Kenapa ibu-ibu di Turki badannya besar? Pertanyaan yang sering sekali datang ke saya.

Sebenarnya kalau untuk ukuran tinggi badan rata-rata perempuan Turki standar saja, mungkin maksudnya ‘melebar’  Bahasan ini bukan tentang Body shaming, saya hanya menganalisa (berasa ahli gitu ya hehe,) Tentang kebiasaan.

Pola makan orang-orang Turki umumnya:
Saya mulai dengan menu sarapan di pagi hari. Di sini pagi bagi orang Turki jam sarapan normalnya di sekitar jam 9 , bukan pagi selepas subuh ya, lalu nyari yang jualan nasi uduk, bukan., itu pasti di kampung saya banget! indonesia tercinta. Mau makannya mendekati jam 12 siang tetap namanya: Kahvaltı-sarapan.
Mengenai kebiasaan sarapan menuju siang, sudah menjadi hal umum. Tapi untuk orang yang tinggal didaerah perkotaan, kalau untuk penduduk desa, mereka. Biasa sarapan lebih pagi, sekitar jam 7-an.
Kebiasaan penduduk desa tentu saja karena mereka harus pergi ke ladang untuk bertani.
Menu sarapan ala Turki?

Eat Breakfast like a king!

Sarapan Turki layaknya sarapan raja, kalimat ini benar-benar terwujud dalam deretan menu sarapan orang Turki umumnya:
mulai dari telur, zaitun, selai aneka rasa, aneka keju, tomat, mentimun, berbagai jenis roti, dan tidak lupa juga Teh Turki.
sarapan ala Turki
sumberfoto:geziistanbulcom
Roti itu bisa terdiri dari poğaca, simit atau somon ekmek. somon ekmek, pide, borek. deretan karbo kecuali nasi, Orang Turki tidak sarapan nasi.
(jadi jangan ditanya berapa banyak cucian pring selepas sarapan dirumah:D)
Keju terdiri dari beberapa jenis:
keju turki
beberapa jenis keju untuk sarapan

Lunch like a prince!

Ehmmm Biasanya menu ‘sedikit berat’ mulai dari olahan serba daging. Bisa menu kofte, ayam panggang, kebab.
makan siang turki
Menu doner kebab
Setelah makan siang, biasanya ibu-ibu Turki sering kumpul sambil merajut atau  membuat stok makanan seperti dolma atau sarma, kebiasaan ini akan di sambi dengan nge-cay bergelas-gelas sambil ngemil kue kering, borek, pogaca yang intinya tetap karbo, karbo dan karbo.
Baca: hobby ngumpul ala Turki

 Dinner Like a pauper??

İni pengecualian untuk yang -niat-diet , Tapi rasanya jarang yang menu nya sederhana, karena ada sup atau corba sebagai menu pembuka, lalu menu utama biasanya nasi dengan olahan daging, atau sup kacang-kacangan (yang isinya juga ada dagingnya) Menu sayur yang penyedapnya biasa dicampur kiyma-daging giling- lalu yoghurt.
kofte Turki
Menu kofte
Selesai makan malam, biasanya acara santai kumpul bareng keluarga, sambil nge-cay (lagi) pendamping cay: kue kering, kue tart, kuaci, kacang-kacangan, baklava atau jenis hidangan penutup serba manis lainnya.
Jadi dari pola makan sehari-hari seperti ini, kira-kira kenapa bisa banyak ibu-ibu turki ‘melebar’
Jawabannya tentu saja menurut saya: Karbo, gula dan protein hewani.
Memang mereka biasa menyajikan salad segar di meja makan, ada buah-buahan segar juga selalu menjadi penutup, tapi jika selepas makan masih dilanjut minum teh yang pastinya di beri 1 atau 2 sendok teh gula pasir dan masih juga makan baklava.
Baca: Lahmacun pizza Turki
      Restoran kofte terkenal, kofteci yusuf

Konsumsi menu serba protein hewani:

  • Kebab, kofte, tavuk (ayam)

Konsumsi makanan full karbo:

  • Borek, pide, pogaca, corek, acma, simit— serba terigu–
  • Pilav-menu nasi turki- masuk dalam kategori lauk pauk.

Konsumsi dairy product cukup tinggi,

  • susu, yoghurt, keju, mentega.
Jadi jangan heran jika memesan menu kebab di Turki, seperti tavuk sis kebab: ada menu nasi bulgur (gandum) ada roti pide, di meja masih juga disediakan roti biasa.
Makan nasi dicocol roti. Plain yoghurt selalu menjadi pendamping menu utama.
Kebanyakan ibu-ibu Turki suka sekali dengan kue-kue manis: baklava, kadayif, kunefe. sirup gula dipadukan dengan adonan terigu. Tentu saja menyumbang gula dan lemak di tubuh.
Saya tidak memukul rata semua ibu-ibu di Turki seperti itu, tapi sepanjang saya berinteraksi langsung kenyataan berkata demikian, tidak usah jauh-jauh, dua kakak ipar perempuan saya berbadan besar, ibu mertua pun demikian.
Dengan pola makan serba daging, karbo dan tinggi gula.
Memiliki 2 kulkas di rumah adalah hal umum di Turki, 1 kulkas ukuran besar, dan freezer untuk menyimpan daging maupun sayuran sebagai stok musim dingin.
Saya, tidak terbiasa makan roti, lidah sangat indonesia sekali, nasi putih. Bagi saya makan nasi atau pilav Turki cukup mengenyangkan apalagi orang Turki makan lauk pauk rata rata tidak cukup satu potong, Tapi kebiasaan saya menurut mereka ‘memprihatinkan’ hehe.

 

” makan nasi aja , apa kenyang?” . Kemudian disodorkan satu buah roti besar.

” ayo makan sama roti biar kenyang”. Glek.

Bisa dilain waktu saya menikmati sepiring spaghetti.

” makan makarna (spaghetti) saja apa kenyang?”. ” nih roti, ayo dimakan juga”. Tapi seringnya saya menolak dengan halus, perut saya cukup dengan sepiring nasi sudah membuat kenyang.

Bisa mendapatkan jawaban kenapa ibu-ibu Turki badannya besar?
Ya karena makanan mereka juga  makannya  ‘besar’ hehe.
Jika di İndonesia, masak ditambah bumbu penyedap instant, di Turki, sesendok atau dua sendok daging giling menjadi tambahan bumbu penyedap untuk segala jenis sayur.
Dengan pola makan seperti di atas, jadi tidak heran  melihat atau bertemu ibu-ibu Turki baik ketika traveling, Umrah, haji selalu di identikan dengan tubuh mereka yang besar.
Kalau ditanya apa mereka sering sakit? hal yang umum juga melihat ibu-ibu disini di masa tuanya banyak yang tergantung dengan obat-obatan. Mulai dari sakit gula, kolesterol tinggi, obesitas. Penyakit yang disebabkan pola makan.
Syukurnya beberapa tahun belakangan ini banyak kaum ibu di Turki mulai sadar dengan menjaga pola makannya, diet karbo, diet cay(nge-cay tanpa gula) sepertinya sulit sekali meninggalkan kebiasaan nge-cay yang sudah membudaya turun temurun.