Penyakit turunan? Kalau menulis: Keturunan bangsawan, darah biru, rasanya beda dengan kalimat: dapat penyakit keturunan. Ada 3 Penyakit keturunan Yang saya baca :

  1. Diabetes 1 dan 2
  2. Hemofilia (kelainan pembekuan darah)
  3. Gingivitis dan Periodentitis

Dan saya mendapatkan Penyakit keturunan nomer 3, dari Bapak. Para peneliti mensinyalir, penyakit yang menyerang penyangga gigi ini, ada faktor yang dapat diturunkan. Dan jreng..jreng!!! dari 4 anak bapak, hanya saya si anak nomer-3 yang dapat penyakit keturunan beliau. Hiks sedih amat ya.

Saya dari dulu selalu bermasalah sama gigi, Gusi berdarah. Padahal rajin sikat gigi, kurang suka makanan yang nyelap-nyelip di gigi, semacam dodol, atau Lokum, permen juga termasuk jarang saya konsumsi, pokoknya untuk urusan gigi benar benar saya perhatikan. Jadwal scaling ke Dokter gigi jadi agenda wajib semenjak tahu kalau dapat penyakit Keturunan dari Bapak, waktu itu saya dan Bapak datang ke Klinik Gigi di Serpong, dan Dokter di Klinik ini yang mengatakan, bisa saja salah satu anak dapat turunan penyakit ini, setelah di cek, ternyata cuma saya yang memiliki masalah gigi yang sama.

Kalau dijelaskan memakai bahasa kedokteran rada rumit, jadi gambarannya gini, gigi dan gusi yang bermasalah, harusnya shafnya rapat antar gigi berdekatan, tapi gigi ikut-ikutan social distancing ada celah antar gigi, kemudian Gusi atas kalau disentuh lunak, dalam kondisi parah, sikat gigi jadi sering berdarah. Ga enak banget kan! sekarang ada gigi bawah saya yang ikut-ikutan social distancing, saya harus melakukan bedah operasi Flap gigi lagi nanti, syarat dari dokter gigi dulu, pokoknya sebelum memasuki usia 40 tahun, harus operasi Flap lagi, dan usia itu sudah didepan mata, tapi gara gara si Corona menyerang Bumi, Saya jadi menunda dulu urusan ke Dokter gigi. Duh!

Pernah operasi Flap Gigi

Sekitar tahun 2003, saya pernah melakukan operasi Flap Gigi, prosedur pembedahan periodental diperlukan untuk Penyakit gusi seperti gingivitis maupun periodentitis, kasus penyakit gusi saya udah tahap Periodentitis. Udah parah gitu, meski kalau difoto bisa senyum manis sambil pamer deretan gigi putih, eh ngaku-ngaku si mbaknya)) Bak model pasta gigi. Tapi siapa tahu dibalik itu ada gigi dan gusi yang menahan penderitaan bak istri istri yang tabah di sinetron İndosyiarrr. Saya harus segera menyelamatkan mereka.

Operasi Flap pertama saya hanya bagian gigi atas, tidak menyeluruh, awalnya Dokter gigi, memberikan suntikan anestesi di ujung pangkal gigi, beberapa saat kemudian rasa kebas, lebih tepatnya serasa bibir dower..heheh, pokoknya sulit dijelaskan dengan kata-kata. Kemudian Pembedahan gusi dilakukan di Klinik, Yang saya ingat ada prosedur deep scaling gigi, gunanya untuk menghilangkan tartar, bakteri dari gusi dan gigi, root planning, prosedur operasi Flap ini mengangkat gusi dari gigi untuk mengangkat tartar! jadi bisa dibayangkan ngilunya kalau ga disuntik anestesi terlebih dulu-.-‘ karena mulut saya mati rasa, sedang pendengaran saya normal menangkap suara, bagaimana dokter gigi beraksi dengan alat-alatnya ngorek -ngorek gigi saya. Kalau yang sering bersihkan karang gigi, ibaratnya itu hanya level 1, Operasi Flap gigi level 10 rasanya.

