Age just a number, Katanya menyebutkan angka usia itu terasa sangat sensitif bagi perempuan, saya maunya ngaku 28 tahun saja, tapi harus sadar umur, karena waktu berlalu begitu cepatnya, tahun ini juga memasuki tahun ke-10 usia pernikahan, kalau ngaku masih 28 tahun, ya waktu awal pengantin baru saja, Perubahan fisik mulai terasa, beberapa kali menemukan helaian rambut yang memutih dikepala, awalnya kaget tapi..ya udahlah. Berkejaran dengan usia. Alhamdulilah masih diberi kesempatan umur melewati tahun ke-38 hidup di dunia.

Pertamakalinya suami memberikan kado yang memorable

Kemarin, selepas buka puasa, kami merayakan berempat di rumah, sebelumnya, saya dan suami pergi ke çarsi di siang hari, ngajak Alya juga, tapi Fatih kami tinggal sendiri di rumah, dia masih ada kelas online. Suami mengajak saya pergi ke pusat kesehatan lokal -sağlık ocağı–semacam puskesmas, untuk melaksanakan vaksin tahap 1, dia mendapatkan jadwal vaksin khusus karena status pekerjaannya, untuk para pegawai pemerintah dapat prioritas juga selain tenaga kesehatan, polisi, tentara dan giliran babanya anak-anak juga dapat jadwal vaksin. Masalah vaksin di Turki belum sebanyak indonesia distribusinya.

Sepulang dari sağlık ocaği, kami mencari toko sepatu untuk Alya, Sepatunya sudah kekecilan, padahal baru beli musim panas tahun lalu, dia udah mengeluh karena sempit sepatunya, pertumbuhan Alya ini lumayan menurut saya, sempat mengukur tinggi badannya di sağlık oca, 102 cm di usia 4 tahun, berat badannya normal,pertumbuhan tinggi badannya lebih terlihat, berujung kakinya juga cepat memanjang, harus ganti sepatu lagi. Setelah mendapatkan sepatu yang cocok kemudian dilanjutkan memesan kue ke toko langganan, pilihannya kue coklat saja. Berhubung setiap akhir pekan ada pembatasan keluar rumah lagi (lockdown) jadi mau ga mau harus memaksimalkan keluar rumah dihari itu, beli kue lebih awal.

Peraturan di Turki sedikit ‘ajaib’, ketika warga lokal setiap akhir pekan dikenakan aturan lockdown tapi turis asing bebas masuk Turki, mendapatkan ‘kekebalan’ aturan. Ga heran melihat berita lokal, turis dari Rusia mulai memasuki Turki kembali, belum dari İndonesia, apakabar warga lokal? di kerangkeng! Salah satunya ya suami, aturan pekerjaannya semenjak pandemi berubah total, wajib karantina, dilarang keluar komplek dalam waktu tertentu, saya pikir setelah dia mendapatkan vaksin, akan bekerja normal kembali seperti di luaran, ternyata tidak berubah sama sekali.

Oh ya jadi lupa lanjutan ceritanya:) hari sebelumnya juga sempat keluar, dari hari selasa sampai kamis, kami bolak balik ke çarsi terus untuk belanja, nah waktu hari rabu dia sempat menghampiri mobil pengantar paket yurtici kargo yang sedang mendata paket-paket di dalam mobil, menanyakan apakah ada paket atas nama dia, ternyata belum masuk, kata pegawainya baru esok dikirim, saya sempat tanya, apa dia beli buku kembali? jawabnya, dia order buku online lagi, Belakangan ini suami sedang menikmati sekali hobi lamanya kembali yaitu: membaca! koleksi buku bacaannya tambah terus di rumah, dia juga membelikan untuk anak-anak, ingin menularkan hobi bacanya, ya saya sih mikirnya orderan suami, ga jauh-jauh dari Buku lagi.

Tepatnya kemarin, dapat kejutan dari suami, saya juga tahu sebenarnya, paketnya sudah sampai dan dia taruh diatas lemari pendingin di dapur, ga sengaja lihat, meski dibungkus kardus coklat, tapi diberi pita dan ada tempelan bunga kering, saya senyum sendiri, meski penasaran juga apa isinya, jangan-jangan baju lagi, eh tapi kayaknya ga mungkin, dia kapok membelikan saya baju yang tidak sesuai selera, karena saya banyak protesnya hehehe.

