Selasa 9 juni lalu, ceritanya ada berita viral, masuk haber lokal Turki, seorang pria paruh baya Bernama pak Celal, yang sudah menduda 12 tahun ingin menikah dengan wanita İndonesia, Wurini Handayani namanya, saya sebutkan sekalian karena memang masuk media online Turki-.-‘ kenal lewat İnternet, ga ada yang aneh kan zaman sekarang, lalu kenapa jadi Berita viral di Turki?

Karena si pak Celal ini nyuratin Presiden Turki, minta bantuan dana sebanyak 20 ribu lira, untuk Modal menikahi Wanita idamannya tersebut, kontan menarik perhatian jurnalis lokal dan mewawancarainya, masuk TV. Lalu bagaimana reaksi para Pria Turki yang beristrikan wanita İndonesia lainnya? kalau kata suami: Astaga malu maluin... Yup ini pendapat pribadi si suami di rumah, yang menurut dia, memalukan! loh kenapa? kan minta bantuan buat menikah, bukan sebuah perbuatan terlarang? ‘‘ emang setelah dapat 20 ribu lira dari donasi dan berhasil menikah, selesai perkara?” katanya ada bantuan dana meski kecil dari pemerintah 1500 lira**saya belum nemu sumber valid-nya ya cuma katanya** tapi ya ga segitunya, mengharap berlebihan, Menikah itu kan perkara kemampuan juga, jangan dipaksakan. Lalu bagaimana setelah menikah? ngurus asuransi? biaya izin tinggal yang semakin mahal, belum biaya hidup lainnya, mau open donasi ??? kalau dia bisa mudah beradaftasi hidup di desa dan ikut bertani? realistis saja, apalagi setelah saya cek di İG si Mbak-nya, seperti memiliki karir lumayan. Apa siap dunianya berubah menjadi Gelin Turki, hidup di kampung, karena butuh adaftasi luar biasa dari kehidupan nyaman sebelumnya, ah mbakyuuu hidup ga makan cinta doang, jujur saja pasti cari kemapanan juga.

video viralnya kakaaaaaa

Dan komentar netijen Turki banyak yang berujung memojokkan si Pak Celal ini, Apa paman ga punya malu, meminta dana ke negara? dan komentar-komentar bernada kurang lebih sama, mayoritas netijen yang komen juga menulis: Memalukan! (Dan heran kalau ada ex wni yang mendukung..-.-‘ sudah begitu dipermalukan dan jadi Joke orang Turki juga) ada lelucon teman, kalau sampai dapat dana segitu terus jadi menikah dan si Mbak nya datang ke Turki, Nanti pasportnya di cap: Properti negara Turki. Yeahhh just joke! Dana operasional Presiden kan dari pajak rakyat juga kecuali beliau jadi donatur atas nama pribadinya ga bawa titel Presiden, sayangnya yang dia suratin atas nama kepala negara…ahhh yaaa amcaaaa:D

Banyak kisah pernikahan İndonesia-Turki meski bukan dari kalangan orang berada, mereka ikhtiar cari dana sendiri, bisa karena bantuan orang tua, emang punya usaha, atau jual mobilnya, karena tahu konsekuensi menikah dengan wanita asing itu TİDAK MURAH! Belum ada yang segitu ngebetnya minta dana ke Presiden, belum tentu dana cair, sudah jadi bulan-bulanan netijen Turki yang tidak suka. Lagi kesusahan karena wabah Corona, kok ya ada yang ngebet pengen nikah minta duit negara. Jangan jangan nanti dari pihak İndonesia pada nyuratin Pak Jokowi juga??

7 Resiko bersuamikan orang Turki

Mau menikah dengan Pria Turki, baca dulu ini!

