Banyak yang berpendapat memilih pasangan seumuran dianggap kurang ideal? karena ada yang menganggap pasangan seumuran sama-sama dalam tahap pendewasaan, masih sama sama egois? menurutnya ideal jika pasangan pria lebih tua, karena akan lebih melindungi dan juga pemikirannya jauh lebih dewasa, Pendapat ini bisa benar bisa juga tidak, bisa terpatahkan, contoh pasangan ideal seumuran favorit saya: Titi kamal dan Christian sugiono, pacaran sampai menikah mereka tetap rukun dan langgeng, semoga selamanya. Tapi saya garisbawahi juga, Menikah diusia yang matang, bukan menikah seumuran diusia remaja, lulus Sekolah lalu keduanya menikah, jelas ini kasusnya akan berbeda.

Pasangan seumuran resiko perceraian lebih kecil?

Mengutip dari theatlantic. com, pasangan seumuran dianggap memiliki resiko perceraian lebih kecil. Penelitian yang menarik tentu saja, Tapi namanya sebuah pernikahan setiap pasangan baik yang seumuran atau pria lebih tua punya problematika masing-masing, kedewasaan dalam menyikapi sebuah masalah tidak diukur dalam usia. Nah untuk pasangan seumuran, berhubung saya dan suami hitugannya juga seumuran, dia lebih tua 3 bulan dari saya, Berbagi pandangan yang menurut saya ada dua sisi bagaimana menjaga keharmonisan dengan pasangan seumuran:

Ngobrol lebih asyik

karena kami hidup di generasi yang sama, tidak ada gap umur dalam bercerita tentang trend dimasa remaja, saya berbagi cerita tentang bagaimana masa sekolah, trend di İndonesia, dia juga bisa cerita yang sama tahun dan masa sekolahnya di Turki.

Tanggung jawab yang hampir sama

Masalah mengatur rumah tangga, kami berbagi peran hampir setara layaknya teman sekelas yang dapat jatah piket bareng , seperti pembagian unit kerja, siapa bertugas mencuci piring, cuci baju, bersihkan rumah, ngasuh anak. Porsinya hampir sama, tapi untuk pintu sumber nafkah memang sepenuhnya dari pihak suami, saya tidak bekerja formal lagi, tapi bukan berarti dia lebih berkuasa dirumah. Sesuai kesepakatan diawal menikah, berbagi tugas. Jadi kadang saya tidak segan mengingatkan suami, kalau dia lupa dengan tugasnya.

memiliki pasangan seumuran resiko perceraian lebih kecil?

Berbagi pandangan yang sama

Kami menjalani rumah tangga cenderung santai dengan batasan juga tentu saja, menyelesaikan masalah berdua, berbagi pandangan dalam menyikapi problem hubungan dengan keluarga lain misalkan. Suami lebih memahami apa yang saya pikirkan dengan kondisi yang ada, apa saya mudah adaptasi dengan lingkungan keluarganya. kuncinya tentu saja ada di dia, sebagai ‘jembatan’ untuk saya melebur dengan tradisi masyarakat turki. Masalah patriarki? kami berbagi pandangan tentang budaya turki yang cenderung patriarki, ketidaksetujuan saya dalam beberapa point tidak akan dia paksakan. Dan dia tidak peduli pandangan keluarganya ketika kami memiliki sikap sendiri.

Tidak terlalu posesif

Banyak yang mengatakan pasangan pria turki cenderung posesif? sejauh saya jalani dengan suami, kami saling percaya saja, belajar terus saling memahami posisi, karena dia juga kurang nyaman dengan pengawasan, seperti masalah pertemanan di sosial media, tidak membatasi dengan siapa berteman, harus perempuan saja? sebagian ada yang dilarang pasangannya. Untuk masalah postingan foto saja dia lebih protektif demi keamanan keluarga. Saya juga paham dengan pemikirannya ini.

Meminimalisir pertengkaran

Setiap rumah tangga tidak luput dari ujian, tentang bagaimana kami menyikapi sebuah permasalahan yang dihadapi, komunikasi yang luwes dengan suami, mau saling mendengarkan pendapat dan menghargai, tidak ada gengsi untuk mengucapkan kata Maaf, terlepas siapa yang sebenarnya salah, saling introspeksi diri, memberi batasan ketika marah dalam jangka waktu, cukup 1 hari, sebelum beranjak tidur harus berbaikan.

Kami memposisikan sebagai teman dalam sebuah tim, terkadang dia pemegang kendali dan keputusan atau sebaliknya, disaat dia ‘down’ saya berperan sebagai pelindungnya. Menurut saya asyik asyik saja seumuran, dulu ada yang berpendapat, kalau istrinya seumuran, akan terlihat lebih tua dari pasangannya? yakin? itu sih tergantung dia bahagia atau tidak dalam menjalani hubungan rumah tangganya, umur bukan patokan.

Semoga bermanfaat tulisan sederhana ini.