Setelah operasi selesai, Dokter kemudian memberikan semacam Gips putih, saya lupa namanya, mirip dengan bahan adonan tepung kemudian ditempelkan digigi yang selesai dioperasi, selama satu minggu untuk penyembuhan jaringan, rasanya mungkin seperti orang yang baru pasang behel, ada yang mengganjal digigi, karena ga mungkin di perban kalau operasi gigi-.-‘ , satu minggu saya kesulitan mengunyah, jadi hanya masuk makanan cair yang lebih mudah ditelan. Setelah satu minggu kontrol lagi ke dokter Gigi untuk melepas bahan gips itu.

Apa penyakit Gusi bisa dicegah?

Baca pengalaman saya diatas pasti horor ya, kalau ga percaya bisa cek Google dengan kata kunci operasi Flap gigi. Tenang saya ga nakut-nakutin kok, Karena saya kebetulan Penyakit Gusi nya karena keturunan si Bapak, bukan berarti penyakit ini cuma bisa diturunkan, kalau kata Dokter Gigi, orang normal 6 bulan sekali harus periksa gigi, untuk kasus saya minimal 3 bulan sekali wajib scaling gigi, nah semenjak Corona udah bubar jalan belum berani ke Dokter Gigi dulu.

Penyakit Gusi ini penyebabnya karena pertumbuhan Bakteri berlebih, Plak, karang gigi menumpuk, kebersihan gigi yang baik efektik untuk mencegah Penyakit ini. Pilihan untuk perawatan gigi bisa dimana saja.

Memilih Klinik untuk perawatan Gigi

Karena saya sudah sering bolak balik keluar masuk Klinik untuk perawatan gigi, baik disini maupun di İndonesia, kesimpulan sederhana saya sih selalu:

Peralatan yang memadai untuk perawatan Gigi, Apalagi untuk kasus periodintitis, saya pernah scaling gigi dengan peralatan klinik seadanya, ya maklum juga sih, tapi efeknya nyeri ga hilang hilang-.-‘

Pilihan bisa juga jatuh ke klinik mayapada Central Park

klinik mayapada central Park merupakan bagian layanan kesehatan dari Mayapada Healthcare Group yang berdiri sejak 2015 di bawah naungan PT. Mayapada Clinic Pratama.

Mayapada Clinic Memiliki komitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat sekitar area klinik, terutama dalam layanan Medical Check Up, Kedokteran Umum dan Gigi. Mayapada Clinic juga memiliki layanan penunjang medis lain seperti pemeriksaan radiologi, vaksinasi, dan medical visit. Kabar baiknya, Mayapada Clinic centralpark juga menerima peserta BPJS kesehatan. Untuk perawatan gigi rutin seperti scaling gigi bisa juga di klinik ini.

Fasilitas kesehatan yang menunjang untuk perawatan gigi, Ternyata tidak hanya layanan medis itu saja, Mayapada Medical Clinic juga memiliki Fasilitas tes Covid, untuk membuat janji test covid maupun Buat janji ke Dokter Gigi, sekarang semuanya dipermudah salah satunya lewat Halodoc, aih kemana aja ya saya, Klinik mayapada ini juga bekerjasama dengan Halodoc.

Mengenal halodoc

Slogannya: Sehat jadi lebih mudah, yup dengan Aplikasi hasil download bisa via di İos maupun Android, Dokter gigi ganteng digenggaman–eh salah!-.-‘

Asli saya baru tahu, wah coba kalau dari 2003 sudah ada Halodoc, mungkin saya ga kesulitan nyari dokter gigi dan konsultasi sama dokter bisa semudah sekarang.

