Apa yang terbayang ketika mertua mau datang ke rumah? Persiapan apa saja yang harus dilakukan? waduhh..macam mau nyambut capres ya. Kedatangan mertua Pertama kali ke rumah kami semenjak kepindahan ke İskilip. Apa disambut dengan menggelar karpet merah?

Persiapan matang dan terencana tetap kami lakukan, seakan mau kedatangan Tim Verifikasi Pasangan anak-mantu terpopuler tahun ini…Jiahh. Yah gimanapun gak mungkin banget nyambut Mertua dalam kondisi rumah kayak kapal pecah , bisa dapat raport merah.

Kronologisnya..(biar agak serem gitu-.-‘) Hari jumat, Suami dapat telpon dari tetehnya yang nomer 2, sekalian mengucapkan: Ragaib kandili mubarek olsun, Mengucapkan selamat Menyambut bulan rajab, Di Turki setiap perayaan dan peringatan yang berkaitan dengan İslam (dalam bilangan bulan hijriah) selalu saling bertukar salam dan ucapan suka cita. Anak akan menelpon orangtuanya, sanak kerabat untuk mengucapkan kandil, pokoknya setiap perayaan dalam islam: mau rajaban, mauludan, ramadhan, lebaran, tahun baru hijriah, nisfu syaban. Waktu itu si Teteh bilang, kalau hari minggu akan berkunjung ke rumah kami ngajak anne-baba (mertua) . Laporan di terima. Suami sebagai kepala suku langsung mengabarkan ke saya sebagai manajer rumah dan kita berembug kapan waktunya beberes rumah.

Karena kami terbiasa menumbuhkan semangat gotong royong, masa cuma urusan bikin anak doang:P*eh* ngurus anak dan rumah juga harus saling bahu membahu. Berbagi tugas demi menyambut tamu kehormatan yang akan datang di hari minggu.

Gotong royong di rumah

Malam minggu setelah pulang kerja, kebetulan sabtu dia harus masuk shift pagi. Sesampai dirumah, makan malam dengan sepiring nohut corba dan lahana sarma, begitu selesai makan malam, Dia langsung ambil ember, masuk ruang tamu. Seperti biasanya dua anak yang bikin huru-hara mulai usil sama baba nya yang mulai sibuk beberes, malah lari-larian. Disaat babanya ngepel, kemudian lanjut nyikat toilet dan kamar mandi sampai kinclong, Sementara saya bantu nyapu, karena menjelang tengah malam, kami ga berani untuk menyalakan vacuum cleaner, takut ngeganggu tetangga bawah. Pekerjaan ga mudah teryata, karena dua bocah piyik ngerusuh terus 😀 kakaknya malah main air bekas ngepel dengan sikat lantai, kemudian sengaja membasahi adiknya, masukin sikat lalu air yang masih tersisa disikat lantai dia ciprat-cipratin ke kepala alya, dan dasar bocah..bukannya protes malah girang terus kejar-kejaran di koridor, Padahal lantai sudah di pel sama baba, jadi basah lagi, sambil ngomel-ngomel lah si baba. Disaat baba sibuk ngepel dan saya nyapu-sempat sempatin sambil nonton drama korea *jangan ditiru**nyapunya dilama-lamain – penasaran kenapa saya yang gak beberes sendiri waktu siangnya? maaf sibuk ngangon bocah dua seharian:V , pekerjaan sia-sia kalau beberesnya pagi hari sedang tamunya besok baru datang, dan ada dua anak yang selalu heboh dirumah, menyebar ranjau mainan dimana-mana.

Kelar ngepel dan bersihin toilet, dia sikat semua. Lanjut nyuci baju lagi, sementara saya bantu ngelipetin hasil jemuran dua hari sebelumnya, usahakan jangan ada gunung anak krakatau di atas kasur*alias tumpukan baju jemuran**kemudian lanjut berbagi tugas di dapur, ngelap-ngelap kitchen set, sementara dia bersihin kompor dan oven dengan cairan pembersih. ngepel dapur, bersihin karpet, Pekerjaan selesai menjelang jam 12 malam, sebelumnya saya mandiin anak dan kemudian nemenin mereka sampai tertidur di kamar. Dan baru lah bisa sedikit bernafas lega, berduaan tengah malam sambil nonton Netflix, ngobrol santai– ketika anak-anak sudah tertidur. Gak lupa mengucapkan terimakasih ke suami, ini penting banget loh**biar dia tetap semangat bantu beberes rumah:D*

teman terbaik setelah menikah

Kalau ada yang selalu bertanya, kenapa suami mau bantu beberes rumah? Karena cinta? karena takut istri?–jawabannya: karena dia mau, karena dia tahu, meski ilmu agamanya ga selevel lulusan kampus elite agama, tampang jg bukan tampang orang yang rajin nyeramahin orang. dia hanya berusaha menjalankan dan mengerjakan sunnah yang dia bisa, kalau ngaku cinta nabi, kenapa sunnah yang bagian poligami aja yang banyak disorot dan dan diikuti, bagian nabi bantu bantu istri nya jangan ketinggalan.-eihh kok serius..selowww.

