Halo balik lagi, setelah absen postingan seminggu lebih, karena Fatih ada libur semester selama satu minggu (Autumn Break), Semua anak sekolah Turki diliburkan tapi PR nya numpuk. Padahal menteri pendidikan Turki (bukan bos Go-jek sayangnya) bilang, anak-anak sekolah selama libur disuruh refreshing, ya gimana mau refreshing kalau dapat PR selama seminggu. Ehm tapi kami sebagai orangtua ga habis akal, Fatih disela-sela ngerjain PR selama liburan, harus tetap dapat hak-nya menikmati libur. Liburan kemana aja? ke cappodacia? tenang, ke rumah mertua dulu yang ngirit ongkos hahahah.

Liburan di Desa selama 3 hari

Libur semester, kami mengajak Fatih dan Alya mudik ke rumah babaanne di desa, ya ga jauh sih sekitar 1.5 jam. Baba juga sengaja ambil jatah cuti 5 hari, niatnya mau liburan di rumah orangtua, mau santai gitu. Tapi??? hari pertama aja, si Baba disuruh kerja sama Dedenya Fatih, disuruh bawa traktor ke ladang, disuruh jual gandum hasil panen ke Pabrik terigu di Kota. Oh ya biasanya para petani akan menjual hasil panennya di musim gugur seperti sekarang ini. Mereka menjual langsung ke pabrik-pabrik terigu yang beroperasi di pinggiran kota. Pemandangan traktor mengantri di pintu masuk gudang Pabrik menjadi hal umum di penghujung musim panas atau musim gugur. Yang ada si Baba capek kerja jadi petani dadakan haha, ngeluh dan berujung mau mempersingkat liburan di rumah orangtua, tadinya mau 5 hari, jadi cuma 3 hari. Ditambah, cuaca di Desa mulai dingin, mikir kesehatan anak-anak, apalagi ruangan berpenghangat soba hanya ada di satu ruangan saja, ruangan lain otomatis dingin. Previleged Fatih dan Alya, sekarang tinggal di lojman, yang jauh lebih hangat karena pemanas ruangan diberikan sebagai fasilitas khusus untuk penghuni alias free- disaat biaya Gas naik di Turki,eh tapi kami tetap bayar gas buat masak dan air hangat .Duh jadi bahas previleged ala anak twitter:) jadi ketika datang ke desa disambut suhu dingin di dalam rumah babaannenya, si baba memutuskan mempersingkat liburan di desa yang rasanya bukan liburan bagi dia.

kegiatan liburan di desa

Pergi ke Museum

Perkembangan Fatih selama sekolah adalah dia mulai tertarik wisata museum, permintaan khusus, dia maunya liburan ke Museum, duh senengnya kami, jadi ga perlu keluar ongkos banyak hahaha minta liburan yang mahal. Puas mengelilingi museum (nanti saya post terpisah tentang isi museum-nya) Perjalanan dilanjutkan menuju mal satu-satunya di kota ini. Janji untuk fatih bisa main di wahana permainan, semacam Timezone di İndonesia. Tadinya mau ngirit lagi, ngajak ke Park besar, duh dasar yaaa, tapi berhubung cuaca di musim gugur mulai dingin, dan saya juga salah kostum, bawa jaket tipis. Pilihan liburan masuk Mall rasanya lebih masuk akal, toh hasilnya ga mengecewakan buat saya pribadi, pulang bisa bawa sepatu boot baru, ya dasar emak-emak. Anggap aja Re-ward sepulang berbakti 3 hari di rumah mertua:)

isi museum peninggalan bangsa hittit.

Jalan-jalan ke Carsi

İstilah Carsi ini umum ya di Turki, bisa dianggap ke pusat keramaian , pusat perbelanjaan (bukan dalam lingkungan Mall) gambarannya kalau di İstanbul, warga lokal jika pergi ke area grand baazar dan sekitarnya, mereka menyebutnya pergi ke -Carsi- banyak pertokoan, jajanan kaki lima, semacam itu, dan bisa tawar menawar dengan harga miring. Nah di Carsi ini tujuan awalnya mau sekalian belanja baju musim dingin, yang akhirnya jatah si Baba belanja baju musim dingin dulu. Lanjut makan di restoran sebelum beranjak pulang. Perjalanan pulang, mereka tertidur lelap. Sudah puas main.

Pulang ke rumah, ngerjain beberapa PR lagi, sisanya Fatih main internet, nonton. Kenapa saya ga larang anak main internet? loh emang salahnya apa internet, asal terpantau apa aja yang dia akses, seperti nonton youtube, semua akun google atas nama saya, notifikasi apa yang dia tonton bisa saya cek historynya, bisa lewat chrome juga. Kalau ada tontonan ga sesuai-diajak duduk bersama, kasih alasan, kenapa tontonan itu ga boleh dilihatnya. Dia diizinkan menggunakan PC tapi HP? kedua anak dirumah dilarang nyentuh HP–untuk bagian ini wilayah baba kasih ketegasan. Mau HP nganggur ga ada yang berani buka. Dicuekin sama mereka.

Dan besok sudah mulai aktif kembali kegiatan belajar fatih di sekolah. Berhubung sekarang sudah masuk musim gugur dan cuaca juga dingin, untuk wilayah tinggal kami sekarang jam waktu salat subuh sekitar jam 6 pagi. Sedang jam 7 harus sudah menyiapkan anak sekolah, sarapan, pakai baju dll, padahal matahari juga kadang belum nongol.

Hari ini giliran kunjungan balik Mertua ke rumah kami, karena 3 hari menginap di rumah beliau, pulangnya kami hanya tangan kosong, sesuai janjinya dia akan datang hari minggu membawa ‘isi kebun’nya di bagasi mobil. Alhamdulilah stok sembako untuk musim dingin aman. Bersyukur juga ketika punya Mertua berprofesi Petani. Disaat harga kebutuhan pokok merambat naik, saya masih dapat ‘bantuan’ sembako hasil kebun İbu mertua, bahkan dibawakan kacang walnut hampir satu karung hasil metik dari kebunnya, udah berasa mau buka lapak di pasar. Rezeki jangan ditolak:)