Kemudian saat buka kado, wow juga sih, meski saya menahan tawa dan berujung godain suami: ”akhirnyaaaaaaaaaa’ ada yang memberikan bunga.

Patut diabadikan dan saya tulis di Blog ya, karena ini momen spesial sekali, ketika pak Mustafa bisa gitu membelikan istrinya bunga, ya bunga kering sih:V butuh waktu 9 tahun lebih akhirnya dia memberikan hadiah seperti ini, biasanya ga modal kalau bunga, kalau ga metik di rumah tetangga waktu di köy, kadang juga metik di jalan, atau kepaksa beli setangkai karena didesak teyze-teyze yang menjajakan bunga di pinggiran sahıl İstanbul dulu. Pernah sih dia memberikan tanaman ada bunga ungu kecil-kecil, saya kurang paham itu bunga apa, berujung jatuh dari balkon rumah. Saya dan tanaman itu kayak ga berjodoh.

Ngarepnya sesekali diromantisin beli sebuket mawar gede kayak selebgram buat pamer disosial media..hahaha, tapi bukan pak Mustafa sih itu gayanya, dia lebih berpikir jangka panjang, katanya kalau bunga kering bisa dipajang dan awet lama, kalau bunga petik terus kering, kebuang, kalau diawetin makan waktu lagi, mending sekalian bunga kering yang dijadikan pajangan. İya deh iya.., yang penting udah usaha membahagiakan istri patut diapresiasi. Sebenarnya saya ga minta hadiah muluk-muluk kok, diajak jalan kemana aja udah senang, Selepas hari raya nanti, jalan ke gunung lagi itu permintaan sederhana, masih ada PR ngajak ke Evlik Köyu, desa bersejarah di daerah pegunungan area sini, nanti kalau sudah kesana, perjalanannya saya tulis di Blog juga. Saya suka petualangan, mumpung masih sehat.

Sebenarnya yang lahap makan kue ulang tahun si fatih dan Alya, babanya makan juga terus masih bilang: Çok seker…, terlalu manis, eh kirain ga mau makan lagi, kemudian sisanya saya simpan kembali di lemari pendingin, buka puasa tadi saya keluarkan lagi, anak-anak minta kembali,,iseng nawarin lagi, masih ngangguk, minta juga. İmannya lemah amat pak sama kue, niat ingin diet emang wacana terus kok.

Tentang Usia

Usia segini itu termasuk usia dewasa, iya lah masa ngaku ABG, apa lagi yang saya kejar? ehm sebagai manusia rata-rata saja, ya saya akuin seperti itu, tidak ada karya fenomenal yang saya buat, mengejar kesempurnaan? dah lah, Belajar bersyukur dengan apa yang ada aja kadang butuh perjuangan. Masih diberi umur menemani anak-anak tumbuh, menemani suami dalam suka duka, masa depan?pikirkan nanti saja, ujungnya masa depan di dunia hanya masuk liang kubur. Setinggi apapun pencapaian, tujuan akhir manusia tetap sama. Kok saya kayak ga mau ribet sama kehidupan ya heheh. Kalau semakin tambah usia ada perubahan, tentu saja, fisik dan juga batin.

Kemudian saya jadi teringat sebuah tulisan yang menjadi foto sampul di halaman FB: Semua orang akan mati, kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakanmu di akhirat kelak- Ali bin abi thalib. İni jadi motivasi untuk pribadi diusia mendekati penghujung 30an, Goal apa yang ingin saya gapai disisa usia, kalau sibuk ngurusin duniawi ga akan ada habisnya dan puasnya. Kehidupan saya sekarang memang fokus dalam rumah tangga saja, mengurus dua anak, suami dan seperti ibu-ibu kebanyakan, kadang juga mengisi waktu dengan nonton drama, kemudian membuat konten blog, Vlog, traveling kalau pas ada rezeki heheh, nunggu musim dan cuaca yang hangat juga. Pengembangan diri? ada hikmah dibalik pandemi, banyak kegiatan webinar bermanfaat yang bisa diikuti, tadinya sempat pesimis Ramadan tahun ini akan seperti apa, ketika segala aktivitas dibatasi pemerintah. Kemudian ada tawaran dari teman di İstanbul, untuk gabung grup khataman alquran bersama, beberapa jadwal kajian akhir pekan, yang pematerinya luar biasa semua, tidak terhalang jarak datang ke majlis virtual.

