Kisah Nyata, Bacaan Solawat membantu keterima Kerja.

Bacaan Solawat di Pesawat THY menuju İstanbul tahun 2011 mengantarkan saya Pindah ke Turki, Solawat Serif. Menulis Tentang Solawat, Mengingatkan saya kembali tentang bagaimana Cara Allah SWT mengabulkan berbagai Hajat saya selama ini. Sebenarnya saya mau sedikit cerita (tapi banyak juga ga apa-apa kan heheh) ya siapa tahu cerita biasa ini bisa memberi pencerahan tentang dasyatnya bacaan solawat, bisa diamalkan untuk kehidupan sehari-hariimerutinkan lidah dan bibir kita melafalkan Solawat, sebagai wujud tanda cinta kepada Rosululloh SAW, juga menjadi ‘Penjaga’ agar lidah kita tidak mudah berkata kasar dan sampai menyakiti orang lain. Mendawamkan Solawat karena ada Hajat tertentu, kelancaran usaha, rezeki atau jodoh, rumah tangga agar terjaga dari fitnah dunia. Semua bisa dan tidak ada salahnya meminta Dunia, dengan cara kejar akhiratnya dulu yang kencang, Dunia akan mengikuti…,

Merasakan Keberkahan Solawat di awal Pernikahan

Saya pernah cerita kayaknya, beberapa postingan tentang kisah awal mula Keluargapanda, rumahtangga dengan Suami, perjuangan diawal pernikahan Yang tidak semulus seperti orang-orang, Ok tiap pasangan punya ujian hidup masing-masing kan ya. Menikah dengan Lelaki Turki dari kelas biasa, background Keluarga Petani, lulusan SMA (karena dia DO kuliah-nya) pekerja serabutan, dari tukang cuci piring, pelayan restoran, satpam sampai terakhir bekerja sebagai buruk pabrik. Cita-cita: Jadi petugas berseragam entah itu polisi atau tentara. Tapi selalu gagal di tes terakhir terus, entah kenapa nasib baik tidak pernah berpihak kepadanya dites terakhir.

3 Bulan pertama Pernikahan, Suami mencoba untuk tes CPNS terakhir kalinya dengan modal ijazah SMA saja, karena limit umur, waktu itu usia dia 28 tahun. Saya bilang ” nothing to lose, Bismillah aja” urus berkas lagi, kemudian lulus, sampai tiba di tes terakhir yang selalu jadi momok bagi dia selama ini. Kegagalan selalu menghantuinya.

Tadarus dan cara cepat menghafal surah Alquran

Berdua kami berangkat ke İstanbul karena ujiannya disana. Untuk test terakhir sebagai istri saya cuma bisa bantu dengan doa, dan satu kekuatan akhir: Solawat. Saya bilang sama dia, untuk tes terakhir, ”be your self, tunjukan diri kamu, interview santai aja jangan ada beban” Selama suami mengikuti ujian Final, saya merutinkan dua solawat yang sering saya baca ketika pernah jadi santri, Solawat munjiyat dan Nariyah, Selama suami mengikuti tes final, saya membaca solawat itu disambi pekerjaan rumah.

Pulang dari ujian, suami sikapnya biasa , tidak ada wajah lesu,kusut, dia bilang Pasrah , dan tenang menjalani ujian final, beban takut kegagalan dia singkirkan, kalau gagal, kami masih ada plan B, Temannya menawarkan pekerjaan lain. Waktu itu dia juga baru kerja satu bulan, keluar untuk ikut ujian negara, karena lokasinya di İstanbul. Harus memilih untuk meninggalkan pekerjaan lamanya, karena tidak memungkinkan cuti kerja sedang dia karyawan baru. Kalau dibilang nekad ya kami pasangan nekad aja waktu itu, Yang penting Yakin aja kalau rezeki itu Allah yang Maha mengatur. Berangkat menemani ujian. Kalau tidak pernah mencoba tidak akan tahu hasilnya apalagi ini tes terakhir.

Singkat kata, esoknya kami langsung Pulang ke kota asal suami, sepanjang perjalanan di Bis malam, bacaan solawat juga tidak putus saya lafalkan buat ketenangan hati juga sebenarnya. Perkara keterima atau engga, Selalu ada rencana Allah yang lebih baik.

