Turki sudah melaksanakan pemilu hari minggu tanggal 24 juni kemarin, Pemilihan presiden Turki , dan pemilihan legislatif anggota parlemennya, dulu jabatan presiden di Turki hanya sebatas seremonial, karena kepala pemerintahan dibawah perdana menteri, lalu semenjak kudeta 2016 dan Referendum  pemilu 2017 lalu, Turki mulai merubah sistem pemerintahannya menjadi presidensial dan menghapus posisi perdana menteri.
Bahas politik itu suka berat ya, bukan area saya sebagai emak-emak yang mau merambah dunia politik, kali ini saya mau cerita saja tentang suasana bagaimana kampanye dalam pemilu presiden kemarin, kampanye yang saya rasakan sebagai kampanye damai pemilu.
       Suasana kampanye mulai di rasakan semenjak memasuki tahun 2018 ini, berbagai poster,spanduk besar, tidak lupa bendera-bendera partai peserta pemilu turut meramaikan berbagai sudut jalan.
Biasanya calon anggota legislatif dan partai yang mengusungnya akan berkampanye menggunakan kendaraan,tapi bukan pengerahan massa dengan konvoy besar, hanya ada satu buah mobil berukuran minibus, pasang speaker yang besar, pasang bendera partai di mobil plus wajah senator atau ketua partainya, peserta kampanye nya ga banyak, cukup dua orang saja, supir dan 1 satu operator yang akan selalu siap untuk memutar berbagai lagu atau rekaman suara kampanye, Mereka sengaja memasang speaker besar yang suaranya ngalah-ngalahin speaker masjid, lalu keliling tiap  gang atau jalan besar, putar lagu mars partai-nya atau lagu-lagu  nasionalis Turki.
Mobil ini berkeliling sepanjang siang  (kalau sampai malam bisa ditimpuk warga lah..berisik buu) saya kadang terganggu dengan suara dari mobil kampanye yang setiap hari mutar di daerah saya tinggal,  anak ke-2 saya,  alya sering  terbangun dari tidur siangnya karena suara keras dari speaker mobil kampanye yang sedang berkeliling.
Kampanye dimana-mana selalu berisik! ya iya lah kalau ga berisik berarti semedi namanya.

kampanye damai pemilu
ki-ka: Lokasi keramaian, mobil yang bagi-bagi lokma, mobil kampanye calon legislatif

 

Kampanye damai pemilu Turki

Pemandangan unik saya temukan seminggu sebelum berlangsungnya pemilu, waktu itu hari pasar mingguan di area mahallesi tempat saya tinggal, pasar sayur dan buah yang menutup jalan besar. Di Pintu masuk menuju pasar sudah terpasang empat stand berukuran kecil dari empat partai peserta pemilu, mereka berhadap-hadapan di pintu pasar untuk melakukan kampanye.
Para kader nya  saling membagikan selebaran,souvenir , balon dan ada juga yang menyediakan Truk makanan, bagi-bagi lokma gratis, lokma ini sejenis kue manis, mirip kue cincin di indonesia, antrian pun memanjang demi mencicipi sepaket lokma gratis yang dibagi-bagikan kader partai.
Menariknya  dua partai besar yang selama ini terkenal berseberangan, partai AKP pendukung kuat RT erdoğan dan Partai CHP  partai oposisi, yang selalu rajin mengkritik kebijakan pemerintahan dibawah Erdoğan,kedua partainya ini stand nya saling berhadapan, pihak AkP diwakili oleh para kader yang terkenal sebagai muslim modern Turki, berkerudung rapih, dan pihak seberangnya sebagai partai pengusung sekulerisme, mereka saling berhadap-hadapan, saling perang slogan, sambil mengibarkan bendera Turki dan juga bendera partai.
Tidak ada saling caci antar pendukung. Mereka menawarkan visi misi yang di usung partainya, untuk negara mereka bersatu, berbeda pilihan politik adalah hal biasa.
kampanye damai pemilu
kader partai berkampanye damai di pintu masuk pasar.
Hari Minggu tanggal 24 juni lokasi pemilihan umum dilakukan di sekolah-sekolah pemerintah sebagai tempat pemungutan suara, kebetulan suami bertugas jadi petugas Tps di mahallesi, dia mendaftarkan diri ke belediye untuk tugas jaga tps sebagai perwakilan pemerintah (karena status pns) lalu ada juga  perwakilan warga dan partai peserta pemilu. Lalu dari kepolisian  sebagai tenaga keamanan.
Saya sempat mendatangi lokasi tps dimana suami bertugas dan juga melihat-lihat ruang tps, tapi tidak berani ambil foto apalagi wajah asing saya  terlihat mencolok sekali, daripada ditanya-tanya dan juga bukan jurnalis,hanya emak-emak blogger yang sedikit kepo. Cari aman saja.
Hampir 87 % persen tingkat partisipasi pemilih cukup tinggi dalam pemilu 24 juni lalu, kampanye damai pemilu pun saya rasakan. Di daerah Besiktas, İstanbul sisi eropa. Bahkan semua partai peserta pemilu mendirikan stand bersama di satu lokasi, mirip dengan baazar dan mereka menyebutnya festival demokrasi,  Saya tidak mendatangi langsung karena lokasi cukup jauh dari rumah, kampanye bersama itu di siarkan berita nasional, melihat wajah para kader partai  akur satu sama lain,walaua berseberangan ideologi partai, mereka bersatu menyanyikan lagu-lagu penyemangat, lagu-lagu nasional. İndah bukan.
Dan untuk hasil pemilihan umum minggu lalu, hasilnya sudah bisa ditebak  lebih dari 50 % suara dimenangkan erdoğan, pesaing terberatnya muharrem ince hanya memenangkan 31 %.
Kebetulan daerah belediye saya tinggal adalah basis pendukung pak RT erdoğan, hasil suara sudah bisa ditebak.
Sepanjang malam banyak pawai mobil kemenangan dari partai pendukung Erdoğan.
Dengan kemenangan AKp dan Erdoğan sebenarnya lanskap politik Turki tidak banyak berubah, jika hasilnya berbeda ketidak stabilan dikhawatirkan terjadi, saya masih ingat bagaimana suasana percobaan kudeta 2016 silam.
Dan bagaimana stress nya suami ngadepin berbagai kebijakan dan ‘bersih-bersih’  semua pendukung kudeta dalam tubuh pemerintah, belum juga urusan pemberontak yang tidak habis-habisnya merong-rong pemerintah Turki.
İnflasi yang mencapai 11 %, nilai mata uang lira yang terus anjlok. Turki itu complicated juga urusan internal nya, memang dibutuhkan sosok pemimpin yang nyali nya kuat, sepertinya orang Turki belum berminat dengan tagar ganti presiden.
Tahun depan giliran negara indonesia melaksanakan pemilu presiden, harapan saya pribadi semoga kampanye pemilu damai juga bisa dilakukan para pendukung partai,kader partai di indonesia
Stop  menyebar ujaran kebencian, berita hoax, black campaign di sosial media.
Tawarkan visi misi yang menarik untuk pemilih, pemilih sekarang juga pasti sudah cerdas.
Yukk ahhh…di sosial media manapun bijaklah meng- share sesuatu yang berkaitan dengan pemilu apalagi menjelang 2019 semakin memanas saja ya.., jangan sampai berita fitnahan kita ikut-ikutan sebar, kebagian jabatan sih engga kalau calon yang di pilihnya menang, kalau kebagian dosa nya kayaknya iya.