Penampilan si ibu dan anak ini jauh dari kesan cingene, bersih, rapih dan wajah si anak yang terlihat putih bersih khas orang turki. Saya sempat posting di salah satu akun sosmed saya, dan beberapa teman indonesia di Turki saling berbagi cerita, mengira kalau wanita ini cingene.

Tapi saya gak yakin kalau cingene, dilihat dari penampilan dan wajah. Mereka orang turki biasa.

Cingene itu apa?

Pernah baca tentang cerita kaum gipsy di negara eropa?

Cingene itu sebutan untuk orang gipsy yang hidup di Turki (romani) mereka juga hidup di turki daerah anatolia. Menyebar di eropa timur juga turki.

nenek moyang orang Rom bisa ditelusuri ke India bagian utara kira-kira 1.000 tahun yang silam. Bahasa mereka, selain beberapa kata yang ditambahkan pada masa-masa selanjutnya, tidak diragukan berasal dari India. Alasan mereka meninggalkan India kurang jelas. Beberapa pakar percaya bahwa nenek moyang mereka bisa jadi adalah perajin dan penghibur yang bergabung dengan pasukan prajurit yang meninggalkan tanah airnya setelah konflik-konflik militer. Apa pun alasannya, orang Rom tiba di Eropa sebelum tahun 1300 M melalui Persia dan Turki.

Orang turki menyebutnya cingene.

Apa hubungannya foto ibu dan anak dengan cingene??

Karena cingene yang hidup di Turki identik dengan para pemulung. Meski tidak semunya, Tapi kebanyakan. Biasanya hanya mereka yang memungut tempat sampah. Bukan orang Turki biasa.

Cingene atau kaum gipsy di Turki rata rata hidup nomaden layaknya orang gipsy di eropa timur dan di negara negara lain. Kata sumai, mereka juga kebanyakan tidak punya  kartu identitas WN turki (kimlik) hidupnya susah diatur.

Hidup dibawah garis kemiskinan, suka suka mereka. Pekerjaan serabutan, terkadang (maaf) mencuri.

Kenapa kok nuduh cingene?—isi penjara di istanbul banyak juga cingene–kata suami, mereka selalu terlibat kriminal. Hidup gak teratur. Entahlah belum pernah dengar cerita positif tentang komunitas ini. Selain tentang kriminal atau hidup dengan santai, dari pesta ke pesta.

kerja keras seharian.punya uang ,kebanyakan untuk bersenang senang: nari nari dsb. Hidup mereka ya gitu gitu aja”. ujar si Baba

Saya sering bertemu anak anak gipsy ini, yang menurut saya kalau di urus-.- anak anak ini manis, cantik.sayangnya mereka (orang tuanya) masa bodoh. kumel kumel, entah ga mandi berapa hari anaknya, rambut aut autan, bermain dengan kasar kalau ketemu di jalan atau mereka main di taman.

si ibu yang dengan dandanan khas orang gipsy, bicara kasar kasar-.- ga enak didengar.jadi kebanyakan agak menjaga jarak dengan orang cingene.

Balik lagi ke foto pertama si ibu dan anak.

Saya yakin mereka bukan cingene, mereka warga biasa, sedih liatnya mereka sibuk ngais ngais tong sampah mencari baju bekas.

kebanyakan orang Turki jarang suka baju bekas, apalagi tinggal di perkotaan, biasanya ada tempat buat disumbangkan. atau cara terbaik cukup taruh saja di plastik rapih masukan ke kotak sampah besar, biasanya kaum cingene akan mengambilnya.

Kalaupun ada sebagian orang cingene menetap dan anak anaknya disekolahkan di Turki. Dapat cerita dari teman yang kebetulan suaminya guru dan ngajar anak anak cingene, suaminya sampai nyerah dan minta pindah ngajar, kenakalannya luar biasa, ga punya respect sama pengajar,sekolah sesuka sukanya. sulit diatur.

Kebanyakan orang cingene berasal dari trakya, salah satu daerah di provinsi ujung turki (edirne city) yang berbatasan darat dengan bulgaria di eropa timur.

Jadi jangan heran kalau di turki pun ada kaum gipsy nya…Tidak  beda jauh pekerjaan mereka dengan gipsy2 yang berada di kawasan eropa.

secara wajah, kaum cingene di Turki emang mirip sekali dengan wajah india, ditambah dengan busana yang menurut saya bikin silau mata:)entah lah mereka suka sekali pakai warna ngejreng, baju nabrak warna, kalaupun mereka pakai yazma*krudung* itu cuma aksesoris, rambut disemir gold….berbeda lah kalau di sandingkan sama telenovela kasadra di tahun 90 an yang berkisah tentang kaum gipsy di daerah latin:) masih enak diliat..(ya iyalah artis yaa-.-)

saya pernah bertemu perempuan cingene memakai rok warna hijau stabilo*mirip marka jalan* benar benar sukses mencuri perhatian orang orang di jalan.

—————————-

mereka hidup di bawah garis kemiskinan, bukannya pemerintah lokal tidak peduli, dibeberapa daerah, pemerintah lokalnya inisiatif membangunkan rumah dan mengajak  mereka hidup teratur, tapi mereka sendiri yang gak mau di urusin.