Memasuki musim gugur di Turki, cuaca mulai dingin dan daun daun mulai menguning, Musim gugur selalu menawarkan pesona alam yang juga memanjakan mata,

Sabtu lalu kami pergi ke Yayla, sengaja untuk sarapan sambil piknik diluar, udara masih bersahabat, tidak terlalu dingin, berangkat dari lojman sekitar pukul 9 pagi, mampir ke çarsi dulu untuk belanja makanan, beli indomie cup 4, kopi sasetan, minuman coklat sasetan, wafer dan cemilan lain kecuali cips, kemudian mampir toko kue untuk membeli 4 poğaca, dari rumah juga sudah bawa beberapa bekal makanan, selai coklat, krim keju, dan teh celup, bersyukur saya dan suami sedang belajar mengurangi minuman teh pakai gula, jadi skip untuk bawa gula pasir. Perbekalan untuk piknik keluarga sudah cukup, kemudian perjalanan kami lanjutkan ke arah luar kota iskilip, menuju jalan Tosya-kastamonu, karena area inilah lokasi yayla berada, daerah perbukitan hijau.

Lokasi Yayla

Dari arah jalan utama Tosya-kastamonu, kami berbelok ke arah elmalik, ada jalanan kecil menuju yayla, sebenarnya ada beberapa jalan yang menghubungkan,tapi kami pilih yang terdekat saja, melewati beberapa desa dan perkebunan warga, rata-rata berkebun apel, pear , stroberi dan sayuran hijau. Di Yayla kami sudah punya lokasi favorit, di pertigaan, ada çesme –mata air– dan diseberangnya ada sungai kecil, kemudian naik kearas, perbukitan.

Pilihan lokasi diatas bukit, menggelar sofra dan mengeluarkan perbekalan, tidak lupa menyalakan şemaver untuk memanaskan air, si baba dengan dibantu Fatih dan Alya mengumpulkan ranting-ranting kering dan menyalakan api didalam tungku Şemaver.

Kemudian, dia turun kebawah, sekalian mencuci mobil, dari rumah sudah bawa ember dan peralatan untuk mencuci mobil, anak-anak bermain riang berdua, sedang saya sibuk motret dan sesekali ambil video untuk dokumentasi, sudah tayang dalam bentuk Vlog ya, seperti dibawah ini:

Vlog : Rahma Balci

Kedatangan seorang teyze

Ketika si Baba asyik mencuci mobil, dihampiri seorang teyzeh, ternyata tetangga di Guzelyali İstanbul dahulu, Kebetulan dia mengenali si Baba, dan masih ingat juga namanya, setelah ngobrol kemudian beliau menawari kami untuk pindah lokasi piknik di kebun milik saudaranya, pertemuan yang tidak direncanakan, Allah yang maha mengatur, Si teyzeh kebetulan kampung halamannya di İskilip, 25 hari sebelumnya, dia datang ke kampung,karena dikabari kerabatnya ada yang sakit, beliau datang dengan suaminya Dursun amca, beberapa hari di kampung, tidak lama kerabatnya ini wafat, semenjak itu mereka berdua memperpanjang tinggal di kampungnya sementara, kedatangannya ke Yayla, karena Suaminya berburu jamur hutan.

Musim gugur= musim jamur

Sepanjang jalanan di yayla, banyak sekali mobil mobil parkir di pinggir jalan, rata-rata mereka berburu jamur hutan, jamur yang umum ditemui di daerah yayla ini jenis kalınca dan saçak jamur, saçak jamur

saçak mantar

saçak mushroom, bentuknya mirip rambut kribo:D

Untuk jenis kalınca, cara memasaknya harus direbus terlebih dahulu sebelum diolah kembali, tekstur jamur sedikit keras, meski sudah direbus tidak membuatnya hancur, kalınca cocok untuk menu vegetarian pengganti daging, secara tekstur mirip sekali.

kalınca mushroom cocok untuk pengganti daging secara tekstur

Si Baba juga sempat diajak berburu jamur bersama suami si teyzeh, mereka menuju daerah atas, saya tidak ikut karena harus menjaga dua anak yang asyik bermain di anak sungai. Karena banyak juga jenis jamur, diperlukan kehati-hatian agar tidak salah memilih jamur, beberapa ada jenis jamur beracun, warna dan bentuk hampir sama.