Sesampai di rumah, istirahat sebentar karena perjalanan panjang juga, kemudian suami langsung buka laptop cek hasil ujian, Alhamdulilah dia keterima. Seakan tidak percaya! kegagalan disetiap ujian final terpatahkan selepas menikah, ya mungkin rezekinya juga. Saya selalu yakin, ada pertolongan Allah disana. Pasrah dengan nasib setelah semampunya berusaha . Padahal sehari sebelumnya, suami sempat ditelpon kerabatnya, menawarkan ‘jalur belakang’ karena ada kerabat jauh sebagai wakil rakyat, kalau mau keterima. (Nepotisme juga sebenarnya masih kuat waktu zaman suami ikut ujian negara) lalu suami menolak, katanya dia ga mau hutang budi, berusaha tes jujur semampunya aja. Keterima syukur. 2016 banyak pemecatan ribuan PNS juga salah satunya mereka yang melewati jalur nepotisme ikut dilibas selain karena politik.

Saya tanya ke Suami, bagaimana suasana tes Final yang sudah dia lakukan. Kemudian dia cerita, Perasaannya tenang , dan bisa jawab tanpa ragu, tidak ada rasa nervous, ”saya jawab sesuai yang saya tahu dan pelajari aja” Keluar dari ruangan, rasanya lega aja, dulu-dulu selalu memikirkan hasilnya, muncul perasaan negatif terus dan pesimis ujarnya, dan tes terakhir itu dia bilang entah kenapa, bawaannya ringan ga terlalu ambil pusing seperti dulu.

Keterima Kerja dengan Bantuan Solawat

Saya balik lagi ke kisah awal 2008, ketika saya memasukkan lamaran kerja ke kantor terakhir sebelum resign. Sebelumnya saya juga resign dari kantor lama, hanya bertahan 3 bulan saja hahah, melewati masa training, tapi saya lebih pilih mundur, karena tidak tahan dengan senioritas yang bermulut judes:D ambil gaji satu bulan, kemudian jobless lagi, cari kerja rajin beli koran kompas. saya juga pernah kerja ditawari tetangga di sebuah percetakan, ya udah keterima aja, nah entah karena saya terlalu ‘polos’ atau bego waktu itu, si teman-yang tetangga kampung-ini teman kenalan bekas kakak ipar saya dulu, dia yang tawari pekerjaan, nah dia nih ga ngomong gitu kalau ‘minta’ uang jasa karena udah masukin saya ke tempat kerjanya, tapi ga ngomong langsung, malah nyebar gosip, kalau saya tidak tahu terimakasih, udah untung dimasukin kerja sama dia, begitu gosip yang beredar sampai ketelinga saya! ‘loh apa-apaan coba! orangnya ga ngomong langsung ke saya, alasannya takut kesinggung, tapi ngomongin dibelakang.

Jujur saya paling tidak suka dengan orang seperti ini, tanpa pikir panjang saya menghadap atasan dan ajukan resign, orangnya tidak terima lalu saya dituduh ngadu:D kemudian saya kasih uang ke dia, ”nih buat kamu’‘. Sambil saya bilang. ” saya keluar dari kantor ini dan bisa kok nyari kerja tanpa koneksi” tegaskan kemukanya. Alih-alih membela diri, udah saya juga ga peduli, apalagi sempat-sempatnya jadiin bahan gosip sampai saudara-saudara saya tau. Kesal bawaannya. saya paling ga suka lewat jalur koneksi dengan pamrih , merasa tidak dihargai skill yang dimiliki karena ‘kekuatan orang dalem” biarlah. Pilih nganggur sementara sambil menambah skill lagi. Mungkin saya kelewat idealis hahaha. Tapi kalau harus tunduk sama si teman yang ngerasa berjasa gitu, maaf saya bukan kacung. Nanti kalau ada kesalahan dia akan mengingat-ingat ‘jasa’nya. Saya mending langsung ngetuk Pintu langit, pake bantuan langit. Kalau yakin dan juga ada usaha, Pasti dikasih Jalan kok. İtu pikir saya dulu.

