Panasnya kasus Penerbitan Kartun kontroversional oleh majalah Satire Charlie Hebdo, memicu kemarahan luar biasa ummat İslam di seluruh Dunia, Lagi dan lagi, Mengusung kebebasan berpendapat Charlie Hebdo menyakiti Umat İslam dengan membuat karikatur Nabi Muhammad SAWLarangan ini sudah jelas diatur dalam İslam dan termasuk Haram, kita memuliakan Beliau dengan aturan ini dengan alasan menjaga kemurnian aqidah kaum muslimin.

Kebebasan berpendapat yang sangat ekstrim di negara Prancis yang mengagungkan sekelurismenya sudah termasuk di luar batas.

Bagi Ummat İslam haram menggambarkan Nabi Muhammad sebagai bukti menjaga ashalah (originalitas) sumber ajarannya (sumber: islampos.com) Ketika Mereka membuat karikatur berdasar imaji gilanya, seakan itu sosok Nabi Muhammad, jelas menyinggung Umat İslam. Manusia diberi akal, hidup berdampingan ada yang namanya toleransi dan hidup saling menghargai. Belajar tentang sejarah dan politik Prancis terutama tentang sekulerismenya yang extrim bisa mampir Blognya Pheby ini baca postingan :Prancis, karikatur, Agama dan kebebasan

Sebenarnya tulisan kali ini saya mau bahas salah satu koleksi Buku lama, Yang tentu saja berkaitan erat , rasanya ingin memberikan buku ini ke Tim Charlie Hebdo, Cobalah kalian Baca dulu, Siapa sosok Mulia yang sangat dihormati Umat İslam ini, Kalian akan malu dengan kesombongan kalian itu. Manusia Agung, karena kemuliaannya Beliau tidak ingin dikultuskan dalam bentuk gambar, menjaga kemurnian Akidah Ummat nya , Bahwa Beliau adalah Utusan Allah. İbadah kita hanya semata mengharap Ridho Allah SWT, Beliau sang Nabi terakhir yang kelak kita harapkan syafaatnya, Bershalawat untuknya.

Tentang Buku, kebetulan saya bawa ke Turki. Buku ini saya beli 1 April 2009, tanggalnya saya catat di halaman pertama Buku, kebiasaan lama setiap membeli buku baru adalah mencatat tanggal pembelian.

  • Judul Asli: Yaumun fi Baiti ar Rasul Saw
  • Penulis: Abdul Malik bin Muhammad Al Qasim
  • Penerjemah: Abdi Pemi Karyanto, Lc
  • Penerbit: Nakhlah Pustaka
  • Halaman Buku: 155 Hal

Potret Hidup Harian adalah cermin sejati kepribadian dan nilai seseorang, Buku setebal 155 Halaman ini mengajak kita menelusuri dan mengunjungi rumah Rosululloh SAW, Melihat setiap sisi yang ada didalamnya, bisa merasakan realita keseharian yang Beliau Jalani, Serasa berada di rumah Nabi, tinggal di rumah beliau, mengetahui segala keteladanan Beliau selama 24 jam, Bagaimana sikap Nabi dalam keluarga, bermasyarakat maupun beribadah, keluhuran akhlaknya.

Rasululloh adalah Manusia paling Zuhud di Dunia.

Hidup Beliau sederhana, Pandangan beliau tidak silau oleh gemerlapnya Dunia dan Kekayaan, Salatnya yang menjadi binar pada bola matanyanya. Beliau Bersabda:

Apa urusanku pada dunia. Perumpamaan terhadap dunia adalah seperti seorang pejalan kaki di tengah teriknya siang, lalu berteduh sejenak dibawah pohon, kemudian kembali beranjak meninggalkannya (HR. Tirmidzi)

Rumah Rosululloh terbuat dari tumpukan batu berlapis tanah liat dan atapnya hanya terbuat dari pelepah kurma, Dalam Hal ini Al -Hasan berkata: ” Dimasa Khilafah Utsman Bin Affan, aku memasuki rumah rumah istri Nabi, aku menyentuh atapnya dengan tanganku, sungguh ini adalah rumah sangat sederhana yang memiliki kamar lebih kecil, Namun ini adalah rumah yang sarat dengan keimanan dan ketaatandalam menyampaikan wahyu dan mengemban risalah.

