Dulu saya pernah posting tentang kasus penipuan yang dilakukan seorang WNİ di Turki, korbannya banyak, entah kenapa sampai saat ini belum terdengar dia dapat hukuman atas perbuatannya itu, terus beraksi dengan menipu banyak korban, Hidup bertahun tahun di negara orang dari duit haram. Nominalnya tidak bisa dibilang kecil.

Kemudian baca berita tentang kasus penggelapan sertifikat tanah milih ibu dari Nirina zubir, total 17 milyar,ini jelas bukan jumlah kecil, pelakunya orang terdekat yang dipekerjakan sebagai ART di rumah ibunya.

Berbagai kasus lain yang sudah sangat memuakkan seperti tindak pidana korupsi, uang sogokan, yang menghiasi pemberitaan media.

Jangan makan hak orang

Didikan emak saya, yang begitu membekas, dulu dimasa kecil , setiap si emak beli ayam potong, biasa diungkep bumbu kuning, lalu disimpan dikulkas, hanya menggoreng ayam sesuai jumlah anaknya saja, anaknya 4 ya goreng cuma 4 potong, Bapak saya kurang suka ayam goreng, favoritnya ikan mas dan ikan asin cukup, sisa ayam ungkep, bisa untuk makan esok harinya. Nah perkara ayam goreng saja berkesan buat saya sampai sekarang, karena si emak selalu mengatakan:’‘ jangan makan hak orang (dalam hal ini ya ayam goreng itu) meski itu saudara kamu sendiri, tanya dulu sama adik/ kakak kamu, kalau mereka kasih jatah mereka” Karena memang kami sudah dijatah per-orang hanya satu potong ayam goreng.

Perkara jatah ayam goreng saja si emak memberi pendidikan anti korupsi:) jangan makan hak orang! kalau jatah kamu cuma itu, ya makan itu saja, si emak bisa marah kalau tiba-tiba saya ambil jatah lauk kakak atau adik tanpa izin ke mereka, ga boleh maruk.

Harta antara jalan halal dan haram

Sebagaimana Tuhanmu telah mencukupkan rezekimu dihari kemarin, maka jangan khawatirkan rezekimu esok hari…,

İa kumpulkan yang HARAM dengan HALAL supaya menjadi banyak, yang HARAM pun masuk ke dalam yang halal dan merusaknya..,

Ada cerita yang menarik saya kutip dari Dr. Fahrudin Faiz:

Suatu ketika ada seseorang yang menghadap İmam syafi’i, mengeluhkan rezekinya yang ga cukup, 1 bulan gajinya 500 dirham, gaji sebesar itu tetap tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-harinya, ia mengadu ke İmam syafi’i meminta nasehat, Kemudian İmam syafi’i memberi nasehat yang menurutnya agak aneh.

Nasehat İmam syafi’i kepadanya, Beliau mengatakan, agar orang tersebut meminta pengurangan gajinya menjadi 400 dirham bulan depan, Lalu dia turuti nasehat tersebut untuk meminta gajinya hanya 400 dirham, tidak lama kemudian, orang tersebut datang lagi menghadap imam syafi’i dan mengatakan, tetap merasa kurang dan tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan gaji 400 dirham, İmam Syafi’i memberi nasihat kembali, agar orang tersebut minta pengurangan gajinya menjadi 300 dirham saja, karena sang pemberi nasehat salah satu ulama besar, orang itu berpikir pasti ada hikmahnya. Bulan depan dia meminta gaji 300 dirham saja.

Herannya setelah mendapatkan gaji 300 dirham, orang itu merasa cukup, merasa lebih tenang, semua kebutuhannya terpenuhi, dia merasa heran dan kembali bertanya, kenapa bisa merasa cukup dengan gaji yang jauh lebih kecil?

İmam syafi’i berkata: ” Wahai saudaraku, pekerjaan yang kau lakukan memang layaknya bergaji 300 dirham, sehingga sisa 200 dirham itu sifatnya kelebihan dan ini tercampur dari gajimu yang haram sehingga tidak berkah- akan selalu merasa kurang terus, tapi ketika kamu mengambil hak sesuai jatahmu, sekarang hartamu bersih, isinya halal semua disitu letaknya rezeki berkah.

Harta tidak barokah tidak ada hubungannya dengan jumlah atau kuantitasi karena harta itu kuncinya pada rasa cukup yang ada pada diri kita.


Hikmah dari kisah İni:

Di awal saya menceritakan tentang kisah seorang penipu yang sampai sekarang belum juga jera, dan kisah dari artis İndonesia Nirina zubir, Ketika harta yang para pelaku itu dapatkan tidak lewat jalan yang berkah, mereka tidak akan merasa cukup terus, berkali kali melakukan jalan penipuan, lalu apa yang dia dapatkan? ketenangan hidup? mereka akan terus merasa kurang dan kurang…, hidup dengan jalan yang tidak halal, tidak hanya kedua kisah tersebut, orang-orang yang dibutakan hatinya, dengan memakan hak orang lain, apa kehidupan sebenarnya benar-benar bahagia? Ada dosa dan juga bahasa lainnya karma, karena bukan hak-nya, selalu ada jalan ‘hak orang’ yang dia makan, akan merusak dirinya sendiri, Keberkahan hidup yang hilang, ketenangan hidup yang meninggalkan jiwanya. Keluarga yang hancur, bagaimana bisa mengharapkan anak berbudi luhur, atau soleh dan soleha ketika harta yang dia berikan sebagai nafkah tercampur lewat jalan haram?

Dunia hanya sesaat.., Berapa lama memang kita hidup di dunia, 10 tahun, 20 tahun lagi atau mungkin setahun lagi, bisa juga esok hari.., berapa kali malaikat maut datang menyambangi kita dalam sehari, memonitor segala tingkah laku kita.

Bisa jadi kita yang selalu merasa ‘kurang’ dan kurang terus, ada harta yang Haram masuk kedalam jatah hak kita dan itu merusaknya.

Dan betapa mengerikannya jika semua harta yang dia kumpulkan dari jalan HARAM semua, melakukan penipuan, tindak pidana korupsi, menerima uang sogokan, mempersulit orang lain.

Semoga Allah SWT memberi mereka petunjuk ke jalan yang benar, Hidup hanya sementara, hidup dalam ketidak berkahan, saya yakin sampai mendekati sakaratul maut jika tidak berusaha bertobat, akan terus dihantui rasa bersalah, nikmat ketenangan jiwa juga dicabut.