Balik lagi saya tulis, saya tahu banyak konten dan tulisan tentang Turki yang semakin menjamur belakangan ini, ada yang menulis buku, bikin konten video atau Blog juga kayak saya, tujuannya bisa sama bisa juga beda-beda. Pesan saya tetap sama: Apa yang terlihat di media bisa saja berbeda dengan realita dan ditambah nasip, garis takdir, rezeki orang itu juga beda-beda, ada yang terpesona dengan alasan Turki negeri yang İndah, bahkan saya sempat dapat DM, karena foto yang saya posting di sosial media, semua tentang keindahan (kan lagi belajar moto kakakkkk:D) apa ga ada orang susah, miskin? ada dan banyak juga, wilayah kumuh di İstanbul juga ada, meski kategori kumuhnya ga sampe Got berwarna hitam kelam, tingkat kriminalitas? tinggi juga, tinggal colek aja si suami buat berkicau karena pekerjaannnya emang ngurusin orang orang yang kena kasus kriminal juga. İya beliau narasumber valid ‘orang dalam’.

Mengenal CİNGENE kaum gipsy Turki

Nah balik lagi ke cerita Pak Celal dan Mbak wurini yang ingin bersatu, kalau jodoh ga kemana sih mbak, pasti ada jalannya, cuma pemberitaan viral seperti ini bisa jadi ‘warning‘ dulu, tentang nasip hubungan dengan Pak Celal ini, Jatuh cinta ga ada larangannya, mau menikah yang silahkan saja, asal pertimbangkan juga, bisa ga hidup sama Beliau, diajak susah senang, atau susah mulu, hidup di kampung, meninggalkan pekerjaan mapan, Saya juga ga tahu apa si Pak Celal ini sudah banyak membaca tentang bagaimana proses menikah dengan orang asing, soalnya perkara duit ga akan berhenti di 20 ribu lira saja, ada banyak dokumen yang harus diurus, baik di İndonesia maupun di Turki, Point untuk menilai dari sisi finansial juga penting, bukan perkara matre tapi realitas hidup. Ada yang bilang: menikah dengan orang asing ibarat menikahi keimigrasian hehehe, saking ada aja perkara urusan dokumen, belum perpanjang pasport, izin tinggal, nanti ada anak, ada lagi dokumen yaang harus diurus. Kan tinggal jadi warga negara Turki aja? jalan pintas ya saking ngebetnya dinikahin orang Turki, tapi masa iya baru nikah otomatis jadi Warga negara Turki, oh tidak semudah itu Marimar, ada masa menunggu dulu. Yang artinya bakal banyak keluar duit dulu.

Saya juga heran, semakin antusiasnya ‘racun’ Turki di İndonesia, sampai banyak yang berbondong-bondong nyari orang Turki buat menikah, ga karena Blog ini kan?(dih GR:P) yah apaan, perasaaan ga ada İndah indahnya:D pait mulu in berimbang lah ya. Kayaknya ya bukan, sampai bikin grup grup segala, perasaan 10 tahun lalu, awal kenal si Suami, jangankan majang foto, nge add- teman Gelin aja malu saya, duh udah beda server ya, zaman masih ngandelin yahoo Messenger sama skype, belum beken lah WA apalagi Zoom. Zaman sekarang sampai ada yang nekad nyuratin Presidennya, kalau itu kelakuan si Suami, fix kalau saya nyari yang lain aja, opini pribadi loh ya: Pria yang ga bisa saya andalkan dimasa depan! apalagi sampai viral se Turki, kudu punya muka badak sih ya. Kebayang nanti nikahnya diliput juga dengan headline Sarkasm.Oh no saya ga siap terkenal dengan cara itu. Pria yang menikahi saya berarti pria bertanggung jawab, dalam banyak hal, dia tahu resiko menikah dengan orang asing, bertanggung jawab secara finansial, karena saya berharga, dinikahi tidak dengan cara minta belas kasihan orang lain-beda kalau perkara orangtuanya bantu–karena ada semacam ‘tugas’–sebagai orangtua, tapi Presiden? . Menikah karena dia mampu dan dimampukan tanpa memaksakan, Karena saya juga punya harga diri. Kalau saya gini ya, ga tahu kalau calonnya Pak Celal. Kalau teman-teman dapat calon suami modalnya minta bantuan negara, gimana rasanya?–yang penting punya modal menikah? apalagi sampai viral di media-wah lumayan modal jadi Youtuber entar kalau udah nikah bikin konten? udah dikenal duluan? ayo berbagi pendapat:D