Dinding rumah Beliau, terbebas dari segala gambar makhluk yang bernyawa yang kini banyak digantungkan orang orang di rumah mereka?

Dari Tsabit: ” Suatu hari Anas Bin malik menunjukan kepada kami cangkir kayu yang kasar berlapis besi, lalu dia berkata. ” Hai Tsabit. İnilah Cangkir Rosululloh AW.” . Dengan Cangkir itu Rosululloh saw Minum air putih, air bercampur kurma, madu dan susu (HR Tirmidzi) Lalu riwayat Anas lainnya: ‘‘Bahwasanya Rosululloh ketika minum bernafas sebanyak 3x (HR. Muttafaq Alaihi) Maksudnya bernafas di luar gelas. Karena Rosululloh Melarang bernafas atau meniup di dalam gelas ketika minum.

Jika pulang ke rumah, Beliau tidak pernah datang secara tiba-tiba dan membuat keluarganya terkejut. Beliau masuk rumah atas sepengetahuan mereka dan dengan mengucapkan salam.

” Siapa Yang Menyambut harinya dalam kondisi jiwa yang tentram, sehat jasmaninya dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dia telah memiliki Dunia dan seisinya (HR. Tirmidzi)

Sifat Rosululloh SAW

Dalam Buku ini ditulis ulang beberapa Hadist, sejenak kita diajak berimajinasi setiap deskripsi sifat Nabi yang pernah diceritakan oleh orang- orang yang hidup Zaman kenabiannya.

Diriwayatkan dari Barra Bin Azib: ‘‘ Nabi Muhamad SAW adalah manusia yang paling rupawan dan baik akhlaknya, tidak terlalu tinggi, tidak pula bertubuh pendek”. (HR: Bukhari)

Nabi SAW bertubuh sedang, berdada bidang, rambutnya menyentuh daun telinga bawah, Aku pernah melihat beliau memakai pakaian Merah, Sungguh aku tidak pernah melihat orang yang leih rupawan dari beliau” (H.R Bukhari)

Lalu riwayat İbnu İshaq as-sabi’i: Ada seorang lelaki bertanya kepada Barra Bin Azib. ” Apakah Wajah Rosululloh itu seperti pedang?”. Lalu İa menjawab ” Tidak, Justru wajah Beliau seperti rembulan.” (H:R Bukhari)

Riwayat Dari ANas: ” Tidak pernah aku menyentuh sutra yang lembutnya melebihi telapak tangan Rosululloh SAW, dan tidak pernah aku mencium aroma yang harumnya melebihi aroma Rosululloh SAW.” (Muttafaq Alaihi)

Abu Sa’id Al-Khudri pernah berkata : ” Beliau lebih pemalu dari seorang GAdis yang dipingit. Jika beliau tidak menyukai sesuatu, kami bisa langsung mengetahuinya dari raut wajahnya.” (HR: BUkhari)

Cara Rosululloh SAW Berbicara:

Diriwayatkan dari Aisyah: ”Tidak pernah Rosululloh SAW berbicara panjang lebar seperti kalian ini, akan tetapi beliau berbicara dengan perkataan yang sangat jelas, terperinci dan bisa diingat dengan baik oleh orang yang hadir di majelisnya.” (HR ABu dawud)

Beliau selalu bersikap lembut dan ramah kepada setiap orang, walau kepada orang yang kasar dan sok berwibawa di hadapan Beliau. Hadist yang diriwayatkan İbnu Mas’ud: ” Seorang lelaki mendatangi Rosululloh SAW, Dia mengucapkan kata kata dengan keras kepada Beliau sampai kencang urat lehernya, Lalu Nabi bersabda kepadaya. ‘Berlemah lembutlah, aku bukan Raja, aku hanya putera dari seorang Perempuan yang makan dgaing kering (Qadid: Sejenis dendeng)” (HR İbnu majah)

Saat Rosululloh Saw Di Rumah

Aisyah Berkata: ‘‘ Beliau seperti manusia lainnya, Menjahit sendiri pakaiannya, memerah kambingnya, dan melayani dirinya sendiri (HR Muslim)

Rumah adalah Barometer yang menjelaskan bagus tidaknya akhlak seseorang, Dibalik Dinding ruang ruang rumahnya, dia bisa berbuat sesuai dengan pembawaan dan tabiat aslinya, Baik terhadap pembantunya, İstrinya, dalam lingkup rumah dia bisa melepaskan jiwanya, tanpa dibuat-buat penuh basa-basi. Meski seorang Tokoh yang disegani dan tampil di luar sangat ideal.

