Fenomena Hijrah muncul ditengah derasnya arus globalisasi juga modernisasi terutama dibidang Teknologi, Masyarakat muslim semakin menampakkan eksistensinya seperti di era İnternet belakangan ini. Pemaknaan Hijrah tiap orang bisa saja berbeda. Saya pribadi cenderung memaknai hijrah itu: Sebisa mungkin berusaha tidak menyakiti orang lain terutama saudara sesama muslim sendiri, lewat lisan maupun tulisan ketika aktif menggunakan internet, Saya ingin menjadi Pribadi yang lebih baik lagi, lebih bijak menyaring Berita apapun, tidak mudah termakan hoaks, dahulukan tabayyun jika mendengar Sebuah kabar yang meragukan, Apalagi sebagai seorang Narablog, setiap tulisan yang saya posting ada tanggung jawab moral untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembacanya. İya itu tujuan saya ketika memutuskan menjadi Narablog İndonesia yang ternyata semangatnya selaras dengan #AyoHijrah Bank Muamalat İndonesia.

#AyoHijrah adalah gerakan yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama selalu meningkatkan diri ke arah yang lebih baik dalam segala hal. Hijrah juga tidak hanya dimaknai berpindah secara fisik saja dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga dari satu keadaan ke keadaan lain, dan harus dilandaskan kepada Allah SWT dan RosulNya. Proses Hijrah bertahap bisa kita mulai, dari hal termudah saja dulu.

Mengutip sebuah hadist:

Seorang Muslim ialah orang yang muslim lainnya selamat dari gangguan Lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir ( orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT (H.R Bukhari dan Muslim)

Apa yang dilarang Allah? Salah satunya tentang Riba.
Riba adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna ziyadah. Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar (wikipedia)

Apakah Bank syariah juga menjalankan praktek Riba? Deg-deg-an kan, lalu saya membaca tulisan dari portal berita terpercaya yang menuliskan seperti ini: Sekretaris Jenderal Asosiasi Perbankan Syariah İndonesia (Asbisindo) Achmad K permana menjelaskan: Bank syariah sama sekali tidak mengandung Unsur Riba,
jika sebuah bank syariah akan mengeluarkan produk baru, harus melalui beberapa tahapan yang lebih ketat dari bank konvensional. Misalnya, produk harus disetujui oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). “Setiap produk di bank syariah itu memiliki akad dan fatwa, keduanya harus dilengkapi, kalau tidak ya tidak akan bisa keluar,” (Detik finance). Islam bukan hanya agama yang mengatur hubungan kita dengan Sang Pencipta, tapi juga merupakan jalan hidup (way of life) sehingga #AyoHijrah juga mengajak untuk menjalani hidup sesuai tuntunan Islam yang baik dan berkah.

Hijrah dibidang keuangan

Saya mengenal Bank Muamalat lumayan lama, Menjadi salah satu Nasabahnya sebelum hijrah ke tempat baru, Dulu saya memiliki Tabungan İB muamalat. Menyisihkan sebagian Gaji Di Bank Syariah untuk ditabung, tujuannya biar lebih tenang dan berkah. Simpel saja, karena Hijrah juga bisa dimulai dari hal-hal kecil dulu, salah satunya mikirin tempat untuk menyimpan tabungan, kalau dibawah bantal suka was-was, Beli Lemari besi entar lupa kode-nya , serasa milyader ya sampai mau beli lemari besi heheh, Nomer telepon sendiri saja masih sering lupa..uppss, daripada pusing sendiri ya cari Bank Syariah.

Bank Muamalat

Mengenal Bank Muamalat İndonesia

Bank Muamat İndonesia (BMİ) adalah Bank Umum pertama yang menerapkan Prinsip Syariah İslam sejak tahun 1992, Bank Syariah Murni yang  memiliki Captive market  kuat dengan jumlah penduduk Muslim İndonesia terbesar.

Bank Muamalat tidak menginduk ke Bank Lain sehingga terjaga kemurnian syariahnya, Selain itu BMİ juga sering  meraih penghargaan,  salah satunya Sebagai Best İslamic Bank in İndonesia dari İslamic Finance News (İFN) Best Bank Poll di Kuala Lumpur tahun 2016. Bank Muamalat memiliki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas seperti Mobile Banking, Internet Banking Muamalat dan jaringan ATM dan Kantor Cabang hingga ke luar negeri. Tidak heran jika Bank Muamalat juga pernah diganjar penghargaan Mobile Application Best Choice Award – Infobrand 2018.

Terakhir 2019 ini BMİ menjadi juara satu sebagai Bank Syariah yang memiliki Nasabah Paling loyal berdasarkan SLE ( Satisfaction, Loyalty, and Engagement) dari Marketing Research Indonesia (MRI) bekerja sama dengan Infobank.  Jadi jangan ragu juga untuk menggunakan produk perbankan Syariah. Terpercaya dan Berkualitas.

Kampanye #AyoHijrah

Dicanangkan Bank Muamalat sejak Oktober 2018 bertujuan Mengenalkan konsep Bank syariah lebih dekat ke Masyarakat, Untuk menggunakan layanan Keuangan Sesuai syariat dan lebih Berkah. Beberapa Produk Bank syariah yang diberi nama baru sesuai dengan kampanye #AyoHijrah meliputi: Produk tabungan, Giro dan Deposito.

  • Tabungan İB Hijrah
  • Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah
  • Tabungan iB Hijrah Rencana
  • Tabungan İB  Hijrah Prima
  • Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah
  • Deposito İB Hijrah
  • Giro İB Hijrah
  • Pembiayaan Rumah İB Hijrah Angsuran Super Ringan dan Fix dan Fix (Masih dalam Proses pengajuan kepada Regulator/ OJK)

Gerakan #AyoHijrah ini juga  dikemas dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk Masyarakat agar terus meningkatkan diri dalam berbagai bidang, kegiatannya meliputi:

  • kajian islami dengan pemateri  Ulama 
  • Pemberdayaan Masjid sebagai agen Perbankan Syariah, agar masyarakat semakin mengenal layanan perbankan ini
  • Seminar edukasi tentang perBankan Syariah
  • Open Booth ditengah kegiatan Masyarakat.

  ” Kami ingin menjadikan BMİ fasilitator untuk siapapun yang berhijrah”– Achmad Purnama. Direktur Utama Bank Muamalat İndonesia.  Melalui #AyoHijrah diharapkan ada peningkatan kualitas diri, Baik individu maupun organisasi , khusus dalam kontek layanan Perbankan Syariah, menyetarakan pertumbuhan nasabah Bank syariah setara dengan jumlah penduduk Muslim İndonesia. Apalagi tujuan mulia dari Bank Muamalat  adalah  turut membangun İndustri halal di İndonesia dengan memanfaatkan perkembangan Teknologi dan menjadi Pusat dari Ekosistem Ekonomi Syariah.

Hijrah fase penting seseorang memperbaiki diri, bisa dimulai dari hal sederhana dulu, Spirit keislaman bisa berbentuk apa saja, Memulai hijrah di bidang keuangan supaya lebih Berkah pengelolaannya sebagai langkah pertama,  ketika belum bisa sepenuhnya berhijrah dari Penampilan fisik, Mencari harta yang halal kemudian disimpan ditempat yang membuat hati dan pikiran kita tenang, lalu semakin mengenal konsep syariah, seiring jalan hati insha allah dimantapkan ke langkah yang lebih baik lagi. Berislam secara Kaffah, Memantapkan proses  sepenuhnya berhijrah semata-mata karena Allah SWT.