Serunya kegiatan metik apel

Keseruan memetik apel di kebun milik keluarga si teyzeh saya dokumentasikan di Vlog, apalagi ketika sapi-sapi berdatangan ditambah kambing-kambing yang ikut meramaikan rebutan apel yang berjatuhan, hewan hewan milik warga desa disekitaran yayla, begitu melihat pohon apel bergoyang, mereka menyerbu, bahkan ketika sang pemiliknya sudah membawa mereka ke jalan raya, mereka berhamburan sampai menyebrang anak sungai, agar bisa makan apel.

rombongan kambing yang tidak mau kalah berebut apel

keseruan metik apel di kebun

Seharian kami main di kebun milik si teyzeh, anak-anak puas bermain, tidak peduli air sungai dingin, mereka asyik saja, dan saya yang tidak terpikir bawa baju ganti, dengan alasan sudah masuk musim gugur, biasanya air sungai juga dingin, anak-anak tidak mungkin main air? ternyata…, mereka asyik basah-basahan.

Yaylak yayşasi ini daerahnya cukup luas, kita hanya setengah jalan dari pusat yayla, daerah dataran tingginya, beberapa kali saya sempat posting tulisan ketika piknik disana: Salah satu yang menarik di Turki: Keledai , atau tentang yayla, apa itu yayla .

Sore menjelang waktunya pulang

Di kebun, sempat hujan sebentar kemudian kami masuk pondok kecil dan melanjutkan piknik sarapan yang tertunda, si teyzeh berulang kali menuangkan teh, menjamu kami, sedang Şemaver yang kami bawa sebelumnya jadi tidak terpakai, karena si teyzeh menyalakan perapian, Berbeda dengan si teyzeh dan si baba yang menikmati roti poğaca bersanding dengan teh, saya dan anak-anak bahagia sekali makan indomie cup, piknik simpel, sisanya menu sarapan biasa, obrolan hangat berlanjut.

Menjelang sore setelah berburu jamur hutan, kami pamitan pulang, si teyzeh juga akan pulang meninggalkan pondok kecil milik keluarganya di tengah kebun apel, setelah sebelumnya beliau membersihkannya dahulu, kemudian kami berpisah, untuk mencapai mobil yang diparkir dipinggir jalan, diarahkan oleh dursun amca untuk memotong jalan saja, melewati anak sungai didekat kebun, setelahnya kami sempat jalan jalan menuju area atas, hanya untuk ambil foto-foto saja, sepanjang jalan masih banyak mobil parkir dan pemiliknya masuk area hutan cemara untuk berburu jamur.

Seharian yang cukup menyenangkan, menikmati udara segar, anak-anak juga puas bermain di alam bebas, tanpa gadget? kalau ini sih emang mereka tidak kami perkenalkan dengan HP, sampai detik ini cukup berhasil heheh, hidup terisolasi, jauh dari kerabat, terbantu mendisiplinkan anak-anak untuk pembatasan HP, ketika di luar rumah, mereka terbiasa menikmati alam sekitar tanpa harus terbagi fokus ke tablet atau HP, ya karena emang ga punya:D Menurut kami belum saatnya saja.

Sudah lewat satu minggu, seperti biasa, si baba dikarantina kembali dan tidak dapat izin bepergian, jadinya di ajak ke yayla aja udah bersyukur, berasa tahanan yang bisa menghirup udara bebas. Sabtu kami pergi ke yayla, hari senin dia test swab lagi dan tidak diperkenankan keluar komplek, begitulah, keputusan belum ada perubahan sama sekali meski sudah vaksin. Ketika mendapatkan waktu libur, kami manfaatkan sekali.