Senin 5 juli lalu, kami sekeluarga pergi ke kota Ankara untuk sebuah urusan, berangkat d ari lojman sekitar pukul 5 pagi, matahari sudah terbit, mengambil arah lewat Çankiri kemudian masuk area Ankara dari Keçioren sampai terus menuju Çankaya, lokasi kedutaan İndonesia berada, pukul 9 pagi sudah berada di area kedutaan, untuk waktu normal biasanya memakan waktu 2, 5 jam menuju Ankara dari lokasi tinggal saat ini, tapi karena berangkat hari senin, jam kerja. Memasuki area bisnis dan pusat keramaian ibukota Ankara, Kizilay-Çankaya, kami terjebak macet cukup lama di jalan.

Antara Google maps vs yandex maps

Selama di Ankara, kami sangat bergantung dengan gps, meski suami orang Turki asli, tidak jadi jaminan dia hafal jalanan kota Ankara, dia mengandalkan yandex gps dan saya google maps terkadang muncul silih pendapat mana yang akurat, sempat dibuat nyasar yandex dan google yang menang hahah, seperti waktu mencari lokasi penginapan, dia udah mulai kesal karena belum juga ketemu lokasinya, kemudian beralih ke google maps sampai akhirnya ketemu, kadang perbedaannya itu di belokan jalan yang dipilih, semisal yandex pilih jalan A, google jalan B yang ujungnya tetap ke arah lokasi yang dicari, masalahnya mana yang lebih cepat saja.

Cari penginapan diskonan

Strategi hemat budget ketika kami bepergian keluar kota adalah cari penginapan yang sedikit menghemat pengeluaran yakni dengan cara:

kami sering memanfaatkan fasilitas penginapan yang dikelola lembaga negara, seperti Öğretmen evi ada juga polis evi, karena biasanya ada harga khusus untuk pns. Semisal menginap di hotel yang dikelola PGRİ nya Turki, mereka memberikan diskon untuk seluruh pns dari instansi manapun, biasanya dibedakan harga 10 lira, termasuk untuk harga menu restorannya juga. Untuk Öğretmen evi hampir di semua kota di Turki ada. Warga sipil juga bisa menginap dan tetap lebih murah apalagi jika di area wisata, Menginap di Öğretmen evi bisa jadi pilihan, fasilitas sama saja dengan hotel biasa.

Anıt kabir

Penginapan tidak jauh dari Anıt kabir, waktu bertanya ke resepsionisnya, dia bilang tidak jauh dan bisa jalan kaki? wah tanpa pikir panjang, suami yang tadinya berniat mencari makan siang, malah bablas sekalian ke Anıt kabir, padahal perut sudah keroncongan, karena dipikirnya dekat, ya memang begitu jalan turun kemudian ketemu jalan besar, diseberang jalan sudah terlihat tembok lokasi Anıt kabir, nah masalahnya bangunan anıt kabir itu luas banget, untuk berjalan menuju gerbang masuk hampir 1 km,, huahhhh, mau kesel sama suami, karena pikirnya emang dekat, ternyata menguras tenaga, mobil juga ditinggal di penginapan.

Kemudian esok paginya kami sempatkan ke Ulucanlar ceza evi museum, tahun 2015, saya pernah ke museum penjara ini, waktu itu teman kami, Dea menjadi tuan rumah yang baik hati ngajak muter-muter Ankara, saya cuma duduk manis sama Fatih, Babanya ga ikut. 2021 ceritanya napak tilas bareng suami, lah banyak nyasarnya, jadi ga sempat kebanyak tempat. Karena mengejar waktu juga.

Museum penjara Ulucanlar-Ankara.

Kali ke-dua saya mengunjungi lokasi museum ini, karena suami belum pernah sama sekali, jadi diputuskan mengunjungi ulucanlar, niat nyari Mall besar pupus sudah ya maklum orang gunung, udah lama ga masuk mall, tadinya mikir mumpung datang ke Ankara, sudah nge-list İkea cuma karena kangen makan di restorannya itu, ga sempat.

Di museum ini, memang rata rata mantan narapidananya kebanyakan tahanan politik, termasuk mehmet atif hoca, yang syahid di tiang gantung, Beliau menjadi daftar pertama, tahanan yang dihukum gantung.

Daftar tahanan yang dihukum gantung
Tiang gantung masih utuh dan disimpan di museum penjara ini, agak merinding gitu sih melihat dari dekat-.-‘
suasana isi penjara ulucanlar

Di dalam museum penjara ini (bangunan penjara tua yang dialihfungsikan jadi museum) ada ruang-ruang tahanan khusus tahanan politik, disana dijelaskan siapa saja yang pernah mengisi ruang ruang tahanan, banyak tokoh politik terkenal Turki era 70 an, 80an terutama ketika turki sempat mengalami kudeta militer, ada juga ulama tepatnya masih keturunan Rosululloh- murid dari Said Nursi pengarang Risale Nur, yang juga merasakan jeruji besi di era kemalis. Beberapa barang peninggalannya masih tersimpan rapih, terutama Mehmet atif hoca, sebuah alquran kecil, kemudian buku, surat surat yang dia tulis, kebanyakan masih menggunakan bahasa arab osmanli di era awal republik Turki berdiri.

Banyak dokumentasi foto yang ditempel di tembok tembok museum ini, termasuk peristiwa ketika hukum gantung ulama mehmet atif hoca di depan pasar ulus Ankara, ditengah keramaian-.-‘

Tragedi memorycard-

Selama di Ankara saya mendokumentasikan video dan juga foto lewat camera, niatnya untuk vlog juga, dan tidak sama sekali menggunakan kamera hp, sepulang dari Ankara, memory card bermasalah-.-” keselnya sampai sekarang! banyak video yang tidak bisa diselamatkan, meski sudah menggunakan software open source untuk mengembalikan hasil foto dan video, nyatanya tidak free dan harus registrasi.

Karena memang tujuan ke Ankara tidak masuk dalam list liburan musim panas, yang ada pusing urus-urus banyak dokumen, hanya sempat kedua lokasi saja:Anıt kabir dan ulucanlar.

Untuk lokasi museum: Ulucanlar prison museum :Hacettepe, Ulucanlar Cd. No:63, 06030 Altındağ/Ankara, tiket masuk 2 lira. Buka dari jam 10 pagi-17.00 .