jenis jenis rezeki

Rezeki di Kantor Terakhir

Nah Sebelum Kantor terakhir ini, saya kirim lamaran layaknya para pencari kerja umumnya, dapat panggilan via telpon untuk tes, waktu itu sisa uang gaji terakhir saya selama nganggur tinggal 100 ribu, Sebelum berangkat interview si emak sempat ngasih tambahan uang buat ongkos seebsar 20 ribu, buat saya makan di perjalanan, ditambah doa beliau untuk kelancaran saya interview. Solawat + sedekah + Duha+ Doa orangtua = saya lolos interview. Alhamdulilah tanpa drama orang dalem. Waktu itu tes untuk posisi Grafis, saingan saya laki-laki semua dan terlihat lebih senior, dari skill nya juga, mendesain untuk sebuah promosi Produk. Atasannya langsung cek ke ruangan, melihat hasil pekerjaan kami, tanpa banyak komen, si Bos ini langsung manggil saya.” Kamu keterima, besok langsung masuk ya!”-Rasanya? Alhamdulilah, pulang langsung telpon si emak, ngabarin. Masa pengangguran saya berakhir bareng uang terakhir tunjangan gaji dari Pekerjaan sebelumnya. Selama nganggur meski saya masih tinggal di rumah orangtua, sebisa mungkin berhemat pakai uang sisa gaji terakhir yang nyisa 100 ribu itu.

Dari Cerita diatas, saya merasakan sekali kekuatan Solawat untuk kelancaran niat dan usaha, Sering baca testimoni tentang dasyatnya Solawat, baik dari Buku maupun dari ceramah Ustaz, rasanya beda ketika mengalami peristiwa itu sendiri, Perbanyak terus Solawat untuk keberkahan hidup, apalagi tahun tahun belakangan ini banyak peristiwa di dunia yang membuat kita sedih, Bencana dimana-mana, terakhir tentang Virus corona, Belum drama-drama rumahtangga yang diumbar aibnya dalam cerita berjilid-jilid di Sosial media, Minta perlindungan dari segala Fitnah, menjaga rumahtangga harmonis juga perlu benteng doa. Minta Jodoh yang baik juga bisa semakin dirutinkan segala amalan termasuk Solawat, ada banyak Jenis bacaan Solawat. Rutinkan saja, semisal sedang diperjalanan, baca saja Solawat dalam hati, Ga usah bawa TOA juga sih. İni hanya kisah kecil tapi berpengaruh besar dalam hidup saya, Semoga teman-teman yang sedang diuji segala kesusahan diberi jalan solusi terbaik, Percayalah İts Work…:) Ada yang punya pengalaman menarik juga, semoga bisa menjadi cerita yang sama -sama bermanfaat buat yang baca dan juga saya.

7 Comments

  1. Dahsyatnya sholawat,bisa mengabulkan segala macam hajat.
    Btw,mengenai virus corona temenku ada yang bilang itu azab karena kasus Uyghur?Benar atau tidak entahlah?
    Semoga kasus virus corona bisa cepat selesai.

    1. Author

      iya mba, dasyat memang kalo kitanya istiqomah, mengenai azab atau ga,rasanya berlebihan, yang jadi korban kan rakyat biasa, banyak jg mahasiswa muslim dr indonesia dan berbagai negara, karena katanya wuhan ini semacam kota pelajarnya cina, kalo yg kena pemerintahnya terserah deh mau bilang azab atau apa, kalo rakyatnya yang ga ada urusan sm politik,kasihan juga.yg makan hewan2 liar gitu diduga penyebab,tapi yang kena dampak kan banyak,sampe bayi juga kena, masa Tuhan jahat banget kasih azab ke bayi ga berdosa. saya kurang setuju sih kl dibilang azab, kasus kayak gini kan kejadian juga di saudi, dgn jenis virus sama.

  2. solawat memang dahsyat ya… saya pun tak pernah lupa utk selalu bersolawat karena memang sudah sering dengar ttg manfaat solawat ini

  3. Trima kasih udh share 2 sholawat. Jazakillahu khairan.,smg jd sadaqah jariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *