Minggu ini di Turki, menjadi minggu yang cukup dingin, beberapa daerah turun salju cukup lebat, İstanbul salah satunya, termasuk di Pluto, tempat kami tinggal sat ini. Minggu terdingin, memasuki malam hari suhu turun ke angka minus, mencapai puncak terdingin -16 c, Tahun 2019 lalu ketika kami pertama pindah ke Pluto, suhu terdingin mencapai -12 c saja, ternyata tahun 2021 turun 4 angka.

Salju turun cukup lebat di minggu malam, pagi di hari senin, komplek pluto diselimuti salju, hampir satu minggu salju disini belum sepenuhnya cair, baru hari ini saja suhu naik -1 c, suhu minus ini bertahan 1 minggu.

Saya biasa menaruh sayur dan buah di balkon dapur, dan baru sadar ketika sayuran dan buah membeku, termasuk 1galon air minum jadi es semua. Beberapa yang masih bisa diselamatkan saya bawa masuk ke dalam dapur, sayang sekali sekarung kecil kentang membeku, jika es mencair, kentang jadi benyek.

Jumat lalu, saya pergi ke Çarsi berdua dengan suami, ada keperluan ambil raport Fatih dan pergi ke studio foto, ada perlu untuk membuat pas foto, sepulang dari studio foto langsung masuk market, membeli kebutuhan pokok yang kurang, saya juga harus membeli keperluan pribadi, krim untuk kulit kering menghadapi cuaca dingin. Sepulang dari market tujuan selanjutnya adalah mencari air segar dari çesme, mampir saja dipinggir jalan sebelum pulang ke komplek, tapi ternyata, kran airnya tidak berfungsi, karena membeku, bahkan air di selokan kecil dibawah kran ini semua menjadi es balok. Waduh! alhasil kami pulang tidak membawa persediaan air, menunggu cuaca menghangat dan kran berfungsi kembali.

musimsaljuditurki
suhu minus, membuat banyak saluran air jadi es

Karena kami tinggal di Pluto (iskilip) daerah pegunungan, suhu ketika musim dingin, puncaknya memang dibawah 0 derajat celcius, tahun ini -16 c, cukup dingin untuk kulit tropis yang juga memiliki riwayat alergi dingin seperti saya. 7 tahun di İstanbul, kulit saya sudahberadaptasi dengan dinginnya Turki, meski level İstanbul, dingin yang biasa saja, kalau İstanbul angin laut di musim dingin cukup menyiksa sampai rasanya tembus tulang. Tapi suhu udara jarang nyampe minus dibawah 5. Di gunung, saya adaptasi dengan suhu minus sekian. Ya memang belum seberapa dengan daerah Turki timur, seperti Erzurum, terkenal sebagai daerah terdingin di Turki, suhu ketika musim dingin bisa mencapai -30, di Pluto baru setengahnya saja, sudah cukup repot heheh. Memang belum seberapa dengan kondisi di Siberia, saya pernah menonton sebuah video bagaimana kondisi musim dingin di wilayah sana, -50 C. Rasanya jika suhu -50 C, kerjaan saya hanya duduk didepan perapian, sambil minum coklat hangat, baca buku atau nonton netflix saja, jadi kaum rebahan dengan selimut tebal, ga sanggup lah keluar rumah. Di Pluto, siang -12 saja, saya pilih di dalam rumah, ketimbang gabung dengan tetangga main perosotan di ladang gandum. Serasa kami punya arena ski sendiri di belakang komplek.

main ski di turki
ladang gandum yang tertutupi hamparan salju, menjadi arena bermain warga pluto

