Sebenarnya perjalanan kami ke Yozgat ini tidak direncanakan, awalnya tujuan hanya ke Hattusa, tapi Hattusa juga tidak jadi malah nyasar ke AlacaHöyük, tadinya akan melanjutkan perjalanan ke Hattusa, tapi di mobil, Suami malah spontan bilang, ”kita ke Yozgat aja yuk!” Dengan alasan memulai penjelajahan kota-kota di Turki, Yup salah satu alasan suami waktu ngajak pindah keluar dari İstanbul, Supaya cita-cita untuk lebih sering berpetualang kesampaian, kenapa di İstanbul ga memulai? Hidup di kota besar, kadang lebih fokus mikir biaya hidup daripada rekreasi..ya jujur aja:D jalan-jalan paling seputar İstanbul saja, karena wilayahnya juga cukup besar, ada sisi Asia dan Eropa.

Kota Yogzat di Turki

Kota ini terletak di daerah anadolu tengah, berjarak 209 km dari ibukota Turki Ankara, menempuh 2 jam 28 menit. Penduduk Provinsi Yozgat hanya berjumlah 645. 266 jiwa, dan penduduk yang tinggal di kota Yozgatnya hanya sekitar 75.853 jiwa, jadi jangan dibandingkan sama İstanbul, kebanting jauh heheh. Jarak antara Yozgat ke Corum sekitar 1 jam setengah. Hattusa-Alacahoyuk berada ditengah-tengah antara Provinsi Corum dan Yozgat. Jadi karena kami sudah setengah jalan, ya sekalian aja menuju Yozgat, karena saya sendiri belum pernah datang ke Yozgat.

Kota Yozgat, kota Pelajar?

Sebenarnya tujuan suami ngajak ke kota Yozgat, dia ingin saya dan anak-anak tahu, kalau dulu babanya pernah tinggal di kota ini, ya beliau pernah kuliah di Cabang dari Universitas Erciyes di kota Yozgat, tapi sayangnya tidak sempat dia selesaikan (bandel ya si baba..,alasan ga selesainya ga saya ceritain hahah, biasa anak muda galau pada masanya) dan ada juga sekolah kedinasan impian si Baba, sayangnya gagal tes:D yup sekolah kepolisian Turki salah satunya berada di Yozgat.

Sesampainya di kota yozgat, kami mampir cari makan dulu, karena datang ke yogzat pas jam makan siang, kemudian pilih restoran, kalau urusan pilih tempat makan, dia selalu tanya saya dulu dan menyerahkan pilihan mau makan dimana, saya tunjuk saja restoran khas Konya, tapi menyediakan menu lokal yang katanya terkenal Desti kebab, Desti kebab ini, masakan olahan daging yang dimasak menggunakan tembikar (pottery) semirp dengan testi kebab jika traveling ke kapodakia. Wah saya udah excited dong, mau foto Desti kebab yang unik ini, tapi ternyata ketika dihidangkan..jreng..jreng!!

-.-‘ udah dipiringin (realita)
padahal ekpektasi 😀 sumberfoto

Kalau digambar menunya, nanti tembikarnya dibuka, ada garis ditengahnya, untuk membelah tembikar, tapi ketika disajikan, ealah sudah dipiringin, ga sesuai gambar, mau protes keburu lapar. Ya sudah. Dagingnya lumayan empuk , soal rasa? lebih dominan rasa asli daging hehe, oh ya untuk olahan daging di Turki, rata-rata mereka lebih suka daging dengan rasa orisinal, saya sudah bisa nebak isi bumbu dari Desti kebab, standar bumbu nasional Turki maksudnya ya gitu gitu aja.

Menelusuri Yozgat Carsi

Seelsai makan, perjalanan kami lanjutkan menuju Carsi, İstilah Carsi ini adalah Pusat keramaian disebuah kota Turki, Yozgat Carsi hanya ada satu jalur, Trotoar yang cukup bersih dan cantik, banyak bunga ditanam di trotoar, oh ya sebelum memasuki area Carsi, karena sedang Pandemi Corona, ada petugas polisi berjaga, mengecek setiap orang yang akan jalan menuju Carsi, diperiksa suhu tubuhnya–dilarang difoto-

jalan menuju Carsi
musim semi , bunga bermekaran dengan cantik.

Saya juga sempat diajak belanja sama suami, gara-gara saya tertarik dengan celana kulot yang digantung didepan Toko, suami nawarin, mau beli atau tidak, dalam hati ” widih tumben” Akhirnya kami masuk dulu ke dalam toko, sekalian beli yang lain, kerudung, kemeja. Selesai berbelanja lanjut jalan ke alun-alun kota Yozgat yang saat itu ramai pengunjung, oh ya ketika kami ke Yozgat bertepatan dengan dicabutnya aturan karantina untuk usia dibawah 18 tahun, yang awalnya dilarang keluar rumah selama pandemi Corona, jadi ya gitu ramailah abg maupun anak-anak bermain di alun alun, bersepeda, sepatu roda atau sekadar nongkrong.

suasana alun alun kota Yozgat

Karena cuaca saat itu cukup panas, kami beristirahat dulu di taman yang tidak jauh dari alun-alun, Fatih dan Alya minta es krim, sedang saya cukup duduk-duduk saja di rerumputan memandang sekeliling. Setelah selesai menemani anak-anak jajan es krim, kami lanjut menuju Masjid, salah satu peninggalan masa Ustmaniyah, sayangnya saya tidak diperkenankan masuk-.-‘ karena bertepatan dengan waktu solat. Jamaah solatnya kebanyakan kaum pria.

Peninggalan bersejarah di kota yozgat

Foto kiri atas: sekolah SMA yang sudah berdiri sejak tahun 1800-an jadi ikon kota Yozgat juga, lalu masjid besar Capanoglu , Menara jam di tengah kota, deretan toko souvenir dari bangunan tua. Sama seperti khasnya kota-kota peninggalan era utsmaniyah, ada masjid, pasar, menara jam, banyak ditemukan dibeberapa kota. Di Corum juga tata kotanya hampir sama, hanya saja Carsi di Corum jauh lebih besar.

Setelah mutar mutar area Carsi, kami memutuskan untuk berjalan pulang, menelusuri jalan panjang di Carsi menuju Parkiran mobil, sebenarnya yang menarik di Yozgat adalah wisata alamnya, sayang kami tidak sempat kesana, namanya kazankaya kanyon.

kazankaya kanyon sumber foto:

Apalagi ketika kami bertolak dari Yozgat, cuaca mendung kemudian hujan deras dan sempat juga hujan es dengan ukuran cukup besar-.-‘ sumpah agak horor, ditambah jam 5 sore, Truk besar banyak yang mulai beroperasi di jalan lintas provinsi.

Karena ini perjalanan mendadak ke Yozgat, saya terus terang belum tahu banyak tentang apa saja yang menarik selama mengunjungi kota ini, Suami juga meski pernah di Yozgat hanya sibuk untuk belajar, transportasi juga tidak mudah, dia belum menjelajah berbagai tempat menarik di kota ini, yang kata dia: biasa aja:D hanya penuh dengan pelajar saja.

video short tripnya ada di youtube channel: Cabang Keluargapanda: Rahma Balci

Ok doakan next trip terwujud ke Kota Cankiri, tidak jauh dari Pluto dan kota ini menarik perhatian saya, karena ada gua garam berusia 5000 tahun. Penasaran wisata masuk Gua Garam, asin ga ya? apa bisa bawa garamnya buat masak. Jadi saya mau cari referensi dulu lokasi-lokasi menarik nanti.