Setiap tahun netijen İndonesia selalu meributkan boleh atau tidaknya mengucapkan selamat hari Natal, perang Dalil, dan berbagai komentar dan Pro dan Kontra, menurut PBNU, tidak ada larangan mengucapkan Natal, beda pendapat lagi dengan beberapa ormas yang keras melarang bahkan memakai atribut Natal, lalu bagaimana di Turki?

Jangan kaget, Burasi Turkiye hersey olabilir, lagi-lagi kalimat ajaib ini yang akan menggambarkan bagaimana realita kehidupan di Negeri Kebab.

Pohon Natal = adalah pohon tahun baru

Orang Turki memasang pohon Natal juga hal biasa, meski tidak ikut merayakan, bagi sebagian orang di sini, menganggap Pohon Natal adalah tradisi tahun baru di Turki. Jangan heran kalau melihat perempuan berkerudung juga kok beli pohon Natal. Mereka tidak merayakan, tapi suka menghias rumahnya dengan tema Natal layaknya negara-negara di Eropa lain, untuk libur Natal 25 desember? di Turki ga masuk kalender hari libur nasional. Cuma lebaran idul fitri dan idul adha yang masuk kalender libur keagamaan. Sisanya Libur nasional negara dan Tahun baru. Libur satu hari.

Baca:

Agama orang Turki

Cingene: Kaum Gypsi di Turki

Ulama yang digantung di Turki

Hidangan Tahun baru: Ayam kalkun

Nah tradisi ini makan malam dengan menu ayam kalkun, saya baru mengalami di Turki, kebetulan dulu kakak ipar mengundang kami untuk kumpul dan makan malam keluarga di rumahnya, menunya ayam kalkun semacam thanksgivingnya orang amrik gitu*saya garuk*garuk--ini nyerap tradisi dari mana-mana ya ternyata**

Lalu ucapan Natal di Turki, boleh engga?

Silahkan baca link berita valid dan bukan hoaks ya dibawah ini:

erdogan-extends-hanukkah-greetings-

Pak presiden Turki juga ngucapin selamat hari Hanukkah buat warga Yahudi Turki, eh emang ada Yahudi di Turki? Ada. Asal tahu aja sinagog terbesar ke tiga di Eropa ada di Turki. Dan barang made in isra** juga banyak kok , hubungan diplomatik dan juga hubungan dagang sejauh ini mesra saja.

turkish-president-wishes-merry-christmas-to-christians-

Untuk Ucapan Natal, Beliau juga mengucapkan. Ga banyak perdebatan termasuk dari Diyanet atau Mufti di Turki, warga netijen +90 bagaimana? Ah selow aja sih, waktu ga dihabiskan dengan perdebatan boleh atau enggaknya ngucapin, Cuma tinggal ke pilihan masing-masing, kalau mau ngucapin silahkan, mau cuek aja, ya engga apa-apa. Di İndonesia, apa aja di bahas terus tiap tahun, seakan ga ada habisnya dan titik temu, sudah bisa ketebak tiap tahun, selesai bahasan Natal, tahun baru nanti edisi Valentine dengan kisah saint-nya itu. Eh Tapi kalau misalkan ada diskonan edisi Natal di Marketplace atau Mall gitu? cuek aja kan, harusnya ya, ga usah ikutan kalap belanja. Udah ga boleh ngucapin tapi lihat barang diskonan edisi Natal nanti bilangnya: Mumpung pesta diskon!

3 agama besar di Turki: İslam, yahudi,kristen

Jadi bagaimana? Berita tentang pak presiden Turki ngucapin Natal? nanti saya dituduh ga bersyukur lagi tinggal di Turki bahasnya gini terus dikira jelekin pemimpinnya mulu, lah kan menulis sesuai fakta dan apa adanya:) tulisan selalu saya sertakan sumber berita valid dari media nasional Turki.

Selamat datang di Turki , apapun bisa terjadi di negara ini:)