Penyambutan tanpa menggelar karpet merah

(emang piala oscar:P)

Pagi setelah selesai masak untuk sarapan, baru saja menuangkan cay panas ke gelas, tiba-tiba bel pintu berbunyi, jiahhh datang lebih awal. untung semalam sudah kerja bakti beres beres rumah. İbu mertua bersama si baba, si Teteh dan suami dan satu anaknya datang, gembolannya ternyata banyak, padahal suami sempat kepikiran mau pesan pide saja untuk menjamu mereka. Tapi eitsss tunggu dulu, kalau yang bertamunya emak-emak itu percaya lah, ga mungkin datang bawa tangan kosong.

Beliau membawa banyak sekali bahan makanan: yoghurt sewadah ukuran 4 kg, susu segar setoples besar sekitar 3 liter, beras gandum,beras, telur ayam kampung se ember kecil, leeks-daun bawang besar* seplastik, paketan uzum sarmasi (nasi gulungan daun anggur)beberapa plastik, salca setoples, roti lavas buatan tangannya, labu kuning, aneka cemilan, daging ayam dua paket, buah apel 3 kg. Beliau juga membawa yazma *kerudung khas turki* untuk mantunya ini:C tau gitu saya request merk armine sekalian**ngelunjak* (Benar benar tips terbaik ketika Turki inflasi dan harga kebutuhan pokok semakin naik, bersyukur sekali punya mertua petani)

Baba mertua datang, ngecay dan langsung menikmati kue buatan saya, alhamdulilah dapat pujian tapi yang kecipratan rezeki si Alya, dikasih duit..loh kok bukan emaknya haha. İbu mertua dipandu si teteh ipar yang memandu keliling liat isi rumah kemudian baru duduk di ruang tamu , nah disini baru deh keliatan ‘mertua bergenre turkish style’ banget. Namanya bocah 2 tahun, makan kue, remeh-remehnya nyebar di lantai, Mata mertua yang awas berkali-kali kasih isyarat, nunjukin posisi remeh kue yang dijatuhin Alya, beberapa kali saya harus jongkok untuk memungutnya:D Pokoknya dalam situasi kumpul di ruang tamu, diusahakan lantai tetap bersih. Karpet tidak kotor.., pokoknya banyak mata yang awas hhahaha.

Kemudian lanjut menjamu mereka makan siang, semua saya yang masak, sementara ibu mertua dipandu babanya anak-anak diajak keliling İskilip dulu, Begitu mereka datang kembali lanjut makan siang, Menu sederhana dan standar saja: Pilav (Nasi Turki) , ayam panggang oven, sehriye corba dan salad. Standar ayam panggang dengan bumbu marinated: olive oil, thyme kering, blackpepper, bawang putih,garam dan sedikit saos botolan*–ga mungkin banget saya kasih kecap, karena ujungnya mereka akan nyebut: tavuk tatlisı (manisan ayam:P)

tips ngadepin mertua

Ritual yang tidak akan tertinggal

Selesai makan siang, lanjut dengan ritual wajib-yakni: ngecay- hal yang mustahil budaya nge-cay tersingkir dari acara kumpul keluarga Turki. Umumnya setelah acara makan akan dilanjut-tea time, Yang bertugas menuang cay adalah si Teteh, Saya sibuk bebersih piring kotor di dapur, setelah selesai baru ikutan gabung. Di keluarga suami, bukan kewajiban sebagai menantu saja yang sibuk service mertua dan keluarga lainnya, syukurnya saling pengertian. Kakak ipar biasa saling bantu. Ritual selanjutnya, leyeh-leyeh… kemudian ibu mertua bantu-bantu naruh barang bawaannya, sambil ngobrol-ngobrol santai di dapur. Kedatangan beliau sebagai duta isi kulkas-karena dalam sekejab isi kulkas kami penuh kembali:D

Me and mitoha

Hubungan kami, Alhamdulilah baik, kalau gesekan pernah juga-karena ga mungkin lempeng terus, semua tergantung rezekinya dapat keluarga suami paketannya seperti apa, sejauh selalu berpikiran positif, berusaha tetap berbuat baik, nunjukin bakti, komunikasi lancar, Saling mendoakan, İnsha Allah buat saya Punya mertua posisinya sekarang sejajar juga dengan orangtua sendiri, tapi sih tetap-**asal jangan tinggal serumah hahah*

Hubungan selalu lebih harmonis kalau berjauhan (versi saya) kalau serumah, pasti ada aja siraman-siramah rohani yang ga sengaja, petuah, sesekali dengar its ok, kalau tiap hari semacam dengerin kaset yang di bolak balik side A dan side B. Mertua saya bukan tipe tukang sidak mingguan, inipun setelah hampir 3,5 bulan semenjak kami pindah beliau baru sempat menengok kami, urusan apapun biasa diserahkan ke cabang-cabang mertua (kakak-kakak ipar) meski tidak disambut dengan meriah--eh masa mau nyalain petasan—macam hajatan–tapi kedatangan beliau disaat-saat tanggal tua itu bagaikan oase ditengah gurun pasir dan matahari sedang obral panasnya. Nyessssss.. Semoga sehat sehat si emak dan babeh,Demikian review kedatangan mertua awal tahun ini *Macam review make up aja:V**