamil, İbunya sudah woro-woro kalau nama anaknya nanti Ertuğrul. Lalu Babanya dan si Babapanda mulai obrolan, kenapa ga jadi nama Ertuğrul, kata temannya,” kasihan entar dia sekolah, bisa diledekin”. Loh kan nama bagus, iya tapi nama yang sudah jarang dipakai, jadi ganti Emrullah, sama sama bagus kok” Saya juga kurang paham, kenapa nama sebagus itu takut jadi bahan ledekan ketika anak sekolah.

Fatih juga punya nama tengah, nama tua bangsa Turk: Alp- ini nama dan kata dari dialek Bangsa Turk, yang berarti: Pahlawan, pemberani. hanya 3 kata tapi ‘dalam’ artinya. Kalau memberi nama Al fatih, Muhamad Alfatih, rasanya terlalu populer dimana-mana. Dulu ga kepikiran nama tengahnya Ertuğrul..wah rasanya terlalu berat heheh. oH ya itu obrolan bapak-bapak yang saya kutip disela-sela ngecay sore tadi.

Baca:

Tidak ada suami sempurna

Obrolan seru Bapak-bapak lainnya.

Mendengarkan suami ngobrol dengan temannya ini, karena posisi kami sedang bertamu, bisa jadi cara saya melancarkan bahasa Turki–dengan metode nguping. Mulai bahas pekerjaan, fasilitas umum di daerah tinggal, ya maklum kota terpencil, fasilitas umum tidak selengkap kota lain. Sampai ke obrolan, kalau mereka berdua ini bersyukur tidak punya tetangga apartemen Bos di kantor.

Usut punya usut, beberapa bulan sebelum Kepala Kantor baru akan datang, Mereka cukup deg-degan kalau pimpinan baru dan wakilnya akan tinggal di komplek dinas juga, wah tinggal di Blok mana? Ternyata disiapkan di Blok A dan Blok B, karena kami tinggal di Blok C, mereka berdua bersyukur tidak jadi segedung sama atasannya. Alasan si babapanda dan temannya ini.

‘ Ga enak lah bertetangga sama Atasan satu gedung apalagi satu lantai, mau ngobrol santai sambil ngecay gini, karena bertetangga”

mau cerita tentang kerjaan dan gosip kantor, masa temen ngobrolnya atasan sendiri” Eh iya sih pasti ga asyik.

Untung Ruginya Kuliah di Turki

Hidup yang serba gratis di Turki?

Oalah jadi alasannya sesimpel itu, mau ngundang ngecay jadi mikir-mikir, kalau masih satu rekan kerja masih santai katanya, tapi masa ngegosipin isi kerjaan sama atasan sendiri. Ok baiklah.

Menjelang maghrib kami pamit pulang, biasanya kalau bertamu dan kami mau undur diri, main kode-kodean mata sama suami, pake bahasa kalbu ”ayo pulang’‘ dengan sekali kedip. Karena kalau ga kompak bisa ditahan lama oleh tuan rumah sampai jam makan malam, diulur-ulur bisa sampai tengah malam, harus banyak taktik kalau bertamu ke Keluarga Turki hahaha dan kami punya Kode sendiri.

Ada yang punya kode -kode tersendiri ga sama pasangannya jika dalam kondisi tertentu?