Kado yang lebih istimewa

Ada cerita menarik yang ingin saya tulis, betapa Allah itu maha mendengar. Semenjak pindah ke komplek dinas di daerah gunung sekarang, jarak masjid terdekat sekitar 2 km, sedang komplek tinggal di daerah pertanian, tidak terdengar suara azan dari speaker masjid, sangat hening. Seluruh penghuni hanya mengandalkan jadwal solat lewat aplikasi dan juga google.Padahal di Turki, mendengar suara azan saling bersahutan dari satu masjid ke masjid lain itu hal normal, saya mengeluhkan dalam hati dan sempat menceritakannya dalam status media sosial, selang dua hari kemudian, ada pejabat Lapas dan petugas yang memasang speaker diatas gudang, kebetulan gudang ini, bangunan terdekat yang berseberangan dengan komplek dinas tempat kami tinggal, hanya dipisahkan pagar tinggi.

Suara speaker ini, adalah suara azan yang terhubung dengan masjid utama di pusat kota-ulucami- dan suara azan dari speaker ini posisinya berhadapan langsung dengan kamar tidur saya, Subhanallah ga main-main kencangnya suara azan terdengar masuk kamar, jadi tidak perlu lagi memasang alarm subuh dan cek jadwal solat. Terdengar sepele ya, saya hanya mengeluhkan lokasi tinggal yang tidak terdengar suara azan sama sekali sebagai penanda masuk waktu solat, padahal menetap di negara mayoritas muslim. Kemudian Allah menjawab harapan saya mendengar suara azan, langsung dari speaker yang menghadap kamar tidur kami di rumah, dan pemasangannya sehari sebelum saya bertambah usia, sebuah kado istimewa bukan!

Masih manusia yang sama

Saya masih menyukai gaya busana yang sama saja dari dulu, kendati pernah ditegur, kenapa tidak terlalu suka gaya feminim, padahal busana itu kan asal nyaman dan baiknya sesuai kepribadian sipemakainya, pernah waktu di pesantren, saya dibuatkan gamis dengan kain warna orange dan print-an bunga matahari, wow ngejreng sekali! lalu apakah gamis itu saya pakai?, saya campakan begitu saja tidak tersentuh dan berakhir disumbangkan. Kemudian waktu awal menjadi gelin di keluarga Turki, ibu mertua menghadiahi saya kaos dengan payet-payet di bagian dada..wow sekali, seakan penari mau beraksi, blink-blik! nasibnya kurang lebih sama dan sedikit lebih tragis. Saya tidak nyaman dan tidak akan saya pakai.

Masih menjadi manusia yang tidak bisa sepenuhnya menikmati apa itu Udang dan gang-nya, percaya atau tidak, pertama dan terakhir kalinya saya mencoba menikmati kepiting saos padang itu juga traktiran teman kantor dulu, rasanya? cukup tahu aja, karena tidak beda dengan rasa udang menurut lidah saya. Hanya manusia dengan lidah sederhana menyecap rasa.

Masih menjadi manusia pengecut kadang-kadang, kemudian mengasingkan diri dari lingkungan, berlindung disikap cuek, yang sebenarnya rapuh tapi berusaha kuat. manusia pendendam, saya akui itu, mudah memaafkan tapi tidak untuk melupakan, apa yang sudah tertoreh akan terekam dengan sempurna dalam ingatan. ketika ada ‘yang nyenggol’ cukup tahu dan cukup beri jarak, tidak akan kesempatan kedua untuk mendekat. Terlalu kuat dengan prinsip, A ya harus A tidak ada A- atau A+. Hal yang membuat suami kapok menebar janji apapun:V

Semoga tahun tahun mendatang saya masih bisa menulis cerita menarik tentang perjalanan usia….