Hari ke-2 setelah turun salju, saya belanja sayur dan buah ke pasar, menunggu suami pulang kerja, kemudian berangkat menuju pasar di sore hari menjelang tutup. Udara cukup dingin, saya memakai sarung tangan, tidak lupa masker, memakai masker di musim dingin ternyata berguna banget, menghalau hawa dingin diwajah, biasanya ditutupi syal. Nah dipasar, saya tidak bisa keliling untuk memilih buah dan sayur seperti biasa, karena beberapa lapak sudah tutup, beberapa pedagang bergerombol mengelilingi api unggun, karena pasar di ruang terbuka dan suhu minus dari pagi, banyak buah-buahan menjadi sangat dingin dan membeku, tidak banyak pilihan, akhirnya memutuskan masuk market berwarna biru, memilih sayuran di market saja, tidak beku seperti di pasar, repot sekali memang. Saya membayangkan penduduk yang hidup di suhu minus terus sepanjang musim dingin, mengalami suhu -16 saja, sudah banyak yang beku di balkon dapur.

Saya masih bersyukur, saat ini tinggal di komplek pluto, ruangan apartemen kami cukup hangat, fasilitas penghangat ruangan menggunakan energi panel surya, dan kami tidak dikenai biaya untuk penghangat ruangan, karena sudah termasuk fasilitas gedung tinggal, jika apartemen biasa, biaya tagihan gas cukup tinggi, karena komplek pluto khusus untuk alien alien pengabdi negara ini, sedikit fasilitas cuma-cuma yang wajib kami syukuri, meski tinggal di antah berantah dan harus menghadapi cuaca extrim, paling tidak, saya dan anak anak masih merasa nyaman di dalam rumah, tidak terlalu kedinginan dan harus bekerja keras menyalakan soba —semacam alat penghangat ruangan memanfaatkan kayu bakar--seperti kehidupan masyarakat di desa-desa.

Ada riwayat alergi dingin tapi tinggal di negara bersalju?

Sepertinya alergi ini turunan di keluarga, karena saya dan kakak ada alergi yang sama, Pertama kali datang ke İstanbul, musim gugur dan berangin, udara cukup dingin, kulit saya, bahkan sekujur tubuh memerah, bengkak, gatal. Panik! Karena seumur-umur gejala alergi dingin belum pernah separah itu, biasa hanya gatal di area tertentu saja, Pertemuan pertama kalinya dengan keluarga kakak ipar berjalan kacau, karena melihat saya seakan berubah wujud hahah bayangkan wajah merah bentol bentol dan bengkak, kulit sekujur tubuh bahkan area intim juga, saya langsung dilarikan ke UGD di Kartal. Masuk UGD mendapat perawatan kemudian disuntik, saya tidak tahu apa tindakan itu termasuk syok anafilatik, gejala extrim alergi. Dokter memberikan saya suntikan, entah lah apa jenis Epinephrine , karena saat itu saya fokus ke badan yang ga nyaman, kesadaran tidak sampai menurun, Dan sampai sekarang saya bergantung dengan obat alergi, allerset. Stok selalu ada dirumah. Obat alergi ini dijual di apotik dalam bentuk pil maupun sirup.

Jadi ketika menghadapi cuaca dingin extrim, kondisi drop, ini ancaman sekali buat saya, Selalu mengusahakan vitamin dan kebutuhan sayur buah tercukupi di rumah, makanya bela-belain tetap belanja ke pasar meski suhu minus heheh. Tapi kadang saya mencoba memaksakan diri agar tubuh ini adaptasi dengan cuaca dimana sekarang saya menetap, semenjak alergi parah pertama itu bisa dibilang, alergi saya sedikit berkurang, pernah kambuh lagi ketika menjalani terapi TB kelenjar dan harus minum obat tiap hari, ketika tubuh drop, reaksi gatal-gatal muncul. Sekarang insha allah lebih sehat, obat alergi jarang saya minum, karena tinggal di gunung dan pasokan oksigen cukup baik, minim polusi, menjadi point lebih untuk kehidupan saya sekarang. Sekarang sih harapannya semoga suami ga dipindah tugaskan lagi ke daerah terdingin di Turki saja, rasanya hidup di Pluto sudah cukup uji nyali:D Sebenarnya ada ada video, belum saya edit, nanti saya unggah di kanal youtube: Rahmabalci , suasana musim dingin di area komplek pluto.