Rosululloh yang notabene adalah Pemimpin Umat, memiliki kedudukan Mulia menjadi contoh ideal bersifat tawadhu, tidak takabur dan tidak suka membebani atau menyusahkan orang lain, beliau sosok terhormat yang tidak segan atau sungkan memberikan bantuan, Beliau suka mengerjakan pekerjaan rumahnya sendiri.

Diriwayatkan dari Aswad bin yazid, dia berkata. ” Aku pernah bertanya kepada Aisyah, tentang apa yang diperbuat Nabi di rumahnya?” Lalu dia menjawab, ” Beliau selalu melakukan pekerjaan keluarganya namun jika mendengar azan, beliau segera Keluar.”(HR. Muslim)

Kepribadian Rosululloh saw

Gerak dan diam seseorang adaah tolak ukur akal, kunci untuk mengenali hatinya. Ummul Mukminin Aisyah Binti Ash shidiq adalah seseorang yang paling mengenal karakter akhlak Nabi Muhamad saw, dan dia pula yang paling detail mendiskripsikan diri beliau.

Cucunya Husain pernah berkata: ” Aku pernah bertanya kepada ayahku tentang Kisah Nabi saw, saat bersama orang orang yang duduk di dekat Beliau,Ayahku menjawab. ” Beliau selalu tersenyum, memberi kemudahan, lembut dan tidak kasar, tidak membuat gaduh, tidak suka mencela atau mengumpat, meninggalkan hal yang tidak diminatinya, serta tidak membuat putus asa dan mengecewakan orang yang berharap padanya.

Beliau meninggalkan 3 hal: Sifat Riya (Pamer), Berlebih-lebihan dan hal yang tidak bermanfaat. Dan Beliau juga tidak melakukan 3 hal pada seseorang: Beliau tidak mengejek dan mencela, tidak mencari-cari kekurangannya, dan tidak berbicara kecuali perkataan yang akan mendatangkan pahala.

Jika bicara, Beliau menggugah pendengarnya, seakan akan diatas kepala mereka terdapat burung. <jika beliau diam, mereka baru bicara, Mereka tidak berdebat disisi Beliau. Jika ada yang bicara, maka yang lain mendengarkan hingga selesai, Beliau juga tertawa terhadap hal yang dianggap lucu oleh para sahabatnya, kagum atas apa yang mereka kagumi, sabar terhadap perlakukan kasar dan permintaan kasar yang biasa dilakukan orang asing yang tidak mengenal Beliau juga para sahabatnya. beliau Bersabda: ”jika kalian melihat orang yang membutuhkan bantuan, maka bantulah dia. Beliau tidak menerima pujian kecuali yang wajar, tidak suka memotong pembicaraan seseorang kecuali jika melewati batas. Maka beliau memotongnya dengan cara melarang atau dengan berdiri.” (HR Tirmidzi)

Semua sifat Beliau adalah himpunan kebaikan, Panjang ya:) Buku ini cukup menarik bagi saya, Membaca Sirah Nabawiyah yang dirangkum dalam buku ini, point-point yang bisa diteladani, Bagaimana Tawadhunya Beliau. Entah berapa kali saya ulang untuk membacanya kembali dan baru kali ini saya sempat ulas di Blog. Kalau butuh sosok idola yang bisa membuat kita lebih baik dan ‘malu’ akan kesombongan diri kita selama ini, merasa lebih hebat, merasa lebih segalanya, Ketika ‘suasana panas’ duh baca buku ini meng ‘ademkan’ hati. Menumbuhkan kecintaan terhadap Beliau dengan terus mencoba menteladani sifat sifat terpujinya.

Ada sebuah syair yang saya kutip dari buku ini:

Sang penyampai ilmu adalah manusia biasa,

Dia adalah ciptaan Allah yang paling Baik.

Sebuah tanda kenabian layaknya cincin dari cahaya.

Bersinar Cemerlang menjadi saksi,

Tuhan telah menyandingkan nama-Nya dengan namanya yang selalu dikumandangkan oleh muazin dalam lima waktu.

Dia sang pemilik Arsy membelah nama_Nya untuk memuliakannya