Dokter, rumah sakit, klinik terdekat dan asuransi kesehatan dihubungkan dalam satu layanan via app Halodoc dan aplikasi juga terintergrasi dengan aplikasi Apotikantar yang sudah lebih dulu ada. cara penggunaannya cukup mudah. Beberapa Fitur di Halodoc yang saya tahu:

Fitur video call untuk konsultasi langsung dengan Dokter yang dituju, seperti saya, kalau mau Konsultasi dengan Dokter gigi, Tarif ditentukan oleh dokternya itu sendiri.

Bisa beli Obat lewat apotikantar, setelah saya cek dan ricek , lumayan lengkap juga, terutama obat kumur yang selalu masuk resep dokter gigi setiap saya kontrol, untuk kasus radang gusi dan pencegahannya, saya selalu diresepi obat kumur minosep, jangan tanya deh rasanya berkumur dengan obat ini, biasanya harus nunggu 2 jam dulu baru bisa ngunyah lagi, tapi termasuk ampuh. Dan ini juga tersedia via app Halodoc.

Daftar Rumah sakit dan Poliklinik

Salah satunya Mayapada medical clinic juga, dan banyak pilihan Rumah sakiti poliklinik yang bisa jadi pilihan terdekat dari tempat tinggal pasien. Tinggal scroll-scroll….,

Dokter yang tergabung semua kompeten

Ada kolom: Tanya Dokter, Cari Dokter, dan ada fasilitas chat dengan Dokter-dokter di aplikasi Halodoc tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dokter -Dokter tersebut sudah memiliki STR (surat tanda registrasi) SİP (surat izin praktik) dari konsili Kedokteran İndonesia.

Menuju Operasi Flap ke-dua

Seperti yang sudah saya tulis diatas, semenjak pandemi Corona, dari awal tahun ini, saya belum lagi menginjakkan kaki ke rumah sakit, Rencana untuk perawatan gigi rutin, saya tunda sementara, apalagi untuk tindakan operasi Flap lagi, sementara saya lebih fokus perawatan gigi rutin dirumah, menjaga kebersihan gigi, Saya dan suami, berjodoh juga di urusan gigi, dia bermasalah sama gigi juga, sampai harus implan gigi gerahamnya yang benar benar menguras kantong, karena untuk kasus dia, tidak tercover penuh asuransi.

Ya udah nasib juga saya dapat penyakit ini karena genetika dari si Bapak, ga mau juga nyalahin beliau, siapa yang minta diturunin penyakit. Tapi bukan berarti tidak bisa ditangani, selama masih banyak dokter Gigi di Muka bumi. Perawatan rutin.

Tips perawatan Gigi yang biasa saya lakukan di rumah

  • sering ganti sikat gigi, jangan sampai setahun baru ganti,,alamak, bakteri udah bikin komplek perumahan di sikat gigi. Usahakan yang bulu sikatnya lembut, dan biasanya memang sedikit lebih mahal, tapi demi menyikat gigi dengan baik, apalagi kalau punya masalah gusi.
  • Benang Gigi, İni selalu ada di rumah, membersihkan sisa makanan yang nyelap nyelip di gigi, saya lebih suka memakai benang gigi daripada tusuk gigi.
  • Obat kumur, ini juga harus selalu tersedia di rumah.
  • Rajin sikat gigi min 2x sehari
  • Kurang-kurangin makanan yang merusak gigi
  • Min 6 bulan sekali scaling gigi ke dokter

Kalau ga bisa menjaga kesehatan gigi, dan sampai kena radang gusi, asli ga enak banget (mana ada ya penyakit yang enak heheh) saya ga punya masalah kesehatan gigi lain seperti gigi berlubang, karena rajin merawat gigi, tapi karena punya ‘keistimewaan’ penyakit turunan dari si Bapak, jadi rajin banget ketemu Dokter Gigi, Dan Keistimewaan penyakit ini mau saya hentikan dengan niat Operasi Flap gigi